.: KyuRin Couple: My Past to My Future(1/2) :.


Author: Ryezkyeanouna

Hyurin POV

Kupercepat langkahku untuk pulang, aku sudah tak sabar untuk sampai dirumah. Karena malam ini adalah perayaan malam tahun baru. Aku harus menyiapkan segala sesuatu untuk perayaan malam nanti, seperti tahun-tahun sebelumnya, aku selalu merayakan tahun baru di Namsan Tower bersama teman-temanku, meski kami tak memiliki pacar, namun setidaknya kami tetap bisa kesana bersama-sama.

“Aku pulang eomma, . .”teriakku di pintu masuk

“Ne, cepat ganti baju dan bantu eomma menyiapkan makan malam kita, . .”

“Ne eomma, . .”ucapku bergegas naik dan mengganti bajuku, rasanya bersemangat sekali hari ini.

***

“eomma aku berangkat dulu, ..”

“ne, hati-hati dijalan, . .”

“ne, ..annyeonghaseyo . . .”

“jangan pulang terlalu larut hyurin, . .”

“ne eomma, . .”

Perjalanan dari rumah ke Namsan Tower tidak terlalu jauh dan hanya memakan waktu 15 menit. Aku sengaja berjalan kaki untuk menikmati udara malam hari saat malam tahun baru seperti ini. Indah sekali, lampu warna-warni bertebaran disana-sini. Hiasan-hiasan khas tahun baru juga tak kalah mendominasi, memberikan suasana yang lain yang tak dapat dirasakan pada hari-hari biasa, dan selalu membuatku rindu menantikan malam seperti ini.

“Hyurin~ah, . .”panggil seseorang dari kejauhan, dari suaranya aku bisa menebak kalau dia adalah caesa sahabatku.

“Caesa~ah, . .”teriakku sambil melambaikan tangan padanya yang jaraknya lumayan jauh dariku, jalanan malam ini ramai sekali dengan hiruk-pikuk orang-orang yang berlalu lalang menuju tujuan masing-masing. Namun, kebanyakan yang aku temukan adalah pasangan-pasangan kekasih yang berjalan menuju arah yang sama sepertiku, yakni Namsan Tower. Tempat ini memang tidak begitu romantis, namun aura cinta yang muncul di tempat ini membuat siapa saja merasa tenang disana. Tempat yang menyimpan banyak cinta, itulah pemikiran setiap orang yang mendengar namanya. Meski sungai han tetap tak terkalahkan.

“kajja, nanti kita ketinggalan pesta kembang apinya, . .”ajaknya sambil menarik tanganku, dia memang selalu bersemangat seperti ini. Itulah yang kusuka darinya, mendengar tawanya membuatku selalu bersemangat.

‘BRUUUUK’

Kurasakan tubuhku limbung dan menyetuh jalan, ada seseorang yang menabrakku.

“gwencahana, .??”Tanya caesa padak

“ne , ..”

“dasar orang ceroboh, seenaknya saja lari setelah menabrak, .”

“aww, . .”kurasakan ada darah mengalir di siku tanganku, siapa yang menabrakku tadi. Aku tak dapat dengan jelas melihat wajahnya, wajahnya ditutupi dengan masker dan topi yang membuatku tak mendapatkan cela untuk mencerna lekuk wajahnya.

“wae, .??”

“sikuku, ..”ringisku kesakitan

“kita pulang saja kalau begitu, ..”ajak caesa padaku

“andwae, ..kita harus melihat kembang apinya, ..”

“tapi, ..”

“gwencahana, hanya luka sedikit, .”ucapku sedikit berbohong sambil masih meringis menahan rasa sakit yang menjadi

“tapi, darahnya, ..”

“tenang saja, hanya perlu disumbat agar tak terus mengalir kan, aku bawa sapu tangan, ayo ikatkan, .”

“kau ini, ..”dengusnya sambil meraih sapu tangan dari tanganku dan membulatkannya di sikuku,

“kajja, sepertinya kita sudah akan telat, . .”

“Ne, . .”

Aku tak mau melewatkan setiap malam tahun baru. Rasanya akan ada yang mengganjal jika aku melewatkan satu malam tahun baru saja.

“1. . .2. . .3. . .”tepat pada hitungan ke tiga, nyala kembang api dan suara menggelegar dimana-mana,

Kyuhyun POV

Hanya dari sini aku bisa menatapnya, sosok yang baru saja ku lukai sikunya karena kecerobohanku. Wajah yang sudah sejak lama aku rindukan kehadirannya. Bertahun-tahun aku mengagumi sosoknya. Meski dia tak menyadarinya, yang terpenting bagiku, aku bisa menatapnya itu sudah cukup. Memperhatikan sosoknya meski dari jarak yang jauh sekalipun, asal aku masih bisa melihat senyumnya, rasanya sudah sangat cukup bagiku. Ku arahkan senjataku ke arahnya, mencoba membidik sasaranku, objek yang selalu membuatku enggan melepaskannya. Dia adalah objek ciptaan tuhan yang paling sempurna menurutku, karena hanya ada dia di mataku dari dulu hingga saat ini.

‘DUAAAAAR’

Suara kembang api membangunkanku dari lamunanku,

‘indah sekali’ gumamku

Kilauan cahaya berwarna-warni dengan berbagai macam bentuk, melukis langit malam. Menambah kilauan indah malam hari mengiringi bintang.

***

Hyurin POV

Aku terbangun dari tidurku, lelah sekali rasanya. Sudah hampir akhir tahun, cepat sekali. Rasanya baru kemarin aku merayakan malam tahun baru, dan sekarang sudah akan tahun baru lagi. Hari ini, hari libur terakhir musim panas, dan kuputuskan untuk mencari beberapa buku. Tak tahan rasanya kalau tak membaca buku saat waktu luang. Meski sekarang sudah banyak internet, tapi aku lebih suka membaca buku, tapi kadang-kadang aku juga akan berselancar di dunia maya.

Ku bersihkan diriku, dan mengganti pakaianku dengan terusan berwarna peach dan cardigan senada. Kubiarakan rambutku tergerai.

“eomma, appa, aku mau keluar sebentar ya, .” ucapku saat ku dapati eomma dan appa di ruang keluarga, dongsaengku belum bangun sepertinya.

“mau kemana lagi kau hyurin, .??bukankah ini hari libur terakhirmu, besok kau sudah mengajar lagi, .??”

“aku mau membeli beberapa buku eomma, .”jawabku sambil mencomot beberapa roti di meja makan dan mengoleskan selai strawberry favouriteku di atasnya

“kalau begitu, aku belikan kaset game terbaru di toko game langgananku ya noona, .”ucap Taewoo di tangga sambil mengucek-ucek matanya, sepertinya anak ini baru saja bangun tidur

“kau ini, baru bangun tidur, sudah memikirkan game, dasar , . .”kujitak kepalanya saat dia duduk disebelahku dan akan mengambil roti

“Appo , . .ayolah noona, sekali-sekali belikan aku kaset game, kau ini pelit sekali tak pernah membelikan aku kaset, .”

“yak~, . .sudahlah, nanti kalau aku ingat akan kubelikan, kirimkan saja nama kaset yang kau mau, aku berangkat dulu, .annyeonghaseyo, .”

“hati-hati ya, . .”

“ne, . . .”

Ku langkahkan kakiku menyusuri jalanan kota seoul yang masih lenggang ini. Kuputuskan untuk naik bis saja, aku tak mau membuang terlalu banyak uang untuk naik taksi, lagipula naik bus juga sama saja rasanya, asalkan bisa sampai ketempat tujuan. Hanya memakan waktu 35 menit, dan akhirnya aku sampai di pusat perbelanjaan, tak perlu berlama-lama, langsung saja aku masuk dan mencari beberapa buku di toko buku tempatku biasanya memburu beberapa jenis buku. Terlalu banyak judul buku yang menggugah selera membacaku, hingga aku harus menimbang-nimbang memilih yang mana. Sampai akhirnya kuputuskan untuk membeli 2 buku fiksi dan 2 buku non fiksi. Dari synopsis yang ku baca, 4 buku ini yang paling mengena dihatiku. Ku lanjutkan perjalanan selanjutnya, membeli kaset game untuk dongsaengku, ku cari nama kaset yang dimaksudnya di pesan singkat yang dia kirim. Saat tangaku berhasil meraihnya tiba-tiba

“eh, . .bisakah kau berikan kaset ini, .??”ucapku

Kyuhyun POV

“eh, . .bisakah kau berikan kaset ini, .??”ucapnya

Gadis ini, kenapa aku harus bertemu dengannya disini.

“kau ini, yeoja kenapa main game, .??game ini hanya untuk laki-laki, .”ucapku ketus

“mwo.  ,??mianhae, .em, . .”

“wae, .??”kulihat ekspressi kebingungan diwajahnya, apakah dia bisa mengenaliku, aku sudah membuat penyamaran, apakah mungkin dia bisa mengenaliku

“gwenchana, bisakah kau berikan kaset ini untukku, kaset ini bukan untukku, .”

“jangan harap, aku sudah mencari kaset ini berhari-hari, .”ucapku lalu mengambil kaset itu dari tangannya dan berjalan menjauhinya menuju meja kasir dan membayar kaset tersebut.

“dasar namja menyebalkan, tak mau mengalah dengan yeoja, .”gumamnya sambil berjalan disebelahku, dan keluar dari toko game

Aku hanya tersenyum simpul mendengarnya, yeoja ini masih saja seperti dulu, tak berubah. Selalu cuek dengan perasaan orang lain yang tak dia kenal. Sebentar lagi malam tahun baru, dia pasti akan pergi kesana lagi. Kali ini aku berniat memberikannya malam tahun baru yang berbeda untuknya.

Hyurin Pov

Dasar namja misterius yang menyebalkan, sudah menutup wajah seperti teroris, masih saja ketus dan tak mempedulikan perasaan orang lain

hah, .sudahlah, lagipula bukan aku yang membutuhkan kaset game itu kan, tapi tetap saja apakah dia tak bisa bersikap sedikit manis pada yeoja, menyebalkan sekali dia ini. Ingin ku jambak saja rambutnya. Menyebalkan, semoga saja aku tak akan bertemu dengan namja seperti dia lain kali, membuatku gemas saja, untung aku tak mencakar wajahnya sampai berdarah-darah tadi. Ku telusuri jalan menuju halte, aku ingin segera sampai rumah dan membaca buku yang baru saja kubeli.

Kyuhyun POV

“aku pulang, . .”teriakku saat sampai di rumah

“dari mana kau kyu, . .”Tanya ah-ra onnie

“membeli kaset game, wae, .??”

“kaset game lagi, .??sudah berapa kali kubilang, jangan main game lagi, .”

“sudahlah onnie, jika sudah saatnya pasti semuanya akhirnya akan gelap, . .”

“kau, . .”

Kulangkahkan kaki menuju kamar, dan meninggalkan onnieku ditempatnya. Rumah terlihat lenggang, eomma mungkin sedang keluar. Aku tak pernah menyesal terlahir seperti ini, meski aku tahu tak lama lagi aku akan kehilangan bola mataku. yasudahlah, meski begitu aku tak akan menyia-nyiakan semuanya.

Hyurin POV

Akhirnya sampai juga aku dirumah, rumah terlihat sangat lenggang. Kemana mereka semua.

“eomma, . .Appa, . . Taewoo, . .”teriakku, namun tetap tak ada jawaban

“mungkin sedang keluar semua orang-orang ini, . .”gumamku dan kuputuskan untuk naik ke atas, aku ingin merebahkan tubuhku. Lelah sekali rasanya seharian jalan-jalan di pusat kota seperti tadi. Ku raih tanganku mengambil kalender yang ada di meja sebelah ranjangku,

“2 hari lagi ya, . .kenapa cepat sekali, membuatku akan semakin tua, .”gumamku setelah melihat lingkaran merah yang melingkari sebuah angka, tahun baru lagi, tak apalah, yang penting aku bisa jalan-jalan ke Namsan Tower, meski sebenarnya aku bisa jalan-jalan kesana tanpa menunggu tahun baru, tapi rasanya beda sekali jika kesana saat tahun baru. Tempat itu, seperti menyimpan sesuatu yang sangat membuatku rindu untuk kembali kesana.

***

_Namsan Tower_

Malam ini malam tahun baru, seperti tahun-tahun sebelumnya, aku akan ketempat ini. Namun, malam ini aku sendiri, Caesa sedang ada di Busan, ada tugas kantor yang harus ia selesaikan disana. Kami memang berbeda profesi. Dia bekerja disebuah kantor pemerintahan dan aku menjadi seorang pengajar disalah satu sekolah. Karena aku sendiri, kuputuskan untuk mencari beberapa kesibukan. Baru saja aku akan duduk disalah satu bangku di Namsan Tower, tiba-tiba ada seorang anak kecil yang menarik-narik baju bawahku, sambil menyodorkan bunga mawar merah.

“untuk aku, .??”tanyaku

“ne, . .ini untuk kakak, . .”ucapnya polos lalu berlari menjauh dariku, apa maksudnya.

Tak lama setelahnya, ada lagi anak kecil yang melakukan hal yang sama. Semakin lama, semakin banyak yang melakukan hal tersebut. Hingga kini, ku dapatkan seikat mawar. Siapa yang melakukan ini, mana mungkin anak-anak itu melakukan hal seperti ini, karena keinginannya sendiri.

“hana, . .dul, . .set, . .”ucap seseorang dihadapanku dan menyodorkan setangkai bunga mawar tepat disaat kembang api tahun baru meluncur dan mewarnai langit dengan kilau cahayanya.

“Nugu, ..??”tanyaku bingung dan salah tingkah

“cho kyuhyun imnida, . .masih ingat dengan namja yang menabrakmu 1 tahun lalu disini, .??”

“Ne, . .??”

“itu aku, . .”

“lalu, . .”

“bisa duduk disini, dan bicara sesuatu, . ??”ucapnya sambil berjalan mendekati sebuah bangku dibelakangku

“ne, . .apa yang ingin anda bicarakan kyuhyun~sshi, . .”

“Ne, .Hyurin~sshi, .aku, . .”

“em , .maaf sebelumnya dari mana anda tahu namaku, .??”tanyaku memotong pembicaraannya

“kau tak mengenalku, .??”tanyanya dengan senyum yang sulit diartikan

“heh .  .apakah kita pernah bertemu sebelumnya, .”

“aku kakak kelasmu saat kita di SMA Kyunghee dulu, . .”

“ah, . .sunbaenim, mianhamnida, aku tak pernah memperhatikan lingkunganku, . .”

“ne, gwenchanayo, . .setidaknya kau sudah bisa melihatku saat aku seperti ini, . .”ucapnya lirih

“Ne, . .”kucoba memastikan maksud ucapannya

“ani, . .gwencahana, . .”

“Saengil Chukkae, . .bukankah hari ini ultahmu, .??”

“ah, . .dari mana anda tahu, .??”

“em . . tertulis di dahimu, . .”

“ah, . .jinja, .??”ucapku terkejut, orang ini aneh sekali. Kenapa dia bisa tahu semua hal tentangku.

Kyuhyun POV

Ku rasakan pandanganku sedikit kabur, akhir-akhir ini aku memang sudah mulai merasakan efek dari virus yang bersarang di bola mataku. mereka sepertinya sudah berhasil melumpuhkan system penglihatanku. Aku tak tahu berapa lama lagi aku akan bisa melihat.

“lain kali ikutlah aku, . .”

“ne, . .??kemana, .??”terlihat ekspressi kaget dari siratan matanya

“kesuatu tempat yang indah, . .”ucapku misterius

Aku ingin menghabiskan waktuku sebelum aku benar-benar tak bisa melihat bersamanya, setidaknya saat semuanya menjadi gelap, aku hanya akan mengingat senyumnya yang juga akan membuatku tersenyum.

“lalu, apa maksudnya bunga ini, .??”

“Saranghae, . . .”

“mwo,. .??jangan bercanda di malam tahun baru seperti ini, kyuhyun~sshi”

Hyurin POV

“mwo,. .??jangan bercanda di malam tahun baru seperti ini, kyuhyun~sshi”

Apa orang ini sudah gila, apa maksudnya mengatakan itu, berkenalan saja baru beberapa menit yang lalu, dan sekarang dia bilang dia mencintaiku. Apa otaknya sudah tak waras, .??

“aku tak bercanda hyurin~sshi, aku tahu semua tentangmu, aku tahu apa makanan favouritemu, aku tahu bunga yang selalu kau beli saat pagi hari, aku tahu apa saja yang kau kerjakan selama tidak mengajar, aku tahu semua tentangmu, dan aku juga tahu bagaimana caramu menghabiskan setiap malam tahun baru, . .aku selalu mengikutimu tanpa kau sadari hyurin~sshi, . .”

“kau gila, . .”ucapku ketus dan beranjak dari tempatku untuk segera meninggalkannya

“kajima, . . .”cegahnya dan berhasil meraih tanganku dan memaksaku menghadap kearahnya

“lepaskan aku, . .”

“ani~ aku tak akan pernah membiarkan orang yang kusayangi pergi dariku, . .”dia lalu berlutut dihadapanku, “aku mohon jangan pergi dariku hyurin~sshi, saranghaeyo, . .jeongmal saranghaeyo, . .”

“tapi, kita belum saling mengenal kyuhyun~sshi, aku belum mengenalmu seutuhnya, dan aku masih belum yakin, aku akan mencintaimu setelah ini, . .mianhae, . .”kulepaskan tangannya dan berlari sejauh mungkin darinya. Apa maksudnya mengatakan itu semua, dasar gila.

Kyuhnyun POV

Sudah kukira bahwa dia akan mengatakan itu, aku hanya bisa terduduk lemas disini, dibangku yang sama. Aku masih mengumpulkan seluruh tenagaku untuk menerima kenyataan. Aku harus berjuang untuk menyakinkannya, aku harus bisa mendapatkannya. Tak akan kubiarkan sisa hidupku terbuang sia-sia karena tak dapat melihat senyumnya disampingku. Takdirku adalah disisinya dan takdirnya adalah disisiku, itulah yang ku yakini sekarang.

“kajja, .kita pulang, . .”kudapati suara seorang wanita yang sudah sangat kukenal, onnieku ini memang selalu mengikutiku kemanapun aku pergi, dia terlalu khawatir padaku, hingga tak tega membiarkanku pergi sendiri.

“onnie, .selalu saja mengikutiku, . .”ucapku sedikit jutek

“dasar babo, kau pikir aku akan tinggal diam dirumah saat dongsaengku sedang dalam keadaan seperti ini, . .”ucapnya sambil menjitak kepalaku pelan

“ah, . .ne, . .arasseo, tapi jangan terlalu mengkhawatirkanku seperti itu, . .”

“sudah,  ..sudah, . .ayo pulang, . .”

Hyurin POV

Sudah 1 minggu sejak kejadian malam itu, kini setiap pagi selalu saja ada kiriman bunga dari orang yang sama, ‘cho kyuhyun’. Apa yang sebenarnya diingikan namja ini, kenapa tak ada habis-habisnya menggangguku. Hari ini jadwal mengajarku penuh dan sepertinya aku akan pulang larut, kusiapkan semua keperluan yang harus kubawa, tak lupa bekal buatanku sendiri. aku lebih suka membawa bekal sendiri dari rumah, dari pada harus membeli makanan cepat saji yang terjual dijalan-jalan.

“eomma aku berangkat, . .”

“ne, . .hati-hati dijalan, . .”

“ne, . .annyeonghaseyo, . .”

Baru saja aku keluar dari rumah, tiba-tiba ada seseorang yang memanggilku

“mau aku antar, . .”sapa seseorang dibelakangku, dan membuatku secara spontan menolehkan wajahku kearahnya

“ne .??”ucapku bertanya-tanya

“aku akan mengantarmu, . .”

“kenapa kau selalu saja menggangguku kyuhyun~sshi, aku tak suka diikuti seperti ini, dan 1 lagi, .apa maksud bunga-bunga itu, .??dan darimana anda tahu alamatku, . .??”runtukku padanya, aku sudah kehilangan kesabaran menghadapinya

“kenapa banyak sekali yang harus aku jawab, bukankah semuanya sudah pernah ku katakan, .??”ucapnya sambil berjalan mendekatiku dengan seringainya yang membuat detak jantungku melaju dengan derap yang sangat mengerikan untuk didengarkan.

“dan bukankah, aku telah menjawabnya, .??”

“aku hanya mencoba, karena aku yakin, aku akan bisa memenangkan hatimu, . .”

“kau memang benar-benar gila, .”gumamku lalu berjalan menjauh darinya, lama-lama berada didekatnya membuatku tak bisa mengendalikan system kerja jatung dan organ-orang tubuhku yang lain, seperti ada salah satu saraf yang terputus dan mengacaukan seluruh system kerja organ-organku. Ya Tuhan, makhluk macam apa dia itu, mengerikan sekali berada didekatnya, meski sebenarnya cukup bisa membuatku nyaman. Kurasakan ada derap kaki yang mengikuti langkahku, kutolehkan wajahku dan berhenti berjalan. Kudapati wajahnya yang hampir menabrak wajahku karena sikapku yang tiba-tiba.

“tuan Cho, bisakah anda tidak menggangguku, .??”

“em, . .siapa yang mengganggumu, bukankah ini jalan umum, .??aku kan ingin jalan-jalan disini, apakah perlu membayar pajak dulu pada anda baru aku boleh jalan disini, .”jawabnya sekenanya dengan wajah inncence

“ah, . .terserah kau saja, lama-lama berbicara denganmu bisa membuatku ikut-ikutan gila, . .”ucapku lalu melanjutkan perjalananku.

Kyuhyun POV

Seharian ini aku memperhatikannya dari tempat ini, sebuah tempat yang sangat memungkinkanku untuk melihat semua aktifitasnya diluar kelas, seperti saat dimana dia belum mengenalku dulu, ditempat inilah aku biasanya menghabiskan waktu mengambil gambarnya, dan memperhatikan senyumnya yang entah sejak kapan menjadi nafasku. Wajahnya sudah seperti candu yang akan membuatku kesakitan saat tak dapat melihat senyumnya. Tiba-tiba kurasakan semuanya gelap, aku mulai tak sanggup menahan tubuhku, dan kurasakan tubuhku terjatuh, dan aku tak tahu apa yg selanjutnya terjadi padaku.

TBC

Annyeonghaseyo, . .^^
Author jalang datang, . . .:D

Sudah lama hilang dari peredaran jadi kangen banget sama readers tersayang, ..:*
mianhae blum bisa menyelesaikan FF yg pertama, ini FF mau memenuhi permintaan nenek a.k.a my friend, .ha6x, .^^

Insya Allah minggu depan saia publish part terakhir dari Ramen Nouna, . .

doakan saja tugas saia kagak numpuk gila, . .he6x, . .:D

jangan lupa comen ya sayang,. . .^^
*big Hug N Chu*

5 thoughts on “.: KyuRin Couple: My Past to My Future(1/2) :.

  1. Annyeong oenni ! hmmm mianhae oenni aku baru baca stlah berhari2 lalu kau mmbri alamat blogmu kekeke ! oenni ff.a keren kyu kna penyakit mata apa ? apa dia rabun *sotoy* plakkk !! hyunrin kaek.a ska jg ma kyu .bukti.a dia deg2an g2 ! kekeke mau koment apa yah .. mau minta lanjutan dah lanjutan.a ! hmmm minta kyu popo aku aja deh #plakk

    • annyeong saeng ,.
      ne, gwenchana, itu si Kyu kena virus matanya, bukan katarak saeng, tapi sebuah virus, namanya apa ya, aku lupa, .he6x, ./plak
      pkoknya itu virus bisa makan bola mata si probandus a.k.a penderita, biasanya karena iritasi berlebih, kadang sampe keluar sel darah putih yg membusuk^^v

      *kasih kyu ke kamu

      sekali lgi makasih sudah mampir ya saeng, ..
      *chu

  2. ini toh ff onnie yg ttg kyu mian aku g teliti fokus ke saeteuk couple mian *bow*

    kyuhyun oppa T_T
    knpa nasibmu begitu nak hiksss
    oppa yg kuat yaa gak ada hyunra onnie kn masih ada aku *plaaaak*

    ok hyunra onnie buka hatimu buat si abang yya ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s