.: Sateuk Couple: Ramen Nouna Saranghae ~Part Three~ :.

piccu

Author: Ryezkyea kim

Ku tolehkan kembali kepalaku, berharap bisa merekam suasana kota seoul yang akan aku rindukan. Entah berapa lama aku akan pergi, aku juga tak tahu kapan aku akan bisa kembali kesini. Dengan berat ku langkahkan kakiku masuk ke gerbang keberangkatan, hingga ada seseorang yang menarik tanganku dan mengecup bibirku dalam. Tak dapat kulihat wajahnya dengan jelas, tapi mata ini. Hanya ada satu orang yang memiliki mata teduh ini, mata yang selalu membuatku selalu merindukannya. Dia, apa yang dia lakukan disini. Tak kuhiraukan semua yang berkecamuk dalam otakku dan mencoba menikmati setiap detik lumatan yang dia lakukan. Meski kusadari banyak mata yang menatap kami aneh. Tapi aku tak peduli, meski kutahu bahwa akan ada banyak berita yang muncul setelah ini. Dan saat kucoba untuk mengendalikan diri dan menyadarkan kembali semua persendianku, ku tarik tubuhku darinya. Dan mendorongnya menjauh dariku, ku langkahkan kakiku cepat menuju pesawat tanpa memandang wajahnya lagi. Ku percepat langkahku menjauh darinya. Hingga tiba-tiba kurasakan tangannya melingkar di pundakku erat, menahan tubuhku agar tak menjauh darinya, dapat kurasakan nafasnya bermain-main di leherku. Nafasnya dan bau tubuhnya selalu membuatku tenang disisinya, membuatku selalu tak ingin beranjak darinya walau hanya sebentar.
“kumohon jangan pergi, .”bisiknya tepat ditelingaku


“aku harus pergi oppa, pesawatku sudah mau berangkat, mianhae, . .semoga kau bahagia bersama gadis yang telah kau pilih, . .”
“apakah engkau cemburu, .??”
“tidak sedikit pun, sekarang lepaskan aku, . .”
“tak akan kubiarkan kau pergi saeya~, . “ucapnya sambil membalikkan tubuhku secara paksa dan membuatku menatap matanya yang teduh
“tapi, aku tak bisa lagi disini leeteuk~sshi, . biarkan aku pergi, . .”
“kenapa harus pergi, .??kenapa kau ingin pergi, .??”
“karena aku tak mencintaimu, dan aku sudah lelah dengan semua ini, melihatmu disisinya, menatapmu membelai wajahnya dengan sayang, belum lagi skandal yang sangat merugikan posisiku ini, .aku sudah tak tahan, .jadi biarkan aku pergi, .”
“tatap mataku saat kau berbicara saeya~”
“biarkan aku pergi, . .”berontakku
“tatap mataku dan katakan kau tak mencintaiku maka aku akan membiarkanmu pergi, .”
“lep. . . .”belum sempat aku melanjutkan kata-kataku dia sudah mendahuluinya
“tetaplah bertahan disisiku saeya~, .biarkan aku mencintaimu, karena aku tahu bahwa kau juga mencintaiku, aku tak butuh kata-katamu saeya~, karena hatimulah yang telah berteriak memanggil hatiku, . .”
“hentikan oppa, . .jangan membuatku semakin sulit seperti ini, . .aku harus pergi, .jeball, .”ucapku senduh
“apa yang harus aku lakukan agar kau tak pergi dariku, .katakan, . .”
“sudahlah oppa, . .aku sudah sangat lelah, . .”tak dapat kurasakan air mataku menetes dan jatuh tepat diatas tangannya yang sedang membelai pipiku.
“baiklah, . .jika kau memang sudah tak nyaman disampingku, semoga akan segera kau temukan orang yang pantas untukmu, . .”ucapnya lalu berlalu dariku. Ku langkahkan kakiku menjauh darinya, aku harus segera pergi dari sini. Bukan untuk menjauh dari semua yang terjadi, tapi untuk menenangkan diriku, aku sudah sangat stress dengan semua pemberitaan yang menyangkut pautkan aku. Belum lagi kenyataan bahwa dia mencoba mencintai gadis lain, dan mencoba membuangku dari memorinya. Hanya dengan apa yang baru saja dikatakannya itu, aku sudah sangat yakin bahwa dia sudah benar-benar tak mencintaiku lagi, aku tak peduli dengan semua ucapnya padaku. Cintanya dan sayangnya tak dapat ku cerna dengan baik di hatiku untuk saat ini, sulit sekali rasanya. Walau sebenarnya disalah satu sisi hatiku aku sangat yakin dengannya, tapi rasanya masih sangat sulit menerima kenyataan dengan semua yang telah ku lihat waktu itu.
Meski perjalanan Korea – Cina tak membutuhkan waktu yang lama, tapi sekarang sudah pukul 7 pagi. Akhirnya aku tiba di kota yang menjadi tujuanku untuk menenangkan diri. Appa sudah menyiapkan orang untuk menjemputku. Ku percepat langkahku meninggalkan bandara, aku ingin segera sampai dirumah, dan beristirahat. Rasanya lelah sekali tubuhku.
“noona saera, .??”sapa seseorang didepanku
“iya. . .”
“tuan lee sudah menunggu, silahkan ikut saya, . .”
“oh, ..iya .”ucapku lalu mengikuti langkahnya
“silahkan masuk noona, . .”ia membukakan pintu mobil dan mempersilahkan aku masuk
“terima kasih, . .”
Hanya diam yang bisa ku lakukan sekarang, perjalanan menuju rumah ternyata lumayan jauh dari bandara. Ku edarkan pandanganku keluar jendela. Mencoba sedikit menikmati bangunan-bangunan yang ada di luar sana. Gedung-gedung tinggi menjulang. Meski terkesan seperti kota bisnis yang memiliki banyak sekali gedung pencakar langit yang menjulang, tapi aku tetap dapat menemukan sebuah taman yang sangat asri dan menyejukkan pandangan mataku. Banyak sekali anak kecil yang bermain disana, mereka asik menikmati berbagai macam permainan disana.
“bisa berhenti sebentar ahjussi, .??”ucapku tiba-tiba
“ada apa noona, .??”
“aku ingin kesana sebentar, .”ucapku sambil menunjuk taman yang ada di kanan jalan itu,
“oh, . .iya, .baiklah, . .”balasnya lalu mengehentikan mobil tak jauh dari taman tersebut
“terima kasih, . .”ucapku lalu segera turun dan berjalan menuju taman itu, entah apa yang terjadi. Aku merasa ada yang memanggilku kesini, ada sesuatu yang menarikku masuk kedalamnya. Ku temukan banyak sekali anak-anak disini, mereka berlarian kesana kemari, bercanda bersama teman-temannya. Kudekati sebuah bangku yang ada di sudut dibawah sebuah pohon yang sangat besar. Sekarang musim semi, pantas saja banyak sekali bunga yang bermekaran. Indah sekali, melihat warna warni bunga yang sedang tubuh disekitar taman ini. Tempat ini indah menenangkanku, membuatku nyaman berlama-lama duduk disini. Tenang sekali rasanya. Tiba-tiba ada sebuah mobil mainan yang menabrak kakiku, tak tahu siapa pemiliknya, baru saja tanganku akan menjangkau mobil mainan itu, tiba-tiba ada derap langkah kecil yang menghapiriku,
“maaf nouna, .”ucap anak laki-laki kecil didepanku ini
“iya, . .tak apa, . .dengan siapa kamu disini, .??”
“aku sendirian, . .rumahku didepan sana, . .”jawabnya dengan suara polos dan menunjuk sebuah bangunan didepan taman ini, sebuah bangunan apartemen yang menjulang tinggi sekali.
“hah, .??ibumu, .??”
“ibuku dirumah, aku sudah terbiasa main sendiri, .”dengan sangat ringan dia mengatakannya, sebuah kepolosan terpancar dari setiap senyuman yang dipancarkannya. Benar kata orang bahwa anak adalah malaikat yang dikirim tuhan untuk memberikan ketenangan dan kebahagiaan untuk orang tuanya. Senyuman ini, senyuman yang sama dengan senyuman seseorang yang membuatku selalu susah bernafas saat melihatnya. Membuatku sangat sulit menginjakkan kakiku didunia karena terbuai oleh keindahan senyumnya itu. Apa yang dia lakukan sekarang, bisakah aku bertahan tanpa melihat senyumnya dengan jarak pandang yang sangat jauh seperti ini. Apakah dia akan dengan cepat menghapusku dari ingatannya. Hah, .apa saja yang ku pikirkan, belum tentu dia juga memikirkanku kan. Sudah ada gadis itu yang menggantikan aku disana, meski dia memohon di hadapanku, aku tak akan percaya bahwa dia benar-benar mencintaiku. Rasanya sangat mustahil bagiku apakah mungkin orang sepertinya benar-benar mencintaiku.
“nouna sedang patah hati ya, .??”tiba-tia suara polos itu membangunkanku dari lamunan bodohku
“ah, .??”
“nouna sedang patah hati kan, .??”
“anak kecil, tak boleh sok tahu ya, .”balasku sambil menyunggingkan senyumku, bagaimana mungkin dia bisa membaca pikiranku
“aku tahu nouna patah hati, .biasanya orang yang datang kesini sendirian berarti sedang patah hati, karena sangat jarang orang yang datang kesini sendirian, .”ucapnya polos
“sudah anak kecil, ayo aku antar pulang, sudah sore. .besok kita main kesini lagi ya, .siapa namamu, .??aku sampai lupa . .”ucapku sambil menggandeng tangannya melangkah keluar taman
“namaku Xiah Lie Yien, .”jawabnya riang
“em ,. .lie yien, . .kau bisa memanggilku saera nouna, . .sampai disini dulu ya, sampai jumpa besok, .”
“iya nouna, . .sampai jumpa, . .”ucapnya sambil melambaikan tangannya kearahku
Ku langkahkan kaki menuju mobil. Entah sudah berapa lama aku duduk di taman itu, rasanya sudah sangat lama, hingga aku tak menyadari. Matahari sudah mulai bersembunyi dibalik kawan setiannya sang awan. Menenggelamkan diri dalam kenikmatan. Dan membiarkan cahaya terpantul membentuk siluet-siluet senja yang melukis langit.
“maaf menunggu lama, . .”
“tak apa noona, . .”jawabnya dengan senyum yang sangat ramah dan segera mengemudikan mobil. Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama, akhirnya sampailah aku disini. Rumah ini begitu luas dan bisa dikatakan sangat luas, Appa menurutku terlalu berlebihan membangun tempat ini. Bagaimana tidak, untuk sampai ke depan pintu rumah saja harus menempuh jarak yang lumayan jauh, belum lagi taman-

taman buatan yang dibuat, sungguh bukan seperti sebuah taman rumah, tapi seperti sebuah taman alami yang ada di sebuah kota yang tak pernah di jamah manusia. Ada banyak sekali bunga yang sengaja di tanam disini, eomma suka sekali dengan bunga, dan kurasa 80% dari bunga disini beliau sendiri yang memilihnya. Sampailah aku di rumahku, tepatnya bangunan rumahku. Kulangkahkan kaki menuju rumah, aku ingin segera bertemu eomma mungkin suasana hatiku akan sedikit membaik setelah bertemu dengan beliau, eomma lah yang selama ini memberiku kekuataan meski kami jauh. Eomma selalu mendukung apa yang aku lakukan yang menurut beliau itu benar tentunya. Beliau memang malaikat yang dikirim tuhan untuk menemani hidupku. Ku cari-cari sosoknya, hingga ku temukan beliau sedang duduk santai diteras belakang sambil merapikan batang-batang bunga. Dengan menggunakan gaun sederhana dan wajah yang masih segar di usia yang bisa dibilang matang.
“eomma, . .bogoshipo, . .”teriakku sambil berlari kearahnya dan memeluknya erat,
“putri kecilku, . .”balasnya lembut sambil mengusap puncak kepalaku, rasanya sudah lama sekali tidak bermanja-manja padanya, aku rindu sekali
“eomma, .apa kabar, .??”
“baik sayang, . .kenapa kau tambah kurus begini, .??kantung matamu juga sangat terlihat, kau pasti bekerja terlalu keras disana, sudah eomma bilang, belajar saja yang benar disana, appa pasti bisa mencukupi kebutuhanmu, . .”
“eomma, . .”
“iya, . .eomma tahu alasanmu, .sudah sekarang mandi sana, dan istirahatlah, .kau pasti lelah sekali kan, . “ucapnya sambil memaksaku bangun dari tempat dudukku
“ne eomma, . .”balasku sambil berlari dan mencuri sebuah kecupan di pipinya
***
1 bulan sudah aku disini. Huh, . .rasanya lama sekali aku disini. Kenapa waktu begitu sulit bergerak, .??rasanya tubuhku sudah sangat letih seperti ini, membiarkan paru-paruku bekerja terlalu keras seperti ini sungguh membuatku harus bertahan dengan tenaga yang sangat ekstra. Susah sekali hidup tanpa melihat senyumnya, rasanya aku seperti sudah terjebak dalam sebuah keadaan yang membuatku sangat sulit untuk mengakui dan terus menghindar. Aku tak mau mengakui bahwa dia adalah orang terpenting untukku, tapi kebutuhanku bernafas juga sangat mendesakku untuk selalu melihatnya disisiku, sejauh aku bisa melihatnya semuanya terasa baik-baik saja.
“hati-hati di sana nak, jaga dirimu baik-baik”pesan eomma saat aku akan masuk ke pesawat, hari ini aku memutuskan untuk kembali ke seoul, masih banyak yang harus kuselesaikan disana, lagipula mau sampai kapan aku menghindar, toh pada kenyataannya aku juga sangat membutuhkannya, membutuhkan oksigen yang ada dalam hembusan nafasnya.
“ne eomma, . .eomma juga, . .annyeonghaseyo, . .”balasku sambil memeluk eomma singkat dan mencium pipinya, lalu melangkah menjauh dan masuk ke pesawat
“cepat pulang dan membawanya ke hadapan eomma, . .”ucap eomma setengah berteriak. Aku hanya bisa tersenyum, aku tak mau menyanggupinya. Aku sendiri tak yakin, apakah dia masih bisa menerimaku setelah apa yang terjadi pada kami sebelum aku berangkat ke cina. Aku sadar sudah sangat melukai perasaannya. Belum lagi skandal yang ku tinggalkan sebelum aku pergi, aku tak bisa membayangkan apa yang terjadi di seoul setelah aku pergi ke cina. Banyak sekali berita yang beredar tentang skandal itu ku rasa dan aku yakin itu sangat melukainya. Eomma sudah tahu semua yang terjadi padaku, aku telah memberitahu eomma keadaanku yang sebenarnya, bagiku eomma adalah sandaran yang tepat saat aku membutuhkan tempat untuk bersandar dalam situasi yang sulit seperti kemarin.
Perjalanan cina ke seoul tak memakan waktu yang banyak. Akhirnya aku sampai juga disini. Sudah lama sekali rasanya tak menghirup udara seoul, rindu sekali rasanya. Ku hirup nafas dalam-dalam, berharap aku tak akan bersedih lagi setelah ku langkahkan kakiku. Tak ada yang tahu kalau aku kembali sekarang, eunsoo juga tak tahu tentang kedatanganku ini. Aku ingin memberikan dia surprise, segera ku cari taksi dan menuju restoran Kim Ahjussi. Aku sangat merindukan eunsoo dan suasana restoran yang selalu menemani hari-hariku selama ini.
“gamsahamnida ahjussi, ..”ucapku setelah membayar taksi saat aku telah sampai didepan restoran Kim Ahjussi. Suasana disini masih menenangkan seperti biasanya, suasana yang selalu membuatku betah berlama-lama di dalamnya. Ku buka pintu restoran, dan kudapati eunsoo sedang duduk dibalik mesin kasir.
“Eunsoo~ya, . .”panggilku
“saera~ya, . .”ucapnya terkejut dan segera menghampiriku, dipeluknya tubuhku erat dan kubalas pelukannya hangat. Aku benar-benar merindukan gadis ini, sahabat terbaikku. Aku akan menceritakan identitas asliku kepadanya, aku sudah tak mau membohonginya dengan berpura-pura menjadi gadis biasa yang tak punya apa-apa. Semoga saja dia bisa mengerti alasanku membohonginya tetang jati diriku selama ini. Semoga dia dapat mengerti alasanku, karena aku yakin dia adalah sahabat terbaikku.
“bogoshipoyo, . .”
“nado bogogshipo saeya, . .tahukah kau betapa rindunya aku padamu, ada banyak hal yang terjadi saat kau pergi saeya, ..”
“ah, .jinja, .??ceritakan padaku, . kajja, . .”ajakku sambil menarik tangannya
“aish~, . .tunggu aku 10 menit lagi, aku akan istirahat makan siang, . .”
“arasseo, . .aku akan menunggumu disini, . .”ucapku lalu duduk di salah satu bangku sambil mengelurkan I-podku, aku ingin mendegarkan lagu. Baru saja aku duduk disini tiba-tiba ada seseorang yang sangat mengganggu pikiranku belakangan ini. Oxygenku hatiku, dadaku sesak rasanya saat melihatnya bersama seseorang. Ku pincingkan mataku, mencoba mencari jawaban atas apa yang ku lihat, dan benar saja dia bersama wanita itu lagi. Mereka mengumbar kemesraan di muka umum seperti itu, bergandengan tangan, becanda bersama, bahkan jungsoo oppa selalu saja membelai wajah wanita itu lembut. Ya tuhan, kutakan aku. Ku alihkan pandanganku darinya, mencoba mencari objek yang dapat membuatku lupa padanya.
‘anggap saja kau tak melihanya saeya~, . .itu tak penting untukmu, .. ‘ gumamku menenangkan diriku sendiri. ku nikmati suara dari I-podku, suaranya. Kenapa sangat pas seperti ini, kenapa harus suaranya yang ku dengar saat ini. Aku sangat menyukai lagu duetnya bersama hoobaenya ini, tapi tidak disaat seperti ini. Ku gerakkan jari-jariku mengotak-atik I-podku, untuk mengganti playlist yang ada, aku sedang tidak ada mood untuk mendengarkan lagu ini sekarang. Setelah apa yang ku lihat baru saja.
“kajja saeya, . .mianhae membuatmu menunggu lama, . .”tiba-tiba eunsoo sudah berdiri disebelahku
“oh, ..ne, . .gwenchana, . .kajja, . .”ucapku lalu berdiri dan mengimbangi jalannya
“kita ngobrol di taman saja ya, . .”ajak eunsoo
“ne, ..terserah saja lah, . .. .”
Jarak dari restoran ke taman tak terlalu jauh, kami sering menghabiskan waktu jam makan siang ditaman, hanya untuk mengobrol atau menghabiskan bekal. Sekarang sedang musin semi, pasti di taman akan ada banyak sekali bunga yang bermekaran. Pasti akan cantik sekali. Hanya keheningan yang menemani perjalanan kami, eunsoo masih seperti biasa, hanya diam. Dia jarang sekali banyak berbicara, kecuali saat dia sedang menggodaku. Baru saja aku masuk ke taman ini, pemandangan tak mengenakkan menusuk mataku. Dia lagi, kenapa dia berkeliaran kemana-kemana, kualihkan pandanganku darinya, karena sepertinya dia tak menyadari kehadiranku, eunsoo juga tak memberikan respon apa-apa, dia terus saja berjalan mencari tempat duduk. Sepertinya hanya aku yang terluka sekarang, dia bahkan tak mengalihkan pandangannya sedikitpun dari gadis itu. Gadis itu cantik, wajahnya senduh dan sedikit pucat, tubuhnya sedikit ringkih dan seperti membawa beban yang berat. Dia sepertinya juga sangat mencintai leeteuk oppa, melihat tatapan matanya yang sayu namun, menyiratkan banyak cinta untuk leeteuk oppa. Dan senyuman itu, kenapa kau memberikan senyuman itu padanya. Senyuman itu hanya untukku bukan.
“duduk disini saja ya, . .”ucap eunsoo di sebuah bangku yang tak jauh dari bangku dimana leeteuk oppa duduk, sangat jelas kulihat mereka dari sini
“ne, . .”jawabku singkat, entah kenapa tiba-tiba tenggorokanku tercekat, tak bisa mengeluarkan banyak kata-kata. Mataku juga mulai memanas ingin menangis rasanya. Ku coba menguatkan hatiku, aku harus kuat. Bukankah aku sendiri yang memintanya bersama dengan gadis itu, dan hidup bahagia bersamanya. Aku sendiri yang memintanya pergi dari hatiku, jadi aku tak akan menyesal.
“aku ingin mengatakan sesuatu saeya~, . .”ucap ensoo membuatku tersadar dari lamunanku dan mengalihkan pandanganku padanya
“ne , . .ceritakan saja soo~ya, kita kan teman, . .”
“aku, . .aku, . .em, ..aku sudah resmi menjadi yeojachingu donghae oppa, . .”
“mwo, .??jinja, .??kalian kan jarang sekali bertemu, bagaimana mungkin, .??ayo ceritakan padaku, .kau pasti sering ke dorm super junior ya, .??”candaku
“belakangan saat kau ke cina, aku semakin sering mengantarkan ramen ke dorm super junior, entah dari mana dia tahu semua tentangku, katanya dia sudah membuntutiku 2 bulan kebelakang, .”
“mwo, . .??”ucapku kaget
“lalu, 2 hari yang lalu, dia mengajakku ke namsan tower dan kami menuliskan perasaan kami masing-masing disana, dia lalu menyatakan perasaannya padaku. .”
“wow, . .so sweet, pergi ke namsan tower dan saling menuliskan pesan, ..chukkae soo~ya, .kenapa tak mengirimku pesan singkat, . .??”
“masih belum sempat saeya~, .lagipula sekarang kau sudah tahu kan, .??tak perlu mengirim pesan singkatpun, kau juga sudah tahu, .”ucapnya enteng sambil meringis, dengan wajah aegyonya yang dibuat-buat
“dasar kau ini, . .”balasku
“apa yang ingin kau ceritkan padaku, . .??”
“em, . .ku harap kau tak akan marah soo~ya, .aku, . .”

“apa, .??”
“aku, . .aku, . .aduh, kenapa susah sekali mengatakannya, . .”ucapku frutasi dengan diriku sendiri
“kau kenapa, .??mau menikah, .??”
“aniyo~, ..seenaknya saja kau ini, . .”sanggahku
“barang kali saja kau dijodohkan, lalu, . .??”
“aku, kau tahukan kehidupanku sehari-hari, aku ingin jujur padamu kalau aku ini, anak dari mr, Lee, .pemilik perusahaan lee corporation, .”
“hahahahahaha, . . .”dia hanya tertawa mendengar penjelasanku
“mwo, .??kenapa kau hanya tertawa, .??”ucapku heran
“siapa yang tidak tahu itu saeya~, anak kecil di korea pun pasti tahu, apalagi dengan beredarnya skandalmu dengan kibum beberapa waktu lalu, aku sudah mengetahuinya sejak lama saeya~, tapi aku hanya diam saja, karena bagiku, berteman denganmu tak perlu mempermasalahkan status sosialmu, bukankah begitu, .??”
“huaaaaaaaaah, . .gomawo soo~ya, you are the best, gomawo, . .”ucapku lalu memeluknya, tak kusangka dia akan mengatakan itu semua. Dia mengetahui semuanya dan tetap berpura-pura tak tahu. Tiba-tiba seseorang berdiri disebelah kami dengan wajah dingin dan tatapan misterius khasnya.
“bum~ah, . .”gumamku lirih, tak percaya bahwa dia ada disini disaat seperti ini, jarak tempat dudukku dan leeteuk oppa tak begitu jauh, ku rasakan aura bahagia yang terkesan aneh terpancar dari senyumannya. Apa yang sebenarnya dia rasakan, .??apa arti senyuman yang di pancarkannya itu, .??
“sudah berapa lama kau kembali saeya~, .??”
“baru beberapa jam yang lalu, . .”jawabku tanpa menatap wajahnya yang kini sudah duduk disampingku
“sepertinya aku harus kembali sekarang, jam istirahatku sudah habis, nanti saja kita ngobrol-ngobrol lagi saeya~, .”ucap eunsoo sambil beranjak dari tempat duduknya
“ne, . .sampaikan salamku untuk teman-teman yang lain, annyeonghaseyo, sampai jumpa nanti, . .”
“ne, .annyeonghaseyo saeya~, kibum~sshi, . .”ucapnya sambil membungkuk dan berlalu menghilang dari pandangan mataku. suasana hening beberapa saat, rasanya sudah sangat lama aku tak melihatnya. Jadi, perlu waktu untukku sedikit beradaptasi untuk kembali seperti dulu.
“mianhae aku meninggalkanmu saat ada skandal itu, mianhae, . .”
“kenapa tak ikut kembali bersama hyung waktu itu, .??”tanyanya dingin
“mwo , .??dari mana kau tahu, .??”
“sudah, jawab saja pertanyaanku, . .”
“mianhae, aku tak bisa, pikiranku kalut saat itu, aku hanya ingin segera menjauh dan mencari ketenangan, rasanya sangat berat menghadapi semuanya saat itu, . .”
“ne, gwenchana, . .”
“gomawo, . .”ucapku sambil tersenyum kearahnya yang masih menundukkan wajahnya
“apa yang kau rasakan sekarang saeya~, .??”
“mwo, . .??maksudmu, .??”
“apa yang kau rasakan setelah melihat semuanya, .??”
“apa maksudmu kibum~sshi, .??”tanyaku masih tak mengerti apa maksudnya
“apa yang kau rasakan setelah melihat hyung, .??melihatnya sudah jauh sekali dari sisimu, .??apakah kau tak merasa sedih, .??”
“aku juga tak tahu, sulit sekali dijelaskan, .”ucapku lalu menunduk, sudah tak dapat lagi ku tahan air mataku rasanya sudah sangat banyak tumpukkan air mata yang kucoba untuk tak jatuh, namun masih tetap saja jatuh, aku tak tahu kenapa tiba-tiba seperti ini. Seharusnya aku bahagia, dia sudah menemukan orang yang tepat disampingnya.
“bersandarlah jika kau mau saeya~, pundakku selalu ada untuk sahabatku, . .”
“ani~ gomawoyo, mianhae , .kenapa aku jadi cengeng begini, seharusnya aku senang bukan, karena dia sudah menemukan orang yang tepat untuknya, “gumamku sambil tersenyum miris agak dipaksakan,
“dasar bodoh, sudah jangan suka membohongi diri sendiri seperti itu, kau kira kau ini actress yang pandai berakting apa, .??aktingmu jelek sekali saeya~, .”candanya
“huh, . . .”dengusku sambil mengerucutkan bibirku,
“sudah, Jangan cemberut seperti itu, .”ucapnya sambil mengacak-ngacak rambutku dan membuat tatanan rambutku berantakan. Aku hanya bisa mendengus kesal dan menatap wajahnya malas-malasan. Suasana hening tiba-tiba menyeruak, menciptakan kecanggungan diantara kami. Kuarahkan pandanganku lurus kedepan, membuat mataku tak sengaja beradu dengan matanya, mata meneduhkan yang selalu kurindukan. Mata yang selalu membuatku kehilangan nafas sekaligus betah berlama-lama menatapnya. Sekejap aku merasa terbius dan susah bergerak saat melihatnya. Kenapa kau masih saja menatapku seperti itu, lihatlah ada seseorang disisimu, dialah yang sekarang denganmu, jangan menatapku seperti itu junsoo babo, kau membuatku semakin sulit lepas darimu.
“sudah, jangan terlalu lama menatapnya seperti itu saeya~, lebih baik sekarang kau pulang, beristirahatlah dan segera selesaikan skripsimu, . .”suara kibum menyadarkanku dari lamunanku sendiri.
“ne, . .aku pulang dulu, sampai jumpa lagi kibum~sshi, . .annyeonghaseyo, . .”ucapku sambil menunduk dan berjalan menjauh darinya yang masih duduk dibangku itu, bangku dibawah pohon besar yang asri dan menjadi saksi betapa terlukanya hatiku hari ini melihatnya yang sudah semakin jauh dari jangkauanku.

TBC

Mianhae telat publishnya, sebenernya uda kependem dari 2 hari lalu, tapi baru sempet publish, jadwal di kampus lagi menggila, jadi harus mencari luang. . .^___^
Gomawo yang uda nungguin, mianhae TBC lagi, sebenernya mau di pake part terakhir, tapi masih belum sampai, masih kurang, . .kekekeke~/plak
Part selanjutnya bisa ditunggu, kagak tahu juga kapan publishnya, .he6x, . .Insya Allah part selanjutnya itu part terakhirnya, jadi ditunggu aja ya, . .^___-
Insya Allah, kagak lama lagi, doakan saja ya readers tercinta, doakan saia bisa punya banyak waktu, dan tugas-tugas kampus dan organisasi cepet kelar, . .^____^
Gomawo buat yang uda baca, komen dan like, .
Don’t bashing me, because this is just imagination, . .^___^
Jangan lupa comen, your comen like E.N.E.R.G.Y
Big Hug N Chu for all, . .<3

2 thoughts on “.: Sateuk Couple: Ramen Nouna Saranghae ~Part Three~ :.

  1. kyaaaaa kibum oppa nongol hihihi *girang sndiri*

    onnie apa kabar ma eeteuk oppa ?

    hmm pnasaran saera onnie jngn sdih kan ada mbum *dtmpuk leeteuk oppa*
    leeteuk oppa knp g jemput saera onnie? hmm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s