.:~DongEun Couple~ Let Me Stolen:.

Author: RyezkyeaNouna

Eunsoo POV

Ku sipitkan mataku mencoba mencerna sinar yang baru saja mengganggu tidurku. Siapa yang membuka jendela pagi-pagi begini, ‘tak tahu apa aku masih ngantuk’.

“eunsoo~ya ireona, . .”sapa suara lembut itu di telingaku

“Yak~, . .sejak kapan masuk ke kamarku tanpa izin, .??”geramku saat melihat pelakunya

“sejak saat ini, ayo bangun, . .hari ini kau harus ikut aku jalan-jalan, sekaligus menjadi guideku, aku tak mau menikah denganmu tanpa mengetahui seluk-beluk kota ini terlebih dahulu, aku mau memilih tempat pernikahan yang indah, . .ireona pemalas, . .”terangnya panjang lebar lalu menarik tanganku

“Yak~, . .Lee Donghae, . .Awas kau” bentakku saat aku sudah bangun dan menatapnya didepanku, menatap lurus matanya tepat dimanik matanya seperti ini, membuat jantungku sedikit tak karu-karuan. Apa yang terjadi pada jantungku ini, menakutkan sekali rasanya mendengarkan iramanya. Hanya karena melihat matanya aku jadi seperti ini, ‘aigo~ makhluk seperti apa dia ini’ gumamku dalam hati. Kulangkahkan kakiku sedikit diseret ke kamar mandi, berharap dia segera menghentikan ocehannya, aku sudah muak mendengarnya. Sejak beberapa hari yang lalu tepatnya saat pesta pertunangan kami, hidupku yang tenang dan tentram jadi terganggu olehnya. Kami bertunangan karena Appa, appa menemukan bocah sialan ini di kantornya, dia adalah seorang arsitek lulusan Harvard university yang kebetulan beberapa bulan lalu mendesign kantor Appa, kata Appa dia sangat pandai dan seleranya sangat tinggi. Appa terpesona pada design yang dibuatnya, sehingga appa merminat menjadikannya menantu. dan sudah menjadi nasibku memenuhi keinginan appa, meski berat sebenarnya. Tapi, appa mengancam akan menjodohkanku dengan rekan kerja appa yang umurnya sudah 40 tahun, yang benar saja aku menikah dengan ahjussi-ahjussi di usiaku yang baru 23 tahun. Jadi, ku putuskan memilih pria sialan yang akan mengganggu hidupku ini.

Dan disinilah aku sekarang, disebuah taman dengan banyak sekali daun bertebaran disana-sini, sekarang memang sedang musim gugur, jadi tak heran jika banyak sekali daun yang gugur. Seminggu lagi aku akan menikah dengan namja perusak kebahagiaan yang sekarang sedang duduk disebelahku sambil menyesab kopi yang tadi dibelinya.

“kenapa tidak kau minum, .??tidak suka kopi. .??”

“aniyo~ bukan urusanmu, .”ucapku ketus

“kau masih membenciku karena pertunangan ini, .??”ucapnya dengan suara lembut yang membelai telingaku

“syukurlah kalau kau sadar, aku bahkan tak pernah mengharapkan bertemu denganmu donghae~sshi, .”jawabku ketus

“mwo, .??Jinja, .??tapi, akan ku buat kau begitu bersyukur bisa bertemu denganku, .??”

“seyakin itukah kau mr, Lee, .??”

“yup, . .seyakin hatiku melamarmu Ny. Lee, .”ucapnya dengan memamerkan seringai nakalnya

“Yak~ aku bahkan belum resmi menjadi istrimu, seenaknya saja memanggilku seperti itu, .”

“bukankah seminggu lagi kau resmi menyandang nama itu, jadi terima saja nasibmu. Karena mau tak mau kau akan menjadi Ny.Lee, dan akan menjadi ibu dari anak-anakku nanti, .”

“Aniyo~ cukup, . .cukup, . .hetikan semua itu, . .”teriakku sambil menutup telinga

“Eunsoo~ya, tak adakah sedikit saja ruang di hatimu untukku, .??”

“tidak, .”

“sedikit saja, .??”

“Ani, . .”

“kalau begitu akan ku buat ruang untukku menjadi begitu luas di hatimu, . .”

“tak akan ku izinkan, . .”

“aku tak kan meminta izin, karena aku akan mencurinya darimu, hingga kau tak sadar bahwa kau kehilangan, . .”

“coba saja kalau kau bisa, karena kau pasti akan gagal, . .”ucapku ketus sambil meliriknya

“ah, . .tunggu saja sampai waktunya tiba, . .”seringainya licik dan lagi-lagi membuatku berhasil kehilangan irama jantung yang normal, apa yang terjadi pada tubuhku akhir-akhir ini, kenapa sering sekali seperti ini tiap kali melihat seringainya, sepertinya aku harus memeriksakan diri kedokter, aku masih ingin hidup, setidaknya masih ingin menghirup udara yang segar ini. Meski aku juga harus menerima kenyataan bahwa hidupku akan diganggu oleh makhluk yang satu ini.

_1 Minggu Kemudian_

Ku patut tubuhku dicermin, masih tak dapat percaya bahwa aku akan menikah dengan namja yang bahkan tak ku cintai, ini tak seperti bayanganku selama ini yang selalu mengharapkan menikah dengan namja yang aku cintai, menikah dengan cinta dan mempunyai banyak anak. Dan sekarang, tepatnya beberapa menit lagi, semuanya akan musnah. Ya tuhan, dosa apa yang ku buat hingga semuanya jadi seperti ini. Nasib yang sungguh tak menguntungkanku.

“sudah siap, .??”suara Appa menyadarkanku dari lamunan konyolku

“Ne, . .”

“kajja, . .”ucapnya lembut

“semuanya akan baik-baik saja setelah ini nak, tenang saja. appa percaya padanya, dia akan membahagiakanmu, .”

“semoga saja begitu Appa, . .”jawabku dengan sedikit ragu

“mantapkan hatimu mulai saat kau melengkah sekarang nak, karena kau akan merasakan kebahagiaan setelah ini, . “

Cih, . .kebahagiaan, .??aku bahkan sudah membuang jauh-jauh angan-anganku itu. Aku tak yakin akan mendapatkan semuanya beberapa detik lagi. Karena aku akan segera meninggalkan tanah kelahiranku untuk ikut dengannya ke perancis, selain itu tinggal dengannya terdengar begitu menyeramkan untukku. Aku tak yakin akan mendengar irama jantungku sebaik sekarang, karena aku sadar bahwa aku akan kehilangan banyak kesadaran saat bersamanya itu sangat menyakitkanku.

Ku lihat ia tersenyum bahagia diseberang sana, menggunakan kemeja puth dengan tuxedo berwarna crem dan jas berwarna senada, terlihat begitu gagah. Seperti pangeran berkuda yang siap menjemputku. Tapi, aku tak mencintainya, tidak sedikitpun. Dia mengulurkan tangannya saat aku sudah ada didepannya.

“kau cantik sekali ny.lee, seperti putri di negeri dongeng, .”ucapnya setengah berbisik di telingaku

“aku memang cantik, . .”balasku kePDan

“baiklah kita mulai, . .”suara seorang pria didepan kami

***

Sudah berjam-jam aku berdiri disini, bahkan pesta ini belum juga usai. Aku sudah lelah di pajang seperti boneka seperti ini, aku ingin pulang dan istirahat. Melihat wajah namja babo disebelahku ini masih saja tersenyum, membuatku semakin muak dan ingin memukulnya, menyebalkan sekali bersikap munafik seperti itu. Setelah pernikahan kami tapi pagi, appa mengadakan pesta kami secara besar-besaran, mengundang seluruh reakan bisnisnya, dan membuat pesta ini seperti reuni. Lelah sekali rasanya melihat orang-orang ini.

“kenapa kau tetap tersenyum seperti itu donghae~sshi, .?”tanyaku dengan wajah kusut

“karena aku bahagia kau ada di sampingku saat ini dan saat-saat selanjutnya, .”balasnya sumringah

“kenapa kau mau menerima perjodohan ini, kau bahkan belum pernah mengenalku sebelumnya, .??”

“suatu saat kau pasti akan tahu jawabannya Mrs. Lee, . .”jawabnya dengan seringai penuh Tanya, dan membuatku kembali kehilangan detak jantungku yang merdu

“Namja aneh, . .”

“dan kau lebih aneh, karena membiarkan namja aneh ini jatuh cinta padamu, . .”

“salahmu sendiri, kenapa jatuh cinta padaku, . .”balasku tak kalah sengit

***

Ku kerahkan seluruh tenagaku untuk segera beranjak ke kamar mandi, rasanya lelah sekali seluruh tubuhku, rasanya remuk. Siang nanti aku akan langsung take off ke perancis, dan akan segera meninggalkan kota kelahiranku ini. Donghae bekerja disana, dia ke korea hanya karena ada proyek dari appa, meski dia lahir di korea. Tapi, dia bahkan sudah bertahun-tahun tak kembali kesini. Dasar namja babo, seenaknya saja melupakan tanah kelahirannya. Aku harus bersiap-siap pagi ini, menyiapkan semua yang aku butuhkan di sana. Ada beberapa merek sabun dan shampoo yang harus ku cari, karena sabun dan shampoo itu hanya di jual disini. Kulitku sangat sensitive, jadi aku tak berani mencoba sabun yang lain.

Jam 12.00 KST, dan 10 menit lagi pesawatku take off. Aku ingin bermanja-manja dengan eomma sebelum aku pergi, selama ini aku begitu dekat dengannya dan belum pernah sekalipun jauh dengannya. Aku pasti akan sangat merindukannya, apalagi pada dongsaengku sang min. dia tak akan punya musuh yang akan membantainya saat di kamar dan meja makan.

“onnie, . .baik-baik ya disana, . .”

“Ne dongsaeng, onnie akan sering-sering pulang, . .”

“jangan lupa pakai krim malam ya sebelum tidur onnie, karena aku tak akan bisa memakaikannya untukmu lagi, . .”ucapnya manja sambil memelukku

“Ne, . .kau cerewet sekali seperti nenek-nenek, . .”

“dan satu lagi, cepat-cepat buatkan aku keponakan ya oppa onnie, aku ingin punya adik kecil, . .pasti sangat menyenangkan, . . “ucapnya polos sambil memandangku dan donghae bergantian

“kau pikir membuat kue minta cepat-cepat,.  .”jitakku

“hahaha, . .bukankah oppa ini hebat, pasti dia juga sangat hebat membuat adik onnie, . .”ucapnya sambil nyengir dan membuat donghae mengusap kepalanya pelan. Ia hanya tersenyum, jangan harap kau bisa melakukannya padaku lee donghae, tak akan ku biarkan kau melakukan itu padaku. Aku meliriknya tajam.

“kau ini, . .”jitakku untuk yang kedua kalinya

“sudah-sudah, . .pesawatmu sepertinya sudah akan berangkat eunsoo, segera masuk sana, .jaga dirimu baik-baik dan segera bawakan eomma cucu, . “bisik eomma di telingaku saat aku memeluknya

“Ne, tapi untuk permintaan eomma yang kedua, itu terlalu sulit eomma, jadi harap sabar menunggu, .”candaku sambil nyengir

“jaga dia baik-baik donghae~ya, aku percaya padamu, .”ucap appa sambil menepuk-nepuk bahu donghae

“Ne Aboji, . .”jawabnya lembut

“sana berangkat, .”ucap eomma sedikit mendorong tubuhku

“annyeong eomma, appa, sang min, . .”

“ne, . .baik-baik ya disana, .”ucap mereka sedikit berteriak sambil melambaikan tangan.

Ku langkahkan kakiku berat, rasanya berat sekali meninggalkan mereka disini. Apalagi membayangkan aku akan hidup dengan namja menyebalkan disampingku ini. Kami sudah take off 10 menit yang lalu. Beberapa menit lagi akan segera mendarat di perancis airport. Rasa capek masih mendera tubuhku, semalaman menggelar pesta pernikahan dan sekarang harus melakukan perjalanan antar benua, appa memang benar-benar raja tega. Ku pejamkan mataku, untuk sedikit melunturkan lelah dalam tubuhku. Meski hanya sebentar. Belum lama aku memejamkan mata, tiba-tiba ada sesuatu yang mengganggu kulit wajahku, seperti ada sebuah sentuhan yang sangat lembut, membuatku segera terbangun dari tidurku.

Siapa yang berani-beraninya mengganggu tidurku disaat lelah seperti ini, pasti ini namja menyebalkan itu lagi.

“yak~ tak bisa kah kau menyingkirkan tanganmu dari wajahku Mr. Lee, .??”ucapku ketus tanpa membuka mata

“aku ingin menyetuh wajahmu sekarang, jadi jangan mencegahku, .”

“apa hakmu melarangku mencegahmu melakukan ini, .??Hah, .??”ucapku gemas sambil membuka mata

“hakku sudah sangat jelas Ny. Lee, you’re my wife, . .”seringainya

“Yak~ hentikan Mr. Lee, . .aku muak, . .”

Tiba-tiba tubuhnya mendekat kearahku dan membuatku dapat merasakan hembusan nafasnya. Nafas ini membuatku kesulitan bernafas, terlalu menenangkan untuk dinikmati. Aku hanya bisa diam di tempat saat dia semakin mendekatiku, ya tuhan tolong aku agar lolos darinya, aku tak mau ciuman pertamaku direbut oleh namja sialan ini. Aku hanya mau orang yang ku cintai yang menciumku. Aigoo~

“Kepada seluruh penumpang, harap mengeratkan sabuk pengaman, karena pesawat akan segera landing”suara pramugari itu seperti penyelamat untukku, huh. . .

***

Pagi segera datang, hari ini hari pertamaku tinggal di negeri yang sangat asing bagiku. Meski aku berkali-kali jalan-jalan keluar negeri, tapi aku belum sempat mengunjungi perancis. Orang bilang kota ini adalah kota terindah, yang menyimpan banyak sekali cinta. Sebagus itu kah, .??aku bahkan tak yakin akan dapat menikmati keindahan kota paris ini, karena aku bahkan tak punya orang yang ku cintai dan aku sayangi. Pagi ini dia pergi kerja, aku hanya menghabiskan waktu dirumah, membersihkan rumah dan melakukan berbagai aktifitas seperti ibu rumah tangga pada umumnya. Rumah ini sangat indah, mungkin dia sendiri yang mendesignnya. Ada ruang baca dengan berbagai macam buku yang tertata rapi di rak buku yang menjulang tinggi, semua tembokknya terbuat dari kaca, sehingga membuatku dengan mudah melihat pemandangan diluar, tamannya cukup luas, dengan banyak sekali tanaman yang tertata rapi. Di salah satu sudut taman ada sebuah kolam dengan air yang mengalir seolah-olah sungai yang bermuara, ada jembatan yang menghubungkan antara pintu ruang baca dengan taman dekat danau tersebut seolah-olah ruangan ini mengapung diatas air karena aliran sungai dibawahnya. Seperti miniatur taman yang sering ku bayangkan akan ada pada rumah impianku, dan sekarang semuannya terhampar didepanku. Banyak sekali daun kering berserakan disana-sini, memberikan kesan alami yang menenangkan. Luar biasa, dia sangat pandai mendesign.

Belum sempat aku berhenti takjub akan apa yang ku lihat, aku masih dikejutkan dengan design dapur yang cukup membuatku geleng-geleng tak percaya, karena semuanya sama persis seperti yang ada dalam bayanganku, café kecil di salah satu sudut dengan semua cat berwarna coklat. Aku segera berlari ke ruang tamu, seharian kemarin aku hanya tidur, tak sempat mengemati design bangunan rumah ini, aku baru menyadari betapa artisticnya rumah ini. Ruang tamu dengan cat berwarna cream dan sofa berwarna senada, memberikan ketenangan untuk siapa saja yang berada disana. Ada tempat-tempat foto yang menyatu dengan temboknya dan apabila lampunya dihidupkan atau dimatikan tempat foto tersebut tetap akan menyala. Keren, sama seperti yang aku bayangkan dulu, memiliki banyak sekali ruang untuk memajang foto-foto keluarga. Akan sangat menyenangkan kalau banyak sekali foto yang dapat dipajang disini, akan menjadi sebuah memori indah saat kami tua nanti. Kulangkahkan kaki menaiki tangga kayu yang menempel dengan tembok. Tak ada ruang-ruang lagi disini, ada sebuah kasur lumayan besar yang mengahadap tangga, ada sebuah lemari panjang disalah satu sisi dan meja rias disisi lain, sepertinya dia sudah menyiapka meja itu jauh-jauh hari. Di pojok ruangan ada sebuah kubus yang transparan dan hanya menutupi sebagian dari semua bentuknya, itu terlihat seperti kamar mandi karena samar-samar ku lihat bathup disana, disudut lain ada miniatur akar dengan daun-daun merambat disela-selanya, ini pasti untuk memajang foto, seperti sebuah tempat foto yang dapat digantung, indah sekali. Ku langkahkan kaki menuju balkon, dapat kulihat dengan jelas pemandangan kota perancis dari sini, bahkan samar-samar dapat kulihat Eiffel dari sini, appa benar-benar tak salah memilihnya untuk mendesign kantornya, karena rumahnya saja artistic sekali. Semuanya seperti yang ada dalam bayangan eunsoo kecil, eunsoo yang selalu bercerita ingin bisa punya rumah yang bisa membuatnya bersatu dengan udara, angin dan matahari setiap saat.

Inilah rumah impian eunsoo kecil yang ia harapkan akan bisa ia bangun dengan pangeran hatinya, kini semuanya terwujud didepan matanya. Hari sudah mulai gelap, aku ingin memasak malam ini, meski aku tak mencintainya, setidaknya aku harus memenuhi kewajibanku sebagai seorang istri untuknya. Sudah pukul 08.00 malam, tapi dia tak kunjung pulang. Tetap ku tunggu dia di meja makan, berharap dia akan segera pulang, hingga aku tertidur disana.

Donghae POV

Malam ini aku pulang agak larut, aku masih ingin menikmati udara paris sendiri. Lagipula apakah dia akan menyambut kedatanganku kalau aku pulang cepat. Dia bahkan tak mengizinkanku mencintainya, berpuluh-puluh tahun ku coba memendam perasaanku padanya. Sejak dia lahir, aku bahkan telah jatuh cinta padanya. Sebenarnya akulah yang meminta Park Aboji menjodohkannya denganku. Aku mengenal eunsoo bahkan sebelum dia bisa mengenalku, usia kami terpaut 2 tahun. Appa dan aboji adalah sahabat yang sudah seperti keluarga, tapi appa sudah lama meninggalkanku sendiri. Setelah eomma meninggal saat aku berusia 3 tahun karena ada kanker ganas di otaknya. Appa membawaku tinggal di perancis, dan sejak saat itu aku tak pernah melihat eunsoo, jadi wajar saja kalau dia lupa padaku, karena waktu itu dia baru berumur 1 tahun. Aku memang namja bodoh yang selalu saja yakin, dia akan ingat padaku saat kami bertemu, tapi semuanya salah. Dia bahkan membenciku karena pertunangan ini. Kukemudikan mobilku galau menuju rumah, antara senang karena akan melihat wajah yang selalu memberikanku kekuatan selama ini, dan takut kalau dia akan lari jika aku terus berada disampingnya. Kulangkahkan kaki menuju ruang atas, hingga ku lihat ada bayangan didapur, ku dekati meja makan. Betapa terkejutnya aku saat kudapati dia tidur diatas meja dengan meja yang penuh dengan makanan. Apakah dia memasakkn semua ini untukku, dia memasakkan ini untukku. Ada rasa tak percaya sekaligus senang berkecamuk dalam hatiku. Ku angkat tubuhnya ke kasur, ku amati setiap inci wajahnya saat tertidur. Hanya karena wajah ini aku mampu bertahan menahan diriku selama bertahun-tahun. Mencoba menjaga hatiku hanya untuknya, karena wajah ini juga aku mampu bertahan mewujudkan semua yang dia inginkan. Rumah ini, hayalan-hayalan yang selalu aku dengar dari aboji saat ia kecil dulu. Rumah ini adalah impiannya, dan kuharap aku juga akan menjadi impiannya seperti aku memipikannya selalu ada di sampingku sampai aku tua nanti. Kucium kelopak matanya, hidungnya dan bibirnya lembut, berharap dia tak menyadari apa yang aku lakukan. Setidaknya aku bisa mencium aroma tubuhnya, walau hanya saat dia tidur. Sudah sangat cukup bagiku, bertahun-tahun ku tahan diriku, dan sekarang dapat kurasakan apa yang sudah lama kutahan, meski sedikit merasa berdosa karena aku mencurinya. Tapi, dia pasti mengerti, aku yakin itu. Aku tak perlu pesetujuanmu Ny. Lee karena kau milikku dan aku tak butuh kata untuk diucapkan, tapi dengan suara hati. Ku peluk tubuhnya erat, menikmati setiap inci dari wajahnya yang begitu dekat denganku.

Eunsoo POV

Sinar matahari menusuk rongga mataku yang merasa lelah. Sudah 3minggu aku menjadi istrinya, tapi dia tak juga menyentuhku, aku jadi meragukan semua ucapannya saat kami di korea dulu. Dia selalu berangkat pagi dan pulang larut malam, dia tak pernah menyapaku. Siang ini, aku ingin berjalan-jalan. Meski aku tak tahu seluk-beluk kota ini, setidaknya aku punya peta, aku sudah bosan disini. Hanya diam dirumah dengan aktifitas yang sama setiap harinya. Ku hirup udara sekitar, sangat menyejukkan. Membuatku tenang dan terus melangkahkan kakiku dengan ringan mengitari daerah sekitar rumahku, sampai langkahku terhenti di sebuah taman yang tak jauh dari sekitar rumah. Taman ini begitu asri dan menyenangkan, agak lama aku berduduk santai disana, sampai kutemui sebuah bayangan yang sangat kukenal, sebuah bayangan yang sempat membuatku menyesal memilihnya, menyesal karena percaya bahwa dia akan membahagiakanku, meski semuanya sebenarnya kudapat dari semua hal yang kulihat saat ini. Tapi, semua kepercayaanku itu runtuh hanya dengan sebuah pemandangan yang tak pernah ku harapkan akan kulihat.

Apakah itu alasannya selama ini menjauh dariku, menghindariku. Apakah itu alasannya membuatku selalu menunggunya tiap malam, berharap dia akan datang dan makan bersamaku. Aku sudah berusaha dan selalu berusaha agar dia tahu bahwa aku sebenarnya memberikannya kesempatan agar dia menculikku dari kesadaranku, aku sebenarnya memberikan dia kesempatan untuk menempati ruang terbesar dalam hatiku.

“eunsoo, . .apa yang kau lakukan disini, .??”

“bukan urusanmu, . .”jawabku ketus

“kenalkan ini Jessica, sahabat lamaku, . .”ucapnya santai, disaat seperti ini dia bahkan menganggap semuanya baik-baik saja

“em, . .park eunsoo imnida, cheom bangapsseumnida, . .permisi aku harus pergi, .”balaaku lalu berlalu meninggalkan mereka, aku sudah tak tahan menahan air mata yang dari tadi ingin jatuh. Rasanya seperti dihujam pisau yang sangat tajam. Sakit sekali. Ku percepat langkahku, berharap bisa cepat sampai rumah. Aku ingin menangis sejadi-jadinya, melihat semuanya di depan mataku seperti ini membuatku ingin meraung-raung kesakitan.

Tak tahu berapa lama aku menangis hingga saat aku tersadar aku sudah terbaring diatas kasur dengan sinar bulan yang memaksa masuk ke kamarku. Ku perhatikan sekitarku hingga ku dapatkan sosoknya disisiku dengan jarak wajah kami yang sangat dekat, hingga ku rasakan nafas yang selama ini kurindukan, bibir yang sangat ku rindukan suaranya. Air mataku kembali mengalir, mengingat apa yang terjadi siang tadi.

‘tak tahukah engkau, bahwa kau telah berhasil menguasai seluruh hatiku, kau telah memenangkan semuanya Mr. lee, .’ gumamku pelan sambil membelai wajahnya, menikmati setiap sentuhan kulit wajahnya yang sangat kurindukan. Meski awalnya aku sempat menghindarinya dan merasa sangat tak nyaman akan kehadirannya disisiku, tapi inilah aku saat ini. Kenyataan bahwa aku membutuhkan oksigenku ini untuk bernafas sangat mendesak, aku tak sanggup mengelaknya lagi. Ia bahkan menang sebelum ia sempat mengeluarkan senjatanya, dan aku begitu mudahnya kalah hanya karena keyakinan hatiku bahwa dial ah yang selama ini aku rindukan.

Lee donghae, Mr. lee, can you Hear my heart voice that always call you. . .??help me to get out from your heart, I need to breath more now, please let me out. I believe you can found you truly happiness without me.

Tangisku menjadi-jadi setelahnya, ku dekatkan wajahku kewajahnya sehingga membuatku dengan mudah merasakan nafasnya yang begitu tenang itu. Ku dekatkan bibirku dengannya, kukecup bibirnya singkat.

‘saranghae, . .’gumamku sambil menangis

Tubuhnya menggeliat pelan, membuatku buru-buru menutup mata agar tak ketahuan. Aku tak mau dia tahu dia telah berhasil mencuri hatiku dan membuat ruang yang sangat luas dihatiku. Karena aku tak sungguh yakin, dia bahagia hidup denganku. Kupejamkan mataku erat. Masih dapat kurasakan hembusan nafasnya diwajahku.

Donghae POV

Kugerakkan tubuhku yang sedikit lelah karena tak berpindah posisi dari tadi, kubuka sedikit mataku. Dan kudapati wajah seorang yeoja yang sangat kucintai. Yang baru saja terluka olehku, ku pandangi wajahnya lama, mencoba menikmati ciptaan tuhan yang paling sempurna ini. Ku dapati ujung matanya mengeluarkan air mata, sepertinya dia menangis lagi.

“begitu terlukanya engkau sampai harus menangisi seperti ini, aku memang bodoh karena menjadi pengecut, aku terlalu takut kehilanganmu hingga aku tak sanggup menyentuhmu, aku memang pengecut eunsoo~ya, maafkan aku. “ucapku menyalahkan diriku sndiri

Meski kusadari dia tak akan mendengarkan apa yang aku ucapkan. Ku usap kelopak matanya yang basah dengan tanganku lembut. Aku tak mau mengganggu mimpinya, meski ku tahu yang ada dalam mimpinya saat ini menggerikan. Betapa terkejutnya aku, saat kudapati tangannya menyentuh tanganku, menggenggam tanganku. Dia belum tidur.

“kenapa tak tidur, .??”tanyanya lembut

“kenapa kau menangis, .??”ucapku balik bertanya

“menangis karena ku sadari ada seseorang yang tega mencuri semua ruang dalam hatiku, orang yang selama ini berjanji akanmencuri hatiku itu, kini telah berhasil melakukannya, ia bahkan telah berhasil menguasai seluruh jaringan tubuhku, tak menyisakannya sedikit saja untukku, .”ucapnya sambil memandang langit-langi

“aku bahkan belum mencurinya, tapi kenapa kau memberikannya untukku, .??”

“karena hatiku berontak saat kau jauh, hatiku meronta saat aku mencoba membencimu, nafasku berhenti saat tak dapat ku lihat kau berjalan disisiku, .”ucapnya menatapku dalam

“sedalam itukah, .??”

“kenyataannya memang seperti itu Mr. Lee, . .aku lah yang jatuh, bukan kau, . .”

“tapi, aku akan selalu menahanmu jatuh, karena aku akan selalu disisimu, . .” ucapku sambil menatap matanya dalam. Tak ada kata-kata yang keluar dari bibirnya, hanya sebuah senyuman dan tetesan air mata.

“mianhae sudah membuatmu menangis, . .”lanjutku dengan nada menyesal

“aku menangisi kebodohanku karena sempat menyesali apa yang terjadi, .Saranghae, .”ucapnya dalam dengan tatapan kasih sayang yang membuatku nyaman melihatnya, tatapan teduh yang selalu kutunggu sejak 22 tahun yang lalu. Semuannya kini begitu nyata didepanku.

“Nado, . .jeongmal saranghamida Ny. Lee, . .”balasku lalu mengecup puncak kepalanya lembut. Ku perdalam tatapan mataku. Kudekatkan wajahku ke arahnya, membuatku dengan mudah mencium wangi tubuhnya dan mencoba mendengarkan dentang irama nafasnya yang berhembus diwajahku. Kudaratkan sebuah ciuman di bibirnya lembut. Membuatnya merasa nyaman dan membiarkanku menikmati setiap inci bibirnya, kali ini aku tak mencurinya lagi darimu Ny. Lee, kau lah yang memberiku izin untuk ini.

_FIN_

Annyeong, . . .author jalang datang, . .Kekeke~

Gomawo buat readers semua yang uda setia menunggu FF saia *pede amat ya* ha6x, . .^__^

FF ini req dari onnie saia yang demen banget ama si ikan nemo, ini onnie epepnya mian klug GeJe dan terlalu cepet, klo ada yg req sekuelnya, Insya Allah saia buatkan besok, setelah saia menyelesaikan epep saia yg continue pastinya, . .ha6x, . .^____^

Mian juga buat yang ngerasa nama koreanya saia pinjem, jangan minta royalty ke saia ya . .Hu6x, . .^___^

Gomawo sekali lagi buat readers tersayang, . .

Jangan lupa comment ya, your comment like energy, . . ^__^

Big Hug N Chu for All, . . ^______^

Ryezkyea Putry a.K.a Kim Hye Rye

2 thoughts on “.:~DongEun Couple~ Let Me Stolen:.

    • huaaaaa~~
      saia malu, hahahaha
      gamshamnida sangad ya unnie, sarannya sangat membantu
      maklum saja ini epep pas jaman” saia masih 4L4Y, hahah
      jadilah menulis sesuka hati ajah😀😀
      sekali lagi gamsha sudah baca dan commen *CHU*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s