I’ll Wait You Until The End of Time (Forever With You) [Part3]

Author : Anggi Putri Kusuma Wardhini a.k.a Song Ji Young

Cast :Kim Reowook

Song Hye Raa  (Adek saya..)

Song Jiyoung

 

“Kamu memang tidak memesannya. Tapi aku.” Terdengar suara seorang wanita dari balik waiters yang menghidangkan makanan. Betapa kagetnya aku melihat siapa yang berdiri di belakang waiter itu. Wanita cantik dengan pakaian Chef lengkap dan baret merah dilehernya.

 

“Jiyoung-ssi” kegugupan menyelimutiku, dengan agak canggung aku berdiri dan memberi hormat. Ada apa ini sebenarnya?

“Duduklah. Kamu pasti bingung dengan semuanya. Aku memang sengaja mengundangmu kesini. Ada hal yang ingin aku bicarakan denganmu. Silahkan kau makan ini.” Sambil mengisyaratkan agar aku menciciipi semua hidangan yang ada dihadapanku.

“Ne?”

“Makanlah.”

Aku tak punya pilihan lain selain memakannya. Sebenarnya aku merasa sedikit canggung, karena harus makan ditemani dengan orang judes seperti dia. Aish~

 

“Sudah? Aku ingin tahu bagaimana pendapatmu tentang masakan tadi.”

“Enak.”

“Bukan itu. Yang lain.”

“Masakan ini di panggan dengan temperature kurang lebih 150 derajat Celsius. Dan dengan kematangan daging 30%. Saus nya dibuat dengan menggunakan tomat segar yang dijus tanpa biji dan sepertinya menggunakan kulit jeruk lemon. Sedangkan Pasta Saus tiram ini dibuat dengan menggunakan tiram yang di tumis dengan potogan seledri dan pastanya di rebus dengan kelembekan yang maksimal. Tidak keras dan tidak terlalu lembek. Pas. Dan yang ini Pasta Saus Susu, rasa susunya sangat terasa dan tidak membuat pastanya menjadi terlihat asam. Susunya juga dipanaskan dengan panas yang pas dan kekenyalan pasta ini sama dengan kekenyalan kimchi. Pas sekali Chef.” Jelasku panjang  lebar.

“Bagus. Kalau yang ini?” tanyanya sambil menyodorkan Tortelini.

“Ini adalah ….?”

“Sup Tortelini.” Jawab Jiyoung-ssi sambil tersenyum

“Oh, aku belum pernah menemukannya direstoran lain.” Kataku sambil mencoba sup ini dengan sedikit terheran. Ah~ sup ini enak sekali.

“Sup ini enak sekali. Kematangan Tortelini yang sangat pas. Rasa kuahnya pun sangat gurih. Ini enak sekali. Pasti ini adalah menu andalanmu Chef.”

 

Mendengar perkataanku, Chef itu hanya tersenyum. Agak aneh memang melihatnya tersenyum seperti itu.

 

“kau lulus tes.”katanya sambil terus tersenyum.

“Ne? Tes?”

“Iya. Tujuanku mengundangmu adalah untuk mengetesmu. Apakah kau pantas atau tidak untuk mengajari adikku.” Apa? Kata katanya membuatku semakin bingung. “Kau tahu Restoran siapa ini?” tanyanya

“Molla.”

“Ini adalah restoran milik Jang Tae Hae. Dia adalah”

“Chef terkenal yang menyelesaikan gelar Chef dengan nilai tertinggi di Italia. Dan telah keliling dunia hanya untuk mencicipi seluruh pasta dan desserts yang ada.” sambungku

“Dia pacarku. Dan kami telah berencana untuk menikah. Dan kau tau cepat atau lambat aku kan meninggalkan Restoran Torline. Dan saat aku meninggalkan Torline, aku ingin Hyeraa lah yang menggantikanku sebagai Chef Senior disana. Aku tak mau posisiku digantikan dengan yang lain, aku tak mau adikku itu menjadi seorang magnae untuk selamanya. Itulah sebabnya kenapa aku selalu bersikap tegas dan keras padanya. Hei. Apa kau belum mengenaliku?”

“Ne? mengenalimu?”

“Ia. Kau tidak ingat aku?” tanyanya, dan hanya ku jawab dengan gelengan kepala saja. “Huh. Kau ini. Masih ingat seorang Yeoja yang mengalahkan kakakmu dalam kompetisi Pasta 6 tahun yang lalu? Kompetisi itu berhadiah beasiswa ke Italia. Ingat?”

 

6 Tahun lalu? Kompetisi Pasta? Siapa Jiyoung-ssi ini? Pertanyaan itu berputar putar di kepalku. Hyung?

 

“Ah~ aku ingat. Jadi kau adalah gadis itu?”

“Ne. kali ini aku ingin kau mengajari adikku. Setidaknya berilah dia semangat untuk terus mengikuti Ujian itu. Aku sangat mengharapkan dia dapat meraih juara dan bersekolah di Itali. Bila menang nantinya dia tidak lulus lagi. Mungkin memang sudah nasib Hyeraa untuk terus menjadi Chef Junior. Bagaimana? Kau mau tidak? Aku tau reputasimu dan keluargamu di bidang ini. Kau adalah ahlinya Ryeowook.”

 

Aku mulai mengerti sekarang. Mengapa jiyoung-ssi begitu keras terhadap hyeraa, dan mengerti akan semuanya ini. Baiklah aku akan membantunya.

 

“Ok. Aku akan membantu sebisaku.” Jawabku sambil tersenyum

 

~~~~~

 

          “Aku hanya memintamu untuk mengajari Hyeraa bagaimana cara membuat pasta yang enak. Membuat pasta dengan hati. Bukan hanya sekedar mebuat karenaingin ke Itali. Kau tak usah mengajarinya setiap hari cukup jika kau ada waktu. Sepulang kuliah misalnya. Kau bisa datang ke dapur dan kau juga tak perlu membawa bahan bahan. Akan ku siapkan di dapur. Arasso?”  Kata kata itu terus berputar putar di kepalaku. Aku sih senang senang saja membantunya, tapi bagaimana dengan Hyeraa? Apa dia mau aku bantu? Lalu dari mana aku akan memulai? Astaga.. God, help me…

Jam didinding kamarku menunjukan pukul 10 malam. Apakah hyung sudah tidur? Mungkin hyung bisa membantuku untuk memulai semuanya.

 

“Hyung, Apa kau sudah tidur?” teriakku dari balik pintu.

“Aniyo. Waeyo?” Balasnya

“Hyung, apakah kau masih menyimpan semua resep pastamu?” tanyaku sambil berjalan memasuki kamarnya.

“Ne. Waeyo?”

“Ani… may I borrow that?”

“What for?”

“Just for practies. Hehe”

“Take them.” Katanya sambil melempar beberapa buku kepadaku.

“Gumawo” jawabku sambil berlari keluar kamar.

 

Ah~ dengan buku ini aku siap membantumu hyeraa. Lusa aku akan kerestoranmu dann mulai mengajarimu. 

 

~~~~~

 

Pukul 7 malam. Aku sudah berdiri dipintu belakang, Jiyoung-ssi yang menyuruhku. Aish~ aku gugup sekali. Bagaimana kalau aku juga mengecewakan Jiyoung-ssi? Ah~ apa yang kau pikirkan Kim Ryewook. Just do your best. Ku ambil handphone ku dan mu telfon Jiyoung-ssi. Tak lama dia keluar dan menyuruhku untuk masuk. Kulihat Hyeraa baru akan mulai membuat pasta. Mengambil wajan dan mulai memasukan semua bahan dan mengaduk. Aish~ jelas saja dia kena marah dari Jiyoung-ssi terus.Aku sengaja membiarkannya dulu dan melihat bagaimana caranya membuat Pasta.

 

“Ah~kanapa semuanya jadi seperti ini? Bagaimana aku bisa menang. Huh”  keluhnya kesal. Dia mulai mengambil bahan lagi dan mulai mengulangnya. Aish~ baiklah aku akan membantu.

“Kya~ Hyeraa-ah, kau salah itu.” Kataku sambil berjalan mendekatinya.

“Oppa??Bagaimana Oppa bisa ada disini?” Tanyanya heran

“Tak penting. Aku sudah berjanji dengan seseorang untuk mengajarimu cara membuat pasta. Huh. Pantas saja kau selalu kena marah dari Eonnie mu. Caramu mengaduk itu salah.” Kuambil alih tempat Hyeraa. “ Coba lihat ini.” Kataku sambil mulai memasak

“Oppa, you can do it!!”

“I told you before. If you need help, call me. I will help you. And now I’ll help you”

“But, I didn’t call you.”

“You did. Sudah tidak usah membahas ini. Sini kau ku ajari cara mengaduk yang benar. Ambil wajan itu”suruhku sambil menunjuk sebuah wajan yang ada di dekat Hyeraa. “Lihat. Kau harus melakukannya seperti ini. Arasso?”

“Ne”

“Cobalah” Kuberikan wajan yang ku pegang kepada Heyraa, dia pun mulai melakukannya.

“Begini?”

“Aish~ kamu salah. Seharusnya kamu memengangnya seperti ini. Gerakan secara teratur kedapan dan ke belakang. Usahakan lengan bagian atas tidak bergerak. Greakan lengan bagian bawah saja. Secara teratur gerakan pergelangan tanganmu naik dan turun, sehingga pasta akan berputar. Dengan begitu sausnya akan merata. Araso?”

“Ne.”

 

Hyeraa pun melakukan apa yang aku suruh. Dilihat lihat dia memang anak yang berbakat. Kalau boleh jujur, sama seperti Noonanya, Jiyong-ssi. Hari ini aku memberinya pelajaran dasar. Cara mencampurkan saus dengan pasta.  Tepat pukul 11 malam aku dan Hyeraa selesai.

 

“Huaa~ cape.” Keluh Hyeraa. “Oppa, besok kita lakukan lagi ya.”

“Ne. aku akan membimbingmu sampai kau menddapatkan beasiswa mu.”

“Kalau aku gagal bagaimana?”

“Kalau kau gagal. Kau harus menjadi pacarku.”

“Ne?”

 

“Sudah malam ayo pulang. Ku rasa Eomma dan Eonnie mu sudah menunggumu pulang.” Kutarik tangan Hyeraa dan mengajaknya pulang, kuantar dia sampai depan rumahnya. Malam yang panjang dan melelahkan. Tapi aku senang dan aku berharap akan terus begini.

~~~~~

Setiap hari aku selalu mengunjungi Hyeraa walau hanya sekedar untuk melihatnya. Hari ini aku memang datang lebih awal. Aku sengaja tak memberi tahu Hyeraa. Dan aku pun telah membawa semua perlengkapan yang untuk latihan hari ini.

 

“Annyeong.” Sapaku ramah pada waiters yang ada. “Hyeraa ada?”

“Ne. Silahkan masuk.” Jawabnya ramah.

 

Kulangkahkan kakiku dengan riang. Sesampainya di dapur langkahku terhenti. Terdengar suara Hyeraa sepertinya sedang berbicara, tetapi tidak ada lawan bicaranya. Ku intip dia. Ah sedang menelfon, kembali kulangkahkan kakiku,tapi…

 

-TBC-

RCL Plissss, . .:*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s