I’ll Wait You Until The End of Time (Forever With You) [Part1]

Author : Anggi Putri Kusuma Wardhini a.k.a Song Ji Young

Cast       : Kim Reowook

Song Hye Raa  (Adek saya..)

Tik tok tik tok tik tok … detik jam itu terus saja mengaung di telingaku. Aku sudah tak bisa lagi konsentrasi pada materi kuliah ini. Apa lagi hari ini adalah hari yang ku nanti. Ya, hari ini. Hari dimana aku akan bertemu dengannya lagi. 12.59 , menunggu satu menit saja rasanya setahun. Ah … bagaimana ini? Bagaimana jika dia bosan menunggu dan meninggalkan ku. Ottoke? Ottoke?

Bolak balik ku lihat jam di tangan ku, ah ya sebentar lagi.. ha, deul, shet … kriiiiiiiiiiiiiiiiing.. finally.

“class end, see you on the next day, and don’t forget to do your homework. Arraseyo?”

“Ne Sonsaengnim”

Ku perhatikan langkah sonsaengnim yang meninggalkan kelas. Segera ku bereskan semua perlengkapanku. Aku tak ingin terlambat. Aku tak ingin dia menungguku.

“Hei. Kita ke club sekarang, ada rapat.” Ucap Zhoumi teman baikku sekaligus partner-ku di club bahasa mandarin.

“Ne? sekarang? Aku tak bisa.” Jawabku singkat

“Waeyo?”

“Mau kerumah sakit.”

“Kau sakit? Balas nya cemas.

“Jeo anieyo.” Jawabku sambil berlalu. Aku mendengar Zhoumi terus memanggil namaku, tapi tak ku hiraukan. Aku harus segera sampai di sana. Di tepi Sungai Han, menemuinya.

~~~~~

Ah, 5 menit lagi. Untung aku belum telat. Ku hapus heringatku yang ada di kening. Ku cari bangku kosong yang dapat aku duduki bersamanya. Ku  duduki bangku itu dan ku keluarkan hand phone ku, ku kirim sms singkat padanya .

Aku sudah tiba di tempat yang kau bilang. Aku duduk dibangku di bawah pokon oak. Kau dimana? Segeralah datang.

Tak lama handphone ku bordering. SMS masuk. Ah dia..

Aku sedang berada di jalan. Sudah dekat, bersabarlah🙂

 

Senyumku melengkung, ah .. Song Hye Raa. Satu nama yang mampu menggetarkan hatiku.

10 menit pun berlalu tapi dia tak kunjung datang. Kemana dia?

“Oppa. Jeongmal mianhae, aku terlambat, maaf membuatmu menunggu.”

Ah suara ini. Ku balikan badan dan ku lihat sesosok wanita berparas cantik berdiri di belakangku.

“Ah, Hyeraa-ah, gwenchanayo. Silahkan duduk”

Melihatnya duduk disebelahku membuat ku teringat kejadian 6 bulan yang lalu. Yah tepat 6 bulan yang lalu. Tepat di tepi sungai ini. Semua kenangan itu kembali berputar didalam ingatanku.

~~~~~

6 bulan yang lalu…

“Aish… Aku telat!!!”teriakku saat terbangun dan melihat jam dinding di kamarku. 7.15. segera aku berlari ke kamar mandi untuk sikat gigi dan mandi ala koboy. Tak ada waktu lagi jam 8.00 kelas pertama ini dimulai. Jika aku telat  hancurlah sudah reputasiku. Dan aku akan memecahkan rekorku sendiri… telat datang sejak awal kelas dimulai di semester ini hingga pertengahan semester. SELALU TELAT. Aigoo, shirooo~

Selesai mandi segera aku bereskan peralatan dan keperluanku di kampus. Memakai baju seadanya dan berlari turun. Seluruh keluargaku lengkap duduk di meja makan. Appa, eomma, hyung, dan halmoni. Tak ada waktu lagi untuk sekedar makan.

“Eomma, aku berangkat.” Sapaku pada eomma seraya mendaratkan kecupan manis di keningnnya, ku ambil roti yang hendak dimasukan hyungku ke mulutnya. Keteruskan berlari diiringi teriakan kesal dari Yoogeun hyung. Aku tak peduli. Jika aku berhenti hanya untuk meladeninya aku akan telat. Ku lihat jam di tanganku 7.25. aku hanya punya waktu 35 menit untuk mencapai kampus.

Aish, kenapa aku tidak pernah bisa bangun pagi dan menjalankan semuanya sesuai dengan rencana yang telah dibuat. Setiap pagi aku selalu mengalami ini. Berlari di sepanjang lorong jalan. Menerobos kerumunan orang dan selalu di teriaku karena menabrak orang yang berjalan. Untung saja aku adalah juara lari saat SD, sampai SMA, jadi lari lari seperti ini sudah biasa bagi ku.

Kembali ku lihat jam di tanganku. Aish 7.40. tinggak 10 menit lagi. Semakin cepat ku berlari dengan sisa tenagayang ada. Dan akhirnya gedung kampus ku terlihat tepat jam 8.00 , tapi kelasku. Ku kerahkan lagi sisa sisa tenagaku untuk mencapai kelas yang berada dilantai 3.  Oh bagus itu sonsaengnim. Berita bagus, sonsaengnim belum masuk kelas dan berita buruknya, sonsaengnim tau aku telat, karena aku akan masuk setelah beliau masuk ke kelas. Ku ikuti langkah kaki sonsaengnim masuk ke dalam kelas. Berjalan perlahan sambil menyembunyikan nafasku yang terpatah patah. Saat memasuki kelas, ku lihat seluruh temanku memandangiku dengan heran. Segera aku berlari ke tempatku. Di sebelah Zhoumi yang sudah dari tadi memandangiku dengan cemas.

“I was calling you millions time, sending message to you. I try to help you to wake up earlier this morning. Doesn’t hear it?” kata Zhomi saat aku  duduk.

“Ne” jawabku singkat dengan napas yang masih coba ku atur.

“Kim Ryeowook.” Kata sonsaengnim dengan suara yang sanyat datar

“Ne.” jawabku sambil terus mencoba mengatur nafas yang masih tersengal senggal.

“Silahkan kamu keluar dari kelas”

“Ne? Kenapa Sir?”

“Kamu telat.” Jawabnya singkat. Jawabannya membuat aku kaget.

“Tapi…”

“Kalau kau membantak, aku akan memberimu E.”

Omooo~ mendengar jawabnnya sebaiknya aku segera angkat kaki dari kelas ini. Dengan muka agak sebal aku pun keluar dari kelas. Zhoumi hanya bisa memandangi dengan penuh kasihan. Sial sekali aku.

Dengan lunglai ku langkahkan kakiku entah kemana. Kubiarkan kakiku ini melangkah sesukahatinya. Dan ternyata kakiku memilih untuk berjalan ke tepi Sungai Han. Sungai yang indah. Dengan hati yang sedikit sebal, akhirnya aku memilih untuk duduk disebuah bangku kosong yang ada di sekitar tepi sungai.

“Aish, sonsaengnim itu benar benar keterlaluan. Padahal aku tidah kelat terlalu lama. Hanya  10 menit, aku pun berjalan di belakangnya. Toh dia juga telat. Aish~ sonsaengnim ini.” Gerutuku sambil terus memandangi aliran Sungai Han, mencoba untuk menangkan diri. “ Kenapa juga dia harus mengeluarkan aku dari kelas? Kan dia bisa menghukumku saja. Tak perlu mengeluarkanku. Cukum bemberikan aku tugas. Aaaaaaaa~” lanjutku.

Bibib Bibib Bibib .. Bunyi handphone ku, tanda SMS mmasuk. Segera aku buka .. Zhoumi?

Hey, where are you right now? Sonsaengnim give us project. We must to meet to talk about it. Please reply my message as soon as you can!

“Aish~ Zhoumi. Tak tau apa temannya sedang sebal dengan sonsaengnim? Apa apaan dia? Kenapa juga Sonsaengnim harus memberikan kami project? Dan kenapa aku harus bersama Zhoumi? Aaaa~ pasti sonsaengnim memberikan projecyt yang susah untuk kami. Karena Zhoumi adalah…” Buk~ sebuah kaleng minuman bekas mendarat dedngan indah di kepalaku. “Auwww~ sapa sih yang lempar lempar beginian sembarangan? Sakit monyong!” teriakku sekaligus memaki orang yang nelemparnya.

“Aigooo~ Jeopsonghapnida. My fault. Gwenchanayo?” kata seorang gadis di belakangku. Aku pun membalikan kepala kearah sumber suara dan ternyata… Oh My God, She’s beautiful. Mataku terpanah hanya melihatnya, tak berkedip. Seolah nafasku berhenti. Pesona yang terpancar dari diri seorang gadis yang berdiri di hadapanku ini membuatku terlupa akan kekesalan yang merajaiku beberapa saat sebelumnya

“Aigooo~ Jeopsonghapnida. My fault. Gwenchanayo?” kata seorang gadis di belakangku. Aku pun membalikan kepala kearah sumber suara dan ternyata… Oh My God, She’s beautiful. Mataku terpanah hanya melihatnya, tak berkedip. Seolah nafasku berhenti. Pesona yang terpancar dari diri seorang gadis yang berdiri di hadapanku ini membuatku terlupa akan kekesalan yang merajaiku beberapa saat sebelumnya…

“Oppa? Oppa? Oppa? Are you alright?” kata gadis itu sambil melambaikan tangannya kedepan wajahku. Saking terpanahnya, aku hanya melihatnya tanpa mengatakan apapun. Babo …

“Ne?” balasku cepat, sambil menyembunyikan kekagumanku pada sosok gadis ini.

“Oppa tidak apa apa?”

“Ne.”

“Jinjayo?”

“Ne.”

“Syukurlah.” Katanya mengelus dada. “Maaf ya, aku benar benar tidak sengaja.”

“Kim Ryeowook.” Balasku sambil mengulurkan tangan.

“Ne?” balasnya singkat dengan muka heran.

“My name is Kim Ryewook. You?”

“Oh, My name is Song HyeRaa.”

“Nampaknya kau sedang kesal ya? Sampai sampai kau melemparku dengan ini.” Kataku sambil mengangkat kaleng minuman bekas yang dia lempar tadi.

“Ne. aku kesat terhadap Eonni ku. Dia sangat menyebalkan. Masa dia mengatakan pasta yang aku bikin itu adalah pasta terburuk yang pernah dia lihat. Aku memberi nama pasta itu dengan sebutan Las defera Tortelini, tapi dia malah bilang nama itu tidak cocok. Dia malah mengatakan bahwa pasta yang aku bikin lebih baik di namakan Tortelini kecebur got.”

“Hahaha~ Ups, Sorry. Bukan maksud ku…”

“Gwenchanayo. Aku sudah biasa mengalami ini. Kakak ku adalah seorang Chef yang hebat. Dia pernah sekolah di Italia. Aku selalu iri dengannya. Dia adalah gadis yang cantik yang memiliki bakat yang sangat luar biasa. Semua masakaan yang dia buat akan menuai pujian dari setiap pelanggan yang datang. Dari kecil dia memang berbakat seperti eomma, tidak seperti ku yang bisanya hanya membuat onar. Hufh”

“Jadi kau juga seorang Chef?”

“Belum sah sih. Karena aku harus mengikuti ujian lagi. Ujian tahun kemarin aku gagal. Dan tahun ini rencananya aku akan ikut ujian untuk mengambil gelar Chef di Italia. Sekolah disana selama 4 tahun dan meraih gelas Chef, dan tidak mengenakan baret hitam ini lagi. Tapi setelah apa yang terjadi hari ini, aku sedikit tidak yakin.” Ucapan gadis itu terhenti. Sejak awal aku tidak pernah melepaskan pandanganku dari matanya. HyeRaa memiliki mata yang indah. Dan entah kenapa aku yakin sekali bahwa gadis ini akan mendapatkan impiannya. Aku terus memandanginya, hingga ia menoleh dan memandangku heran.

“Ryewook-ssi, mian yah aku malah jadi curhat dengan mu. Padahal aku yakin tadi kau sedang marah besar. Aku malah melemparmu dengan kaleng minuman ringan dan malah mengutarakan kekesalanku. Jeongmal mianheyo.

“Gwencanayo. Oh iya, kamu bisa memanggilku Ryeowook, tanpa embel embel –ssi di belangnya. Karena nampaknya  kita seumuran.”

“Ah, ne Arraso. Tapi nampaknya kau lebih tua dariku. Aku berumur 19 tahun. Umurmu berapa?

“22”

“Kalau begitu boleh aku memanggilmu Oppa?”

“Ne.” Jawabku sambil tersenyum.

“Gomawo Oppa.” Balasnya sambil tersenyum “Aku senang dapat memanggilmu dengan sebutan Oppa, karena aku tidak punya Oppa. Aku Cuma punya satu orang Eonni yang bawel.” Terusnya sambil cemberut. Melihatnya seperti ini aku semakin merasakah apa yang disebut love at the first sign.

Bret breeet breeet…

“Ah Handphoneku, Eonni?”

Kamu dimana? Katanya mau jadi Chef, baru aku tegur seperti itu kau sudah pergi. Bagaimana kau mau jadi Chef yang handal? Cepat Pulang!

“Oppa, mianhae, nampaknya Eonni marah, dan dia menyuruhku untuk segera pulang. Aku pulang dulu ya Oppa, mungkin lain kali kita akan bertemu lagi.”

“Ne. Sebaiknya kamu pulang,dan berlatihlah yang keras. Dan tentu saja lain kali kita harus bertemu. Katena aku ingin makan pastamu.”

“Haha, oppa ini. Baik lah aku akan berusaha. Aku pulang dulu ya oppa, Annyeong higaseyo.” Hyeraa pun segera berbalik dan meninggalkan ku.

Aku hanya bisa melihat gadis itu pergi. Dan … Aish~ aku lupa menanyakan alamat dan nomer telepon nya, bagaimana aku bisa menghubunginya? Aish~ Paboyo  Kim Ryeowook.

“Bagaimana aku bisa melupakan hal itu. Haduu~” kataku gusar sambil kembali menduduki bangku. Tapi, apa yang aku duduki ini? Ku ambil benda yang menghalangi dudukku ini. Ne? Buku?Sebuah buku besampul coklat muda dengan tulisan Song Hyeraa, Hwaiting! Go Italy. Buku Hyeraa yang tak sengaja tertinggal dibangku. Kubuka halaman pertama. Great. Ada biodata si mpunya buku. Disana tertulis jelas nama, alamat dan nomer handphone nya. Ah, Tuhan memang sedang baik kali ini. Segera  ku ambil handphone ku untuk menelfonnya. Tepat saat itu Zhoumi menelfonku. Aish orang ini…

“Yeboseyo.”

“Kya~ Dimana kamu?”

“Waeyo??”

“Aish~ kau tak membaca SMS ku? Cepat kembali ke kampus! Kita ada tugas bersama lagi.”

“Ah~ baiklah. Kauu tunggu aku di Club.”

          Aish~ kalo sudah begini mana bisa aku menelfon Hyeraa untuk mengembalikan bukunya. Ya sudah lah nanti saja. Segera kulangkahkan kakiku menuju kampus. Menemui Zhoumi untuk membicarakan tugas itu.

~~~~~

Pukul 10 malam. Sudah semalam ini au baru pulang. Sonsaengnim memang kejam! Dia memberikan tugas dan harus dikumpulkan lusa. Dan lebih sialnya lagi besokZhoumi ada acara keluarga di Bustan jadi mau tidak mau tugas ini harus selesai hari ini juga. Alhasil aku baru pulang jam 10. Cape sekali rasanya. Segera aku mandi dan makan alakadarnya. Karena seisi rumah telah selesai makan malam, jadi aku hanya bisa membuat ramen. Huh. Selesai makan aku kembali ke kamarku. Dan mulai merebahkan diri. Rasanya hari in itak banyak pergi kemana mana, hanya dari rumah ke kampus, ke tepi Sungai Han, ke kampus, dan … Ah~ Geu chaek.

Segera uambil buku itu dan ku lihat isinya. Omo~ buku ini berisi resep pasta. Dan semuanya di tulis tangan. Aish~ gadis itu benar benar berusaha sangat keras. Aku juga senang memasak. Dan aku tau beberapa resep yang dia tulis. Tapi kebanyakan dari resep ini adalah hasil modivikasi dari resep aslinya. Buku ini pasti sangat berharga baginya. Aku akan kembalikan padanya besok sepulang kuliah.

~~~~~

“Rumahnya itu ada di perempatan jalan ini. Mmm… nampaknya… nah itu dia.” Kataku sambil setengah berlari kearah gedung dengan tulisan Torline The Italian Food. Tanpa buang buang waktu aku pun masuk kedalamnya. Omo~ restoran ini memang bergaya italia. Daebak.

“Ajussi, may I help you? Mau makan disini?” sapa seorang waiter dengan sopan.

“Ah~ Aniyo. Saya kesini mau bertemu dengan Hyeraa. Song Hyeraa.”

“Oh. Hyeraa-ssi ada di belakang. Mari saya antar.”

“Ne. gamsahamnida”

Aku pun mengikuti langkah kaki sang waiter kearah belakang restoran tersebut. Kami sampai di sebuah ruangan, dan aku disuruh menunggunya disini. Sang waiter pun masuk ke dalam sebuah ruangan lain yang ada di situ, dan menyuruhku menunggu, kemudian diapun kembali ke tempatnya.

“Kau ini. Seperti itu saja kau tak bisa! Bagaimana kau mau mendapatkan beasiswa pergi ke Itali jika mencampur pasta dengan saus saja kau tidak bisa. Kau ini mau jadi Chef Senior atau hanya ingin terus menjadi Chef Junior! Lakukan itu semua dengan benar! Hah. Baik lah istirahat 10 menit!”

“Ia Chef”

Terdengar suara teriakan dari dalam ruangan itu. Tak lama keluarlah gadis dengan paras yang sama dengan Hyeraa –hanya lebih jutek– dan menggunakan pakaian Chef lengkap dengan baret merah di lehernya –yang menandakan dia adalah Chef Senior– keluar dari ruangan itu. Aku hanya bisa tersenyum tipis saat gadis itu menantapku. Kulihat dia pergi melangkah dan segera aku masuk kedalam ruangan tempat ia keluar. Oh dapur. Dan hanya ada satu wanita dengan pakaian Chef dan baret hitam di lehernya yang ada di ruangan itu. Hyeraa… kudekati dia secara perlahan.

“Annyeong.” Sapaku

“Kyaaaaaaa~”

“Auwwwwww~”

-TBC-

Gomawo buad mbk saia yang sudah membuatkan saia FF ini, dan mengizinkan saia untuk mempublish ini di Wp saia, ..🙂
gomawo mbk, . .:*

buad reader RCL ya sayang, ..
*chu

Part selanjutnya ditunggu aja ya, . .(:

6 thoughts on “I’ll Wait You Until The End of Time (Forever With You) [Part1]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s