.: Kyurin Couple: My Past to My Future (2/2) :.

minho

Kyuhyun POV

Seharian ini aku memperhatikannya dari tempat ini, sebuah tempat yang sangat memungkinkanku untuk melihat semua aktifitasnya diluar kelas, seperti saat dimana dia belum mengenalku dulu, ditempat inilah aku biasanya menghabiskan waktu mengambil gambarnya, dan memperhatikan senyumnya yang entah sejak kapan menjadi nafasku. Dan entah sejak kapan juga, semua itu menjadi sebuah kebutuhan yang menuntutku untuk segera ku penuhi, waktu yang kupunya untuk melihatnya sangat terbatas. Dan itu membuatku kian tak sanggup melepaskan pandangan mataku darinya, merekam setiap gerakannya dalam otakku adalah jalan satu-satunya untukku dapat bertahan untuk tetap hidup saat cahaya ini surut untukku.

_01 Januari 2011_

Hyurin POV

Kemarin malam tahun baru, dan ini sudah 1 tahun lebih 1 hari aku menunggunya, sejak kejadian hari itu, dia tak menampakkan batang hidungnya sedikitpun didepanku. Sedangkan kiriman bunga selalu saja datang seperti biasanya. Seperti pagi ini,

“Hyurin~ah, ireonaaaaa, . .ini sudah mau jam 9, dan apakah kau masih mau tidur” suara eomma benar-benar memekakan telingaku

“Ne eomma, aku sudah bangun” balasku setengah berteriak dari dalam kamar

“cepatlah turun, kiriman bungamu ini menyusahkan eomma”

“ne, arraseo eomma” terdengar derap langkahnya meninggalkan pintu kamarku

Sedikit ku benarkan beberapa anak rambutku yang tak beraturan letaknya, dan mengikatnya agak keatas.

“OMO~ apa-apain ini eomma” teriakku setengah kaget saat mendapati banyak sekali bunga memenuhi ruang tamuku. Segera kulihat siapa pengirimnya, seperti yang sudah kuduga dari tadi, dia pengirimnya. Bunga-bunga ini bunga yang sama seperti bunga yang selalu kuterima setiap hari, tapi tentu saja tidak dalam jumlah yang sebanyak ini.

‘cho kyuhyun, akan ku cari kau, berani-beraninya merusak tatanan rumahku’ geramku dalam hati.

Baru saja aku melangkah menjauh dari kerumunan bunga-bunga yang sudah sangat menyesakkan itu. Aku menemukan sesuatu yang tak biasa aku dapatkan, sebuah rangkaian bunga dengan warna dan jenis yang berbeda, kucoba untuk mendekati rangkaian bunga yang menarik minat serta perhatianku. Kucoba menebak dalam hati, siapa yang mengirimkannya untukku. Langkahku agak tersendat karena banyaknya bunga yang menghalangi jalanku maraihnya. Semoga saja bunga tersebut dapat memberikanku sesuatu, entah apapun itu. Kucoba meraih amplop yang terselip diantara rangkaian-rangkaian indah si bunga.

‘please comin to Namsan Tower Tomorrow morning at 10.00 KST , I  wanna say something important to you. It’s about my brother Cho Kyuhyun. Just stand where do you look at him for the first time’

Best Regrad,

Cho Ah Ra

Seperti mendapat tiupan angin segar, aku hanya bisa berdiri mematung setelah membacanya, tanganku terasa melemas dan reflex menjatuhkan amplop yang sedari tadi erat bersandar diantara jemariku. Besok, aku akan menemukannya, menemukan jejaknya. Memang rasanya berebihan apa yang aku rasakan saat ini, tapi semua terasa sangat melegakan rongga dadaku yang sempat tertimbun bertumpuk-tumpuk tanda tanya atas keberadaanya.

at 10.00 KST

sudah sejak 10 menit yang lalu aku menunggu disini, sesuai isi surat yang kuterima kemarin, aku memenuhi pemintaannya. Meski aku tak tahu, apakah itu surat kaleng ataupun bukan. Aku tetap menunggu, aku butuh kejelasan atas keberadaannya, lagipula aku ingin menanyakan apa maksudnya mengirimkan surat itu dan tiba-tiba menghilang begitu saja dari peredaran. Dan juga untuk memenuhi tangki oxygenku yang tiba-tiba saja menipis saat tak mendapatinya mengikuti langkah kakiku lagi.

“annyeonghaseyo”ucap seorang wanita berdiri didepanku, perawakannya cantik dengan rambut panjang digerai, long dress selutut dan cardigan berwarna senada membuat kulitnya terpancar bak putri.

“Annyeonghaseyo”

“benarkah kau hyurin??”

“Ne, Lee Hyurin Imnida, nuguyo??”ucapku bertanya-tanya, berusaha memastikan kalau dia benar-benar orang yang  kutunggu

“Cho Ahra imnida, aku kakak kyuhyun”ucapnya memperkenalkan diri sembari mengulurkan tangannya

“oh ne, cheom bangapseumnida noona”

“ne, cheom bangapseumnida, sepertinya kita langsung saja menemuinya”

“ne??”ucapku spontan dengan ekspressi kaget yang agak berlebihan

“sudahlah, ayo ikut aku”ajaknya lalu berjalan mendahuluiku, aku yang masih diselimuti berbagai macam pertanyaan, hanya bisa mengikuti langkahnya.

“masuklah”perintahnya saat kami berhenti didepan sebuah mobil yang mewah

“tapi, kita, . . .”

“masuklah, dan kamu akan segera mengetahui jawabannya, aku tak akan melukaimu noona” ucapnya galak,

Bagaimana bisa aku bertemu dengan iblis wanita seperti ini. Kemarin adiknya yang selalu mengusik hidupku, dan sekarang aku bertemu dengan kakaknya yang juga sama-sama iblis dengannya. Oh God!!kesalahan apa yang sudah kubuat dimasa lalu hingga aku menemukan kesusahan seperti ini.

“cepatlah masuk lee hyurin~sshi, susah sekali mengajakmu. Aku benar-benar tidak akan melukaimu, percayalah” lanjutnya seolah bisa membaca pikiranku, dengan pasrah aku masuk kedalam mobil tersebut.

Rasa penasaran akan keberadaannya saat ini membuat tubuhku mau bergerak mengikuti ketidakpastian ini. Mungkin dengan cara seperti ini aku bisa menemukamu cho kyuhyun. Sepanjang perjalanan hanya ada kesunyian, ahra noona hanya diam dan mengendarai mobil dengan santai. Garis muka sempurna tergambar jelas disana, semburat-semburat diamnya sama seperti milik pria itu. Mereka seperi pinang dibelah dua kalau kuperhatikan dari arah samping seperti ini.

“jangan terlalu lama memandangku seperti itu, “ ucapnya membuatku tersadar dari lamunanku, tak kusangka dia menyadari mataku yang sedari tadi tertuju kearahnya,

“ah, mianhamida”

“gwenchana, sudah berapa kali kau bertemu dengan adikku?”tanyanya tanpa memandang kearahku dan tetap mengarahkan pandangannya kedepan

“em. . .mollayo noona, yang terakhir kali saat dia memberikanku surat ini. setelah itu, dia tidak pernah muncul lagi dihadapanku sesuai dengan janjinya” jelasku sambil memandangi selembar kertas dengan lipatan berbentuk hati ditanganku, surat yang diberikan namja itu sebelum dia menghilang 1 tahun lalu. Tak terjadi percakapan apapun setelahnya, kami menikmati perjalanan dalam diam, sibuk hanyut dalam pikiran masing-masing.

“sampai” gumamnya pelan

Membuatku terbangun dari ingatan masa laluku, berusaha mencerna keadaan yang ku alami sekarang, menumpulkan tenaga untuk bisa turun dan masuk kedalam sebuah bangunan yang aku sendiri tak mengerti ini apa. Seperti sebuah rumah sakit yang bangunannya sudah cukup tua. Dengan berusaha bergelut mengalahkan pikiranku sendiri, aku terus berjalan mengikuti langkah wanita didepanku. Dia terlihat begitu menghafal setiap belokan di tempat ini, membuatku sedikit kualahan mengikuti langkah cepatnya, dia juga terlihat begitu akrab dengan beberapa wanita berseragam seperti suster yang berlalu lalang membawa papan kecil ditangannya. Akhirnya kami berhenti di salah satu kamar yang berada tepat diujung lorong panjang yang disinari cahaya matahari dari atas lorong yang atapnya terbuat dari kaca.

“kuharap kau tak mengeluarkan sepatah katapun sebelum aku memberimu aba-aba, cobalah untuk menguatkan hatimu Hyurin~sshi” pesannya sebelum membuka pintu sambil menepuk-nepuk pundakku, terdengar sangat berat saat dia mengucapkannya, seolah ada beban berat yang bertengger dipundak dan bibirnya. Bulir-bulir air mata seperti mencoba berontak untuk segera keluar dari ujung mata indahnya, namun ia tahan. Dibukanya pelan pintu ruangan tempat kami berdiri untuk beberapa saat tadi.

Tak dapat kulukiskan apa yang kulihat saat ini, sebuah ruangan agak besar dengan banyak sekali hasil jepretan foto tertempel disana-sini, terlihat sekali bahwa foto ini diambil secara sembunyi-sembunyi dan yang membuatku semakin bertanya-tanya adalah gambar yeoja yang terpajang difoto itu, dengan berbagai macam situasi dan tempat yang berbeda, dan bagaimana wajahku bisa disini.

“noona” gumam sebuah suara dari salah satu ujung, tak dapat kulihat jelas wajahnya, karena arahnya menghadap sekarang membelakangi kami

“ne, aku disini. Bagaimana kabarmu hari ini?” balas ahra noona menanggapi suara heran barusan. Membaut pria yang sedari tadi tak melihat kearah kami itu, berbalik dan menatap tepat kemataku.

“Cho Kyuhyun” gumamku pelan yang hanya menimbulkan bisikan kecil yang hanya bisa kudengar. Wajahnya rapuh, tergambar jelas lingkar hitam mengitari matanya. Dan anehnya dia tidak menanggapi kehadiranku, dia hanya memperlihatan ekspresi datar saat menatapku. Dia tak meresponku, tak menyapaku sedikitpun, apa dia sudah tak mengenaliku. Tapi, semua gambar ini, rasanya sangat mustahil kalau dia tak mengenaliku. Lantas mengapa hanya ekspresi diam yang dia berikan saat menatapku. Ataukah dia??tidak mungkin.

“andwae, . .andwae, . .” bisikku pelan sambil menggeleng-gelengkan kepalaku dan berlari keluar. Berlari dan terus berlari menemukan tempat untuk meluapkan semua rasa kecewaku atas tanggapanya terhadapku.

Dia sudah melupakanku, tak mengenaliku lagi. Apakah dia benar-benar marah hingga menghapusku dari ingatannya. Begitu tak berarti kah aku? Lantas apa maksud dari surat yang ia berikan waktu itu padaku. Kulihat ahra noona berlari kecil mendekatiku, kudengar nafasnya memburu saat ia sudah ada didepanku. Diambilnya tempat disebelahku yang masih kosong.

“uljima, aku sudah menahan diriku untuk tak menangis. 1 tahun ini kucoba menerima kenyataan bahwa cepat atau lambat, aku pasti akan mengalami ini” gumamnya sambil mencoba menerawang “Dulu saat dia masih kecil, dia sering sekali mengalami iritasi mata saat musim pancaroba, matanya selalu mengalami iritasi yang berlebihan. Dan hal itu terus berlanjut saat dia masuk sekolah menengah akhir, hingga saat dia masuk universitas matanya kian mengalami iritasi yang berlebihan ditambah lagi dengan hobinya memotret dan bermain game yang tak mengenal waktu. Sampai akhirnya dokter memvonis ada virus yang sedang menjalari bola matanya. Hari demi hari virus itu semakin memakan bola matanya, membuat kerusakan yang sangat fatal pada indera penglihatannya. Perlahan tapi pasti dia mulai kehilangan sebagian dari bola matanya, dan tepat 1 tahun yang lalu, virus itu tak lagi memberikan kesempatan padanya untuk tetap melihat dunia yang indah ini. Berbagai upaya telah kami coba untuk membuatnya mau melakukan pencangkokan mata. Tapi, dia selalu menolaknya, dia selalu bilang ‘tak ada gunanya melakukan operasi pencangkokan bola mata kalau gadis yang ia cintai tak pernah mau menerimanya’. Kami sudah sangat lelah menghadapi sikap keras kepalanya” ditariknya nafas dalam-dalam, mencoba membuang semua beban yang menumpuk dipundaknya. “oleh karena itu aku mencarimu, berharap kau mau memberikannya sebuah semangat agar dia mau meneruskan hidupnya lagi, setelah dia menemuimu 1 tahun lalu, dia langsung pindah ketempat ini. Tempat ini adalah rumah sakit tempatnya dirawat waktu kecil, dan disinilah dia menemukan gadis mungil itu menangis saat dia akan diperiksa oleh dokter. Dan tahukah kau, gadis itu adalah engkau Lee Hyurin~sshi, garis mukamu tak berubah sejak kau kecil”

Aku hanya bisa membatin dan terus menerus meruntuk diriku sendiri atas semua kejadian ini. Bagaimana mungkin ada sebuah kebetulan yang sangat tak masuk akal seperti ini. Dia pernah melihatku dan aku tak pernah sekalipun merasa pernah menemukannya disini, bahkan tempat ini terlihat sangat aneh dimataku. Dia tahu semua yang aku bahkan tak mengetahui tentang diriku sendiri.

“apakah kau tak mengingatnya hyurin~sshi?” lanjutnya bertanya padaku

“aku bahkan sangat asing dengan tempat ini noona, rasanya aku tak pernah ketempat ini”

“ya sudahlah, ini bukanlah sesuatu yang penting, sekarang maukah engkau membantuku?”

“apa yang harus ku lakukan? Jujur masih ada perasaan tak bisa menerima dari dalam diriku, semuanya terasa seperti dibuat-buat. Aku bahkan tak bisa mengingat apa saja yang telah kualami dimasa lalu, semuanya terasa janggal untukku” ucapku sambil mengacak-ngacak rambutku frustasi

“kau hanya perlu membujuknya hyurin~sshi, mungkin dengan mendenga suaramu, dia mau mengubah pikirannya, dan jika kau benar-benar tak mencintainya, kau boleh pergi dan menemukan kebahagiaanmu, tapi kumohon selamatkan kyuhyun dari kegelapan ini” suaranya kian rendah diiringi butir-butir air mata yang tanpa ampun mengalir membasahi pipinya. Tak kusangka wanita yang sangat terlihat tegar ini begitu rapuh saat ini.

Suasana hening menyelimuti kami, kami sedang asyik menggeluti dunia kami masing-masing. Aku masih bergelut dengan pemikiranku sendiri, berusaha keras menerima kenyataan dan kejanggalan yang aku sendiri tak tahu bentuknya seperti apa. Ku coba meraba hatiku, menanyakan apa yang harus kulakukan saat ini. Mencoba membantunya, atau malah lari dari semua ini. Kurasakan kepalaku berputar sangat cepat dan kurasakan aku menyentuh sebuah tempat yang basah dan semuanya menjadi gelap.

Author POV

Kepulan asap dari alat penghangat ruangan memenuhi sebuah ruangan putih. Cahaya matahari samar-samar masuk melalui cela-cela kecil dibalik tirai tipis. Garis wajah yang tak berubah, hanya sebuah semburat pucat menghalangi rona merah yang biasanya muncul dibalik senyuman pemiliknya. Sudah 2 hari mengarungi mimpi dan tertidur dalam keheningan. Rasanya oxygen mulai masuk memenuhi rongga-rongga kosongnya, pancaran sinar mulai menelusup diantara mata indahnya.

“dimana aku, .” gumamnya lirih, membuat orang yang ada disampingnya tersadar dari tidurnya yang melelahkan karena posisinya yang amat tak menguntungkan

“Hyurin~sshi, . .” ucapnya tak kalah lirih menahan rasa haru karena kecemasan beralasan yang dilaluinya terjawab

“oppa, . .dimana aku?” tanyanya mengulangi pertanyaan yang belum ia temukan jawaban

“kau dirumah sakit, sebentar aku panggilkan dokter” jawab pria yang disebutnya oppa itu. Pria bertubuh jangkung dengan wajah kekanakan dan karimatik itu keluar meninggalkan sang gadis sendirian bergelut dengan pikirannya sendiri. Hanya rasa heran yang muncul merasuki pikirannya saat ini, rasa sakit dikepalanya sesekali membuatnya meringis kesakitan sendiri, seperti ada kepingan memori yang berusaha hadir lagi padanya.  Membuatnya kian merasa sesak yang tak tertahankan, seperti ada batu besar menerkan dadanya. Kilatan-kilatan masa lalu berputar bagai sebuah film yang diputar kembali, air matanya jatuh bergantian, membuatnya sedikit membekap mulut agar tak ada seorangpun yang mendengar tangisnya. Dicabutnya selang infuse dan berusaha berlari menemukan jawaban atas pemikirannya sendiri.

Hyurin POV

Aku mulai mengingatnya, tempat ini, kecelakaan itu dan pria itu, cho kyuhyun. Kurasakan nafasku mulai memburu seiring dengan kilatan-kilatan ingatan yang mulai memenuhi memori dan menumpuk hatiku dengan batu-batu. Kutarik selang infuse dan mencoba lari menemukan jawaban yang menggantung pikiranku. Kutelusuri setiap koridor rumah sakir dengan langkah setengah berlari dan sedikit meringis menahan sakit yang menjalari tanganku akibat mencabuk selang infuse secara paksa tadi. Darah segar mengucur membasahi lantai dan membentuk sebuah jejak dari setiap tempat uang kulewati. Akhirnya sampailah aku didepan sebuah kamar yang samar-samar kuingat tempat orang yang kucari untuk mendapatkan jawaban atas semuanya. Kubuka knop pintu pelan hingga tak menimbulkan suara sedikit pun. Kudapati sepasang mata indah wanita yang sangat jelas kuingat dalam memoriku, dia melemparkan seulas senyum kearahku dan berjalan mendekatiku, ditariknya tanganku dan mencoba sedikit menjauhkanku dari seorang pria yang sedang duduk bersandar di ranjang using yang masih sangat kokoh menahan berat tubuhnya.

“sudah baikan?”bisik wanita itu

“ne, . .aku menerima tawaranmu untuk membantunya, aku sudah sedikit menemukan jawaban dari semua kejanggalanku, dan aku harap bisa lebih mendapati keutuhan puzzle masa laluku. Masih berlakukah tawaran noona?”

“tentu saja” ucapnya sambil melemparkan senyum sumringah dan reflex memelukku. ”gamsahamnida hyurin~sshi”

“bolehkah aku berbincang dengannya?” tanyaku setelah dia melepaskan pelukannya

“noona, sedang berbicara dengan siapa?’ tanya pria yang sedari tadi diam itu wanita didepanku ini

“aku membawakan seseorang yang sangat special untukmu kyuhyun~ah“ jawab ahra noona sambil menarik tanganku yang lain, sebelah tanganku hanya bisa kusembunyikan dibalik bajuku, berharap dia tak menyadari aku terluka, kurasakan tubuhku melemas, tapi kucoba untuk tetap bertahan

“nugu?” tanyanya singkat dengan nada penasaran yang sangat kental

Kyuhyun POV

Samar-samar kudengar suara percakapan dua wanita yang tak jauh dariku. Dengan siapa ahra noona berincang. Kuberanikan diri mengeluarkan suara.

“noona, sedang berbicara dengan siapa?” tanyaku

“aku membawakan seseorang yang sangat special untukmu kyuhyun~ah“

“nugu?” tanyaku singkat dengan nada penasaran yang sangat kental

“annyeonghaseyo kyuhyun~sshi, apakah kau mengingatku?” terdengar suara yang sudah lama kurindukan. Suara ini, suara yang sudah sangat lama membuatku terus mengingat setiap iramanya, dan aku yakin hanya satu orang yang memilikinya, hanya dia. Aku bahkan sudah sangat menghafal suara ini sejak aku baru bertemu dengannya.

Minho POV

Kulangkahkan kaki cepat mengikuti jejak darah yang menetes di lantai, mengapa dia begitu bodoh berbuat senekat itu, tak bisakah menungguku datang dan mengantarnya ketempat yang dia inginkan. Kau merepotkan sekali hyurin~sshi. Meski kami mengenal karena perjodohan orang tua kami, tapi aku bahkan sudah mengenalnya sejak dia kecil dan sebelum mengalami kecelakaan 17 tahun yang lalu saat dia baru berumur 5 tahun. Aku bahkan mengingat semua harapan kecilnya, meski dia menghilangkan bagian ingatanku di memorinya, tapi aku tak keberatan dengan itu. Karena pada akhirnya dia akan bersanding disisiku.

Terus ku ikuti jejak samar-samar tetesan darah yang ada di lantai, sampai aku berhenti disebuah ruangan yang aku sendiri tak tahu siapa pemiliknya. Kuputar knop pintu itu pelan tanpa menimbulkan suara sedikitpun. Kuarahkan sebagian tubuhku masuk kedalam, memastikan dia ada disini, dan aku tak salah masuk ruangan. Kudapati garis punggung seorang gadis yang sangat kuhafal dan kukenal. Dan yang membuatku terkejut adalah kenyataan atas apa yang kulihat disekeliling ruangan ini, gambar seorang gdis dengan berbagai situasi dan ekspressi yang tertuang dalam sebuah foto yang tertempel disekeliling tembok kamar sejauh mata memandang. Rasa penasaran dan sedikit tak percaya menjalari seluruh tubuhku. Sebenarnya siapa yang ingin ditemuinya, kuputuskan untuk melangkahkan kakiku masuk, hingga salah seorang dari 2 gadis itu mengarahkan pandangannya padaku.

“apa yang anda cari?”tanyanya lirih sambil berjalan mendekatiku, tak kudapatkan respon apapun atas kehadiranku dari pria yang sedang terbaring itu, garis wajah yang sempurna yang luntur oleh warna kulit yang pucat dan kantung mata yang menyerupai panda.

“aku mencari tunanganku” jawabku sambil menunjuk kearah hyurin, seketika itu juga kudapati darah ditangannya yang ia sembunyukan dibelakang punggungnya membasahi baju rumah sakitnya,

“Hyurin~ah” ucapku setengah berteriak dan dengan reflex kuangkat tubuhnya yang bisa kurasakan sangat tak berdaya dan membawanya keruangannya.

“kenapa kau bodoh sekali, tak bisakah menungguku sebentar” gumamku merutuk dirinya yang ku tahu tak akan mungkin mampu melawan dengan keadaan yang sangat lemah seperti ini, darah yang dia keluarkan kelewat banyak.

“baboya~” gumamku sendiri pada gadis yang sedang kugendong dalam dekapanku ini, dia hanya bisa tersenyum dan berusaha mengeratkan pelukan tangannya dipundakku yang mulai melemas. Segera kupanggil dokter saat ia telah sampai dikamarnya.

Kyuhyun POV

“Hyurin~ah” terdengar sebuah suara yang asing ditelingaku, apa yang terjadi padanya. Kenapa terdengar seperti ada sesuatu yang terjadi, apakah dia baik-baik saja.

“noona” kucoba memanggil satu-satunya orang yang kuyakini masih berada disini,

“ne, “ terdengar nada yang tak kalah gelisahnya saat dia mencoba menanggapi panggilanku

“apa yang terjadi?” tanyaku

“aniyo~ gwenchana“

“jinja? Apakah itu tadi benar-benar hyurin~sshi?”

“tentu saja, kau pikir aku bisa menirukan suaranya” jawabnya gemas sambil mencubit lenganku geram

“lalu, siapa. . . . “

“sudahlah, sekarang waktunya istirahat” ucapnya menyela pembicaraanku

“jangan mengalihkan pembicaraanku noona, siapa lelaki tadi? Kenapa nada suaranya terdengar sangat khawatir?”

“teman dekat hyurin, dan dia hanya sedang mengkhawatirkan hyurin yang sedang pucat, mungkin dia mengajaknya makan”

Aku merasakan ada sesuatu yang aneh, noona sepertinya berbohong kepadaku.

“noona jangan berbohong padaku, meski aku tak bisa melihat, tapi aku masih bisa merasakan kalau noona berbohong padaku, jangan membuatku merasa menjadi orang yang tak berguna seperti ini noona” ucapku ketus

“sudahlah, ini waktunya kau istirahat, noona pulang dulu besok noona kesini lagi. Annyeong nae dongsaeng, jaga dirimu disini”

“ne” diciumnya keningku seperti biasa dan kudengar langkah kakinya kian menghilang dari indera pendengaranku.

Ada gelagat aneh yang dilontarkan noona dari caranya menerangkan padaku tadi. Apa karena aku tak bisa melihat mereka bisa menipuku, aku masih punya indera pendengaran. Rasanya sangat sakit kalau sebenarnya ada yang sedang membutuhkan kita disampingnya, tapi kita sendiri tak bisa melakukan apapun untuknya. Aku merasa sangat tak berguna untuk saat ini, merasa tak bisa meindungi orang yang jelas-jelas aku sayangi. Tak mengetahui apa saja yang terjadi padanya, aku hanya bisa meruntuk diriku dalam diam, menyalahkan kekuranganku, menyalahkan diriku sendiri yang tak berguna untuk orang-orang yang aku sayangi.

AhRa POV

Aku terpaksa membohonginya kali ini. Tak dapat lagi kutahan air mataku, mendengarnya mengatakan itu membuatku merasakan rasa bersalah yang dalam padanya karena kebohongan ini. aku hanya tak ingin membebani pikirannya. Maafkan aku kyuhyun~ah, aku hanya ingin menjaga perasaanmu agar tak terluka. Aku memang terlalu pengecut untuk mengakui sebuah kebenaran, maafkan aku.

Aku hanya bisa menangis dalam diam sambil terduduk diluar ruangan tempat kyuhyun dirawat. Tak ada seorangpun yang lewat saat ini, jadi aku bisa menangis sebanyak mungkin. Hingga tiba-tiba ada seseorang yang mengulurkan sapu tangan yang dilipat rapi menjadi benuk persegi, wanginya khas. Wangi yang belum pernah kukenal sebelumnya.

“uljima noona” kutolehkan kepalaku kearahnya yang berdiri disampingku,

“nugu?” tanyaku padanya

“Choi Minho Imnida, aku tunangan dari Hyurin” ucapnya yang saat ini sudah duduk menyetarakan posisinya denganku, diulurkannya sapu tangan itu padaku, seolah mengisyaratkan untuk kuterima dan kugunakan menghapus air mataku.

“gamsahamnida, Cho Ahra Imnida” ucapku sambil menerima sapu tangan itu

“boleh aku bertanya sesuatu noona?”

“ne?”

“apa hubunganmu dengan hyurin dan siapa pria yang ada dalam ruangan ini? maaf jika tak sopan menanyakan ini padamu, tapi aku tak mungkin bertanya pada hyurin saat ini. maukah anda menjelaskannya padaku?”

Aku terdiam cukup lama, mencoba menyusun kata-kata yang pas untuk kujelaskan padanya

“noona, . .” panggilnya lagi

“ne, aku dan hyurin tak ada hubungan apa-apa, dan pria yang didalam itu adikku” jawabku singkat, berharap bisa cukup memberinya jawaban dari pertanyaannya

“lalu, kenapa hyurin kesini saat dia sadar? Apakah hyutin dan adik anda saling mengenal?”

“eh, . .mungkin kau bisa menanyakannya langsung pada hyurin, aku tidak punya hak untuk menjelaskan hal ini padamu”

“ah, ne, mianhamida” suasana hening sejenak, kami sibuk dengan pikiran masing-masing “ aku hanya tak ingin kehilangan dia, aku terlalu menyayanginya” ucapnya tiba-tiba seolah ingin memulai sebuah kisah yang mengganjal hatinya

“ne?” gumamku singkat, menuntut kejelasan ceritanya yang menggantung

“dia hampir melupakanku saat itu, kami teman masa kecil. Ayahku dan ayahnya adalah sahabat karib yang sudah seperti keluarga sendiri, kami dijodohkan dari kecil. Dan saat kecelakaan itu, dia hampir saja melupakanku dari ingatannya. 3 tahun berlalu aku selalu berada disampingnya, berusaha membuatnya ingat denganku, dan akhirnya dia mengingatku, meski ada sebagian memori yang tetap saja menghilang dari memorinya. Jadi aku sangat takut kehilangannya untuk yang kedua kalinya, melihatnya berjalan bukan denganku membuatku merasakan sakit yang tak dapat kulukiskan, aku menyayanginya bahkan sat dia tak dapat mengenaliku” jelasnya panjang lebar, seolah membuka kenangan masa lalunya.

“mianhamida membuatmu membuka kisahmu” ucapku merasa sedikit bersalah padanya

“ne gwenchana, sepertinya aku harus pergi, cheom bangapsseumnida ahra~sshi” ucapnya dan membuat kami bangkit dari posisi semula

“ne gamsahamnida untuk sapu tangannya,cheom bangapsseumnida minho~sshi” balasku sambil mengembalikan sapu tangannya yang sedikit basa karena air mataku.

“sepertinya, ini untukmu saja, anda lebih membutuhkannya dariku anyeonghaseyo” pamitnya sedikit membungkuk

“Annyeonghaseyo, sampaikan salamku untuk hyurin~sshi”

“ne” balasnya singkat dan berlalu menghilang dari pandanganku,

***

Sejak kejadian hari itu, hyurin selalu datang ketempat kyuhyun dirawat. Dia selalu berusaha membujuknya agar mau menjalani operasi pencangkokan bola mata. Meski kyuhyun selalu bersikeras tak mau melakukan operasi. Namun, Hyurin tetap saja berusaha dan berusaha membujuknya.

“Noona”

“Ne?”

“bisakah aku melakukan operasi pencangkokan bola mata? Apakah ada pendonor yang bersedia mendonorkan matanya untukku?” ucap kyuhyun santai dan membuatku menyunggingkan senyum kemenanganku

“kyuhyun~ah”

“aku ingin bisa melihat lagi, aku ingin menikah dengan Hyurin” jelasnya yang seketika membuatku menahan air mata. Kami belum berterus terang padanya bahwa hyurin akan menikah saat kyuhyun telah melunakkan hatinya untuk mau melakukan operasi pencangkokan.

“noona, apakah masih disana?” tanyanya saat tak ada jawaban dariku

“ne, kalau begitu aku akan berbicara dengan dokter agar kau segera mendapat donor”

“ne”

“noona” ucapnya membuatku menghentikan langkahku tepat didepan pintu,

Hyurin POV

Kupatut wajahku didepan cermin, sedikit tak percaya dengan apa yang kulihat. Kudapati bayangan diriku didepan cermin, dengan baju pengantin yang akan kugunakan saat pesta pernikahanku 3 minggu lagi. Semua persiapan sudah hampir 100%, Appa dan Abeonim telah mempersiapkan semuanya jauh-jauh hari. Mereka benar-benar berambisi meresmikan hubungan persahabatannya menjadi keluarga lewat aku dan minho oppa,

“neomu yeppo”

“gamsahamnida” ucapku sambil tersipu dan menahan mataku agar tak keluar karena terpesona akan ketampanannya dengan balutan kemeja putih tulang dengan tuxedo berwarna cream senada dengan gaun pengantinku dan jas berwarna senada dengan kemejanya

“kau juga terlihat tampan oppa” lanjutku, aku memang selalu memanggilnya oppa, karena usia kami yang terpau beberapa tahun

“ne??gamsahamnida hyurin~ah” jawabnya sedikit terkejut sambil mengacak-ngacak rambutku pelan, sehingga tak membuat tatanan rambutku berubah sedikitpun

Kami hanya pergi berdua kebutik yang sudah menjadi langganan eomma, eommalah yang mengatur design gaun pengantin yang kukenakan ini. setelah selesai melakukan fiting, kami langsung meluncur pulang. Aku masih perlu banyak istirahat, karena kejadian waktu itu, aku hampir saja tak bisa mengijakkan kakiku didunia ini. aku kehilangan sangat banyak darah karena kenekatanku mencabut selang infuse waktu itu.

***

Hari ini pesta pernikahanku akan diselenggarakan. Ku mantapkan hatiku bahwa apa yang kurasakan ini salah, aku tak boleh merasakan rasa ini. sebentar lagi aku akan menikah, aku harus yakin bahwa inilah yang terbaik untukku, menikah dengan Minho Oppa adalah sebuah keberutungan, dan aku yakin aku mencintainya. Beberapa hari lalu, kyuhyun menjalani operasi pencangkokan bola mata dan operasinya berhasil. Sekarang dia sudah bisa melihat lagi, dan diantara kebahagiannya itu juga aku menambah lukanya.

_Flash Back_

“Hyurin~ah”

“Ne?” balasku

“aku ingin membicarakan sesuatu yang penting” ucap kyuhyun, hari ini aku mengunjunginya, setelah menjalankan operasi

“apa?” jawabku singkat mengatur posisi dudukku untuk bisa lebih sekasama mendengarnya, disini hanya ada kami berdua. Ahra noona sedang ada urusan dan Minho oppa, dia bahkan tak pernah kuizinkan kesini, aku belum siap menjelaskan pada kyuhyun mengenai kebenaran statusku sekarang, meski aku sudah bisa mengingat semuanya. Mengingat bahwa dulu aku pernah diselamatkan oleh lelaki kecil saat aku mencoba lari dari dokter dan juga lelaki kecil yang sering mengintip dari jendela kamarku. Aku sudah menemukan garis muka yang selama ini menghantui kegelapan atas memoriku yang tetutup sesaat.

“menikahlah denganku, jadilah ibu dari anak-anakku hyurin~ah”

“ne?” pekikku tak percaya, mencoba menyadarkan tubuhku dari keruntuhan atas apa yang di ucapkannya barusan

“menikahlah denganku” ulangnya dan membuatku kian terpaku ditempatku tanpa bisa menggerakka rahangku yang membeku

“hyurin~ah” ucapnya lagi seolah memburu jawaban atas pertanyaanya

“mianhamida kyuhyun~sshi, aku harus pergi” balasku dan segera pergi dari ruangannya

“Hyurin~ah” kudengar suaranya memanggil-mangilku, tapi aku tetap pergi tak menghiraukannya, tangisku pecah saat berada diluar ruangannya. Aku menangis terduduk merangkul lututku dengan bahu yang bergetar hebat dan air mata yang tak henti-hentinya mengalir deras

Aku selalu saja gelisah dan tak pernah mencoba untuk datang kesana lagi, aku bahkan menitipkan undangan pernikahanku untuk kyuhyun melalui ahra noona, aku tak sanggup melihatnya terluka. Aku sendiri tak tahu, apakah aku telah mencintainya, atau karena aku hanya terbiasa akan kehadirannya.

_Flash Back End_

Untungnya Minho oppa tak pernah menuntutku bercerita tentang kegelisahanku itu, dia selalu sabar menghadapi setiap perbuatan kekanak-kanakanku. Bahkan dia selalu berusaha disisiku saat aku kehilangan semua memori tentangnya, dia selalu membantuku menemukan kebenaran atas dirinya yang kukenal hilang dalam diriku.

Kumantapkan hatiku melangkah, mungkin inilah saatnya aku membalas semua kebaikan Minho oppa padaku, aku tak mau mengecewakannya. Dia pasti sangat bahagia sekarang, kulihat senyumnya selalu mengembang dibibirnya. Aku tak peduli meski aku harus melukai hatiku sendiri dan juga kyuhyun, aku yakin dia akan menemukan orang yang lebih baik dariku. Kuharap dia tak akan datang kesini, mentalku sedang rapuh

Kyuhyun POV

Hari ini pesta pernikahannya, meski terasa sangat menyakitkan diriku sendiri. namun, aku tetap datang untuk memberikan sedikit salam perpisahan sebelum kepindahanku ke paris. Dan ucapan terima kasih karena pernah menjadi bagian dari kisahku.

Kurasakan seseorang menepuk pundakku pelan,

“nugu?” tanyaku heran

“Choi Minho Imnida” balasnya sambil sedikit membungkuk

“Cho Kyuhyun Imnida, ada yang bisa kubantu?”

“bisa ikut aku sebentar?” ucapnya “Aku calon mempelai pria hyurin, aku tak akan melukaimu Percayalah!” lanjutnya seolah bisa membaca pikiranku

“baiklah” aku mengikuti langkahnya dibelakang, aku tak tahu akan dibawa kemana aku, tak sedikitpun ada rasa curiga, sampai akhirnya aku sampai disebuah tempat dan dia memintaku untuk duduk ditempat itu.

Hyurin POV

Aku berjalan ke altar bersama appa, ku lihat dia telat berdiri didepan menungguku. Tanpa menoleh sedikitpun. Saat kudengar suaranya mengucapkan sumpah pernikahan, hatiku mencelos. Tak rela menjadi istri orang yang bahkan aku tak dapat memberikan degupan jantungku untuknya. Rasa menyesal dan sedikit bersalah menggelayutiku, tak memberikanku ampun untuk tak meneteskan butir-butir bening air mata yang sudah kucoba menyimpannya dan mengubahnya menjadi senyum. Dan saatnya bertukar cincin, dan betapa terkejutnya aku saat kudapati bukan minho oppa yang ada didepanku sekarang.

“kenapa ekspresimu jelek sekali?” godanya padaku saat melihat ekspresiku yang kaget dan tak percaya bahwa dialah yang telah resmi menjadi bagian dari hidupku

“bagaimana bisa?” gumamku pelan dengan ekspressi sedikit gemas

“akan kuceritakan nanti, sekarang pakaikan cincinku”

“kau ini” geramku padanya

Ku arahkan pandanganku kearah para tamu, mencoba mencari minho oppa. Dan ku temukan dia sedang bersama seorang yeoja duduk disalah satu meja undangan. Ku pincingkan mataku kearah mereka, berharap bisa lebih jelas melihat yeoja itu. Dan betapa terkejutnya aku, yeoja itu, yeoja itu Ahra Noona. Aku melotot kearah kyuhyun yang ada disampingku, menuntut jawaban atas semua ini. namun, dia hanya tersenyum nakal sambil mengangkat bahunya.

“yak~ Cho Kyuhyun”

______The End______

Hueeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee~

Author jalang datang, bawa epep geje bin ajaib(?)

Akhirnya kelar juga ini FF saia, legaaaaa sangaaad^^v meski masih ada 1 lagi yang harus diselesaikan

Gomawo buad  semua yang sudah dengan setia menunggu kemunculan FF ini, kalo ada yang bingung dengan jalan ceritanya boleh ditanyakan di commen dibawah ini ya *nunjuk2 kebawah kyk iklan* Kekekekekeke~/plak

Mian kalo telat banged munculnya, kemarin2 banyak yang memporak-porandakan mood saia untuk nulis, padahal ide udah segunung *lebe

FF yang akan datang mungkin FF perpisahan sebelum saia hiatus, uda mau semester 3, jadinya mau off dulu selama beberapa semester, kalo ada kesempatan kita ketemu lagi ya semua. Terima kasih atas apresiasinya selama ini dalam mendukung FF yang saia hasilkan, meski aku jga jarang ketemu kalian di comen, aku tetep yakin kalian mendukung FF aku. Gomawo sangaaaaaad *hug N chu

Intinya aku mau bilang gomawo, . .gomawo, . .gomawo buat dukungan moral dan semangatnya, melihat kalian mengunjungi blogku lewat grafik rasanya uda senang banget, meski kalian jarang menyapa di comen, .^^v

Your comen are E.N.E.R.G.Y

See U di FF yang akan datang ya^^v

*big Hug N Chu For All* God Bless Us

7 thoughts on “.: Kyurin Couple: My Past to My Future (2/2) :.

  1. hho aku pdahal dah siap siap tisyu
    kirain bakal sad ending
    eh ternyata ngg…

    ahh hyunra onnie mah beruntung pnya fiance kayak minho oppa
    eh mlah nikah ma kyuppa

    bguss onnie kyuppa dsini klihatan rapuh yya
    tp keren ^^

      • hehehe

        namanya penipuan alur, .hahaha😀
        *ngeles

        sengaja dibuat rapuh, mau memunculkan sisi lain kyu dari versiku, .hehehe😀
        *ditabok SparKYU

        hahaha
        npa qm inget2 hyunra terus, .??
        ada apa qm ma hyunra, .hahaha *lapor ke kyu

        Gomawo ya sayang uda baca dan mampir, .
        *chu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s