I’ll Wait You Until The End of Time (Forever With You) [Part4]

Author : Anggi Putri Kusuma Wardhini a.k.a Song Ji Young

Cast :Kim Reowook

Song Hye Raa  (Adek saya..)

Song Jiyoung

Ini Part 4 nya, semoga kalian suka, . .:)

Kulangkahkan kakiku dengan riang. Sesampainya di dapur langkahku terhenti. Terdengar suara Hyeraa sepertinya sedang berbicara, tetapi tidak ada lawan bicaranya. Ku intip dia. Ah sedang menelfon, kembali kulangkahkan kakiku,tapi…

“Kau becanda? Ryeowook Oppa itu hanya guruku. Dia yang mengajariku cara membuat pasta dan menyemangatiku saja… Kau ini… Aku hanya menghormatinya dengan memanggilnya oppa, lagian kau kan tau aku selalu ingin punya Oppa. Bagiku, pria yang aku cintai adalah kamu… Jeo aniyo. Aku tidak tau sapa yang menyuruhnya. Mungkin eonnie, aish~ kau ini…”

          Apa? Dia sudah punya pacar? Aku tidak percaya dengan apa yang aku dengar. Entah kenapa aku berharap ini adalah mimpi. Aku ingin sekali segera bangun dari mimpi ini.

“Hei! Apa yang kau lakuakan?” terdengar suara yang tak asing lagi, dan tepukan di bahuku.

“Noona?” jawabku. “Maksudku Jiyoung-ssi. Kau mengagetkanku.”

“Apa yang kau lakukan? Bukankah hari ini kau janji datang nanti malam?”

“Iya memang, tapi aku besok harus pergi ke daerah Gweangmyeong. Mungkin sekitar 3 atau 4 hari. Makannya aku datang kesini untuk memberi tahu Noona, ah ~ Jiyoung-ssi dan Hyerra.”

“Oh. Aku pikir ada apa. Baiklah, aku ada urusan dulu. Kau. Kau masuklah.”  Katanya ketus sambil berjalan.

“Noona” Cegahku. Jiyoung pun berbalik dan menatapku. Ups~ “Maksudku Jiyoung-ssi. Aku mau bertanya. Apakah Hyeraa sudah mempunyai pacar?”tanyaku agak ragu.

“Heh. Kau tanyalah padanya sendiri.” Jawabnya sambil tersenyum tipis dan kembali berjalan.

Aish~ apa apaan dia. Adik sendiri tidak tau. Kakak macam apa dia? Keluh ku dalam hati. Ya sudahlah tujuanku kesini kan untuk menemui Hyeraa, bukan berdebat dengannya. Dengan perlahan ku dekati Hyeraa yang ternyata masih menelfon.

“Ani oppa. Aku sudah sehat… Ne, terkadang memang pergelangan ini teras sakit. Tapi aku yakin ini tak apa Oppa, percayalah… aku sudah melakukan semua yang kau suruh, jadi tenanglah.”

“Hyeraa.” Sapaku pelan sambil menepuk bahunya.

“Ah~ Oppa. Chamkkamayo.” Sambil mengisyaratkan ‘tunggu sebentar aku matikan telfonku dulu’.  Aku pun berusaha kembali kepada semua yang telah aku rencanakan. Satu persatu bahan yang aku bawa ku keluarkan. Hari ini memang sengaja aku yang membawa bahan yang akan di buat. Wait. Hyeraa bilang pergelangannya terasa sakit? Apa benar? Pantas saja dia tidak bisa mencampur pasta dengan baik. Kalau didiamkan saja dia bisa gagal dalam kompetisi itu.

“Oppa, kau bawa apa?” Tanya Hyeraa sambil melihat apa yang ku bawa. Tangannya Hyeraa memang di bebat.

“Ada apa ini?” ku genggam tangannya yang terbebat.

“Ah~ ini.  Gwenchayo. Hanya terkilir saja. Kemarin aku jatuh dirumah dan tanganku terkilir.”

“Jinjayo?”

“Ne. “ Katanya meyakiniku. “ Oh ya, kenapa Oppa dateng cepat sekali hari ini? Bukannya kita ada janji jam 7? Sekarang masih jam 3.”

“Oh iya. Aku hari ini sengaja dateng lebih awal, besok aku ada sedikit urusan didaerah Gweangmyeong dan mungkin harus menginap di sana sekitar 3 atau 4 hari. Jadi aku sengaja datang kesini lebih awal. Jadi kita bisa berlatih lebih lama lagi mengganti latihan 4 hari kedepan.”

“Jadi aku mendapat libur selama 4 hari?”

“Kurasa tidak.”

“Apa Eonni tau? Karena jika ia tau pasti dia akan menggantikan posismu”

“Sayangnya iya. Tadi aku sudah bertemu dan berbicara dengannya.” Terlihat sekali kekecewaan di wajah Hyeraa.  “Tapi mungkin dia tidak akan menggantikanku jika ia tau apa yang terjadi dengan tanganmu.” Kataku sambil menggenggam tangan Hyeraa. “Jujurlah padaku.” Pintaku.

“Ah~ kau terlalu menghawatirkanku Oppa. Aku tak apa. Kau dan dia sama saja. “ jawabnya sambil melepaskan genggamanku

“Dia? Sapa?” pancingku

“Ah~ Ani. Bukan siapa siapa. Jadi, apa yang akan kita buat hari ini?”  jawabnya sambil tersenyum. Kau mengalihkan pembicaraan Hyeraa. Ucapku dalam hati.

“Kita akan membuat Pasta Moussaka dan Spageti. Kau siapkan semua alat. Kita buat sekarang.”

Kami pun mulai memasak Pasta Moussaka dan Spageti. Yah, tehnik yang di kuasai oleh Hyeraa sudah lebih baik, tapi memang tangannyalah yang menjadi masalah. Jika didiamkan bisa berakibat fatal. Jam di dapur menunjukan pukul 7. Lebih cepat dari yang aku duga.  Semua peralatan telah kami bereskan. Kami rapihkan seperti semula.

“Hyeraa, kau yakin dengan keadaan tanganmu? Aku sedikit khawatir kalau kau terus latihan cedera ditanganmu itu akan semakin parah.” kataku sambil memberikan segelas susu hangat yang aku beli di kedai. Kami sudah pulang dan sekarang sedang ngobrol di kedai kopi dekat restoran.

“Gwenchana oppa.” Jawabnya sambil tersenyum.

“Biar ku tebak. Eonni mu pasti tidak tau.”

“Ne. Kalau dia tau dia bisa sewot setengah mati. Lagian juga aku masih ada waktu sekitar 2 bulan lagi untuk mempersiapkan semua. Termasuk pemulihan tanganku ini.”

“Hmm… kalo sudah begitu, aku tak bisa berbuat apa apa.” Jawabku berusaha menenangkan diri sendiri. Kau bohong Hyeraa. Kau Bohong. Cederamu itu sudah parah. Ucapku dalam hati. Tapi entah kenapa saat aku menatap mata Hyeraa aku percaya padanya. Aku percaya. Dia bisa melewatinya.

“Hei Oppa. Mau kah kau member ku PR?”

“Ne?”

“Iya, kau akan meninggalkanku selama 4 hari. Aku mau berlatih sendiri. Maukah kau memberiku PR? Resep apa saja, nanti akan aku kirimkan gambarnya lewat e-mail atau HP. Mau ya??” bujuk Hyeraa. Kalau sudah begini aku tak bisa berbuat apa apa, aku hanya bisa meng-iya-kan keinginannya.

“Kau serius? Baiklah. Besok sebelum aku pergi, aku akan mampir ke restoranmu dan menitipkan semua PR yang kau minta. Hari ini aku tidak membawa persiapan apa pun. Gwenchanayo?”

“Ne, Gwenchana.”

Hari itu aku lalui dengan hati yang sedikit senang tapi kecewa. Aku mengharapkan Hyeraa belum punya tambatan hati. Tapi nampaknya dia sudah ada kekasih. Hmm…

~~~~~

Keesokan harinya sesuai janjiku pada Hyeraa aku mengantarkan semua PR nya ke restoran. Setelah itu aku langsung pergi kekampus dan pergi ke Gweangmyeong.  Aku pergi ke Gweangmyeong untuk mengikuti perlombaan Club Bahasa Mandarin ku. Hari ini hanya persiapan saja. Rapat bersama panitia. Perlombaan akan dimulai besok dan lusa. Hari terakhir adalah penutupan dan kami akan kembali ke kota kami masing masing. Malam ini tidurku tidak begitu nyenyak. Mungkin karena tegang untuk menghadapi perlombaan besok. Ah~ semoga besok berjalan dengan baik…

Hari pertandingan pertama pun mulai. Kami Tim Jīn hǔ yang berarti Golden Tiger maju dengan sangat percaya diri. Untuk tahap pertama kami menang dan hari ini, mendali kemenangan telah kami rebut. Ini semua berkat Zhoumi dan Henry yang notabene adalah orang China asli. Dan mereka lah yang selama ini memperkuat benteng kami. Kami semua pulang ke hotel dengan sukacita, tapi entah kenapa aku tak merasakan  kebahagiaan itu. Aku tak bisa larut dengan kebahagiaan ini, mungkin karena besok giliranku yang berjuang. Karena merasa tak enak badan. Aku pun memilih untuk kembali ke kamar hotelku. Zhoumi pun menyusulku.

“Gwenchanayo?” tanyanya

“Ah~ Zhoumi. Ne, gwenchana. Hanya sedikit nervous saja. Mungkin karena besok adalah bagianku.”

“Are you kindding hah? Seorang Kim Ryewook nervous?”

“Hei. Apa maksud omongnmu?”

“Kau itu pasti menang. Tenang saja. Aku tau kau akan memenangkannya untuk Jīn hǔ aku yakin.”

“Ahhahaah~ kau ini.”

“Kalau besok yang bertanding adalah Kyuhyun, aku yang akan merasa sangat gugup. Tapi untung saja dia sudah bertanding. Hari ini dia sangat memukau kita. Anak itu berjuang dengan sangat baik. Eh , aku jadi teringat dengan anak yang selama ini aku latih. Bagaimana kabarnya?”

“Hyeraa? Baik.” Jawabku sesingkat mungkin

“Aniyo. Aku tak menanyakan kabar dia. Aku menanyakan kabar hatimu. Bagaimana kabar perasaan mu terhadapnya?”

“Ah~ Zhoumi. Aku tidak mau membahasnya. Lagian nampaknya dia sudah punya kekasih.” Jawabku lesu.

“Kya~ kau patah hati?” godanya.

“Molla. Sudah aku mau tidur. Pergi sanah.” Usirku. Zhoumi pun keluar dari kamar.

          Aish~ apa yang dikatakan dia? Pata hati? Ani ani… aku tidak patah hati. Ujarku dalam hati. Tapi, kenapa rasanya aku sekarang mengkhawatirkan Hyeraa? Ada apa dengannya? Apa aku telfon saja dia? Ah~ Ani. Lebih baik aku istirahat, tidur. Besok aku harus berjuang. Hwaiting Kim Ryewook.

~~~~~

Akhirnya pagi menjelang. Entah kenapa semua pikiranku tertuju pada Hyeraa. Seperti ada yang tidak beres. Sudahlah Kim Ryeowook. Fokus pada perlombaan saja ujarku dalam hati. Hari ini waktunya aku berjuang demi Jīn hǔ. Perlombaan kali ini adalah lomba debat. Aku, Hendry dan Hyeyeon adalah wakil dari Jīn hǔ. Pertandingan berjalan lancar. Semua berjalan lancar, kami pulang membawa piala kemenangan. Saatnya kembali ke Hotel. Tapi saat kami berpesta di kamar sonsaengnim, Zhoumi mendekatiku.

“Can we talk for a moment?” bisiknya. Aku jawab dengan anggukan, dan berjalan mengikutinya. Di tangga darurat barulah dia berhenti dan mulai berbicara. “Saat kau berlomba tadi, handphone mu berdering, tertulis Jiyoung-ssi. Maaf aku mengangkatnya.”

“Kau hanya mau berbicara ini? Tak apa lah Zhoumi, bukanya itu sudah biasa. Setiap aku sedang berlomba kau yang mengambil alih semua telefon yang masuk ke dalam pon…”

“Hyeraa.” Potongnya

“Mwo?” tanyaku bingung

“Hyeraa ….”

-TBC-

RCL Pliiiiis my E.N.E.R.G

Last Part, Just click🙂

Part !, Part 2, Part 3

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s