I’ll Wait You Until The End of Time (Forever with You) [Part2]

Author : Anggi Putri Kusuma Wardhini

Cast :Kim Reowook

Song Hye Raa  (Adek saya..)

Song Jiyoung

“Auwwwwww~” jeritku. Karena terkejut Hyeraa menumpahkan isi wajannya ke tangan ku.

“Ah~ Oppa… mianhae.”katanya sambil membalut tanganku dengan handuk basah. Dia pun mengajakku untuk keluar dari dapur dan duduk di taman belakang restorannya.

“Oppa, mianhae, kau selalu sial jika berada didekatku.” Katanya paruh.

“Gwenchanayo. Tadi itu aku yang salah. Aku yang mengagetkanmu. Mianhae.” Balasku untuk menenangkannya.

“Oh iya, bagaimana Oppa tau kalau aku ada disini?”

“Oh itu. Ini.” Kataku sambil mengeluarkan buku bersampul hitam dengan tulisan Hyeraa Hwaiting! Go Itali.

“Kya~ bagaimana ini bisa bersamamu? Buku ini sangat berarti bagiku. Pantas saja semalaman aku mencarinya tapi tidak ketemu. Bagaimana bisa?”

“Kemarin saat kau pergi, buku ini tertinggal dibangku. Saat ku lihat isinya, sepertinya ini adalah buku yang sangat penting buatmu.”

“Ne majayo oppa. I chaek. Hufh. Sangat berarti buatku. Ini adalah resep resep yang pernah aku coba buat untuk mengikuti perlombaan Chef. Tapi semuanya gagal. Makannya aku membuat catatan ini untuk mengevaluasi semuanya.”

“Oh Arasso. Aku sudah membaca semuanya. Semua resepmu itu daebak.”

“Kalo memang Daebak, Eonni akan memujiku. Tapi ini tidak.”

“Hei jangan menyerah seperti itu. Hmm … kapan ujian itu diadakan?”

“6 Bulan lagi. Kenapa?”

“Kamu masih punya waktu 6 bulan. Jangan sia – sia kan waktu mu. Hmm… Bagaimana kalau aku membantu mu?”

“Ne?”

“Bagaimana kalau aku membantumu. Setiap malam setelah restoranmu ini tutup, aku akan kesini dan membantumu membuat hidangan pasta. Bagaimana? Gini gini aku juga bisa masak pasta. Kau mau tidak?

“Hmm….”

“Ya sudah, kau pikirkan saja dulu. Kalau kau berubah pikiran kau bisa menelpon atau mengirim SMS padaku. Aku sudah menuliskan biodata diriku di halaman belakang bukumu. “

“Ne?”

“Ya sudah aku akan pulang. Sepertinya waktu istirahatmu telah habis.” Kataku sambil menunjuk seorang wanita yang mengintip dari belakang jendela di hadapan kami.

“Jiyoung Eonni!” teriak Hyeraa sebal.

“Baiklah aku pergi. Kau pikirkan saja tawaranku itu. Gyeseyo.” Ucampu sambil melangkahkan kaki kemudian aku berhenti dan berbalik ,“Hyeraa, you’re more beautiful than your sister” kataku sambil tersenyum dam meninggalkannya.

“Oppa!”

“Ne?”

“If I need help, I’ll call you. I’m promise.” Kata Hyeraa sambil tersenyum dam melangkah masuk kembali ke dalam dapurnya.

“Ne.” Ku langkahkan kakiku dengan rasa bahagia. Ah, rasanya ingin sekali aku teriak pada seluruh dunia. Senangnya.

~~~~~

Sudah satu minggu terlewat. Tidak ada kabar dari nya. Apa aku saja yang menelfonnya duluan? Ah tidak tidak. Hyeraa telah berjanji akan menelfonku jika ia butuh bantuan. Tapi ini sudah satu minggu lewat dia tak kunjung menelfonku. Aish~ gadis itu membuatku semakin kacau saja. Hmm.. ya sudah lah aku telfon saja. Basa basi menanyakan kabarnya. Kuambil handphone dari dalam tasku.

Kriiiiiing Kriiiiiing Kriiiiiiiiiiing..

Hyeraa. Ah panjang umur. Baru aku akan menelfonmu.  Segera ku angkat telfonku.

“Yeboseyo.”

“Yeboseyo. Ryewook?”

“Ne. hei kau sudah berjanji untuk memanggilku Oppa.”

“To the point saja. Temui aku di restoran Las Aquina, jam 7 malam.”

“Ne?”

Tutututututu

          Aish~ aneh sekaili dia ini. Seminggu yang lalu masih baik . hari ini kenapa nadanya ketus sekali. Ah~ ya sudah lah, lebih baik aku bersiap siap saja.

Dengan segala ke bingungan yang ada, aku pergi juga menemuinya. Restoeran Las Aquina. Aku tidak mau telat, maka aku datang lebih awal, jam 6.45 aku sudah berada di restoran itu. Aku tak mau membuatnya menunggu.

“Annyeong Haseeyo. Ajusshi, mau makan disini?” sapa seorang waiters saat aku masauk kedalam restoran dengan gaya Itali yang kental.

“Ne” jawabku

“Untuk berapa orang?”

“Dua.”

“Atas nama?”

“Kim Ryewook.”

“Ah~ Ryewook-ssi. Nona Song telah memesan tempat untuk anda. Silahkan ikuti  saya.”

          Ne? Hyeraa sudah memesan tempat? Dengan segala kebingungan yang aku rasa aku ikuti saja sang waiters. Aku di bawa ke arah meja yang terletak di sudut ruangan.

“Silahkan.”

“Ne, Gamsahamnida.”

Aku tak punya pilihan lain selain menunggu kedatangan Hyeraa dan menanyakan semuanya, ada apa sebenarnya. 10 menit sudah aku menunggu. Pukul 7 tepat.

“Permisi. “ kata seorang waiters sambil menaruh makanan di atas meja.Pasta Saus Tiram, Beef Panggang  Saus Asam Manis, Pasta Saus Susu, dan … Tortelini? Aku hanya bengong melihat semua hidangan ini dihidangkan di atas meja. Aku belum memesan apapun. Bagaimana ini bisa terjadi?

“Maaf, Tapi saya belum memesan semuanya. Mungkin kalian salah meja.” Kataku sesopan mungkin.

“Aniyo. Ini pesanan untuk meja 4. Meja yang anda duduki Tuan.”

“Tapi aku belum memesan apapun. Melihat buku menu saja belum. Bagaimana bisa Anda bilang ini semua pesananku.”

“Tapi ini memang pesanan meja ini. “

“Kamu memang tidak memesannya. Tapi aku.”

 -TBC-

RCL Plisss,.. . .:*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s