I’ll Wait You Until The End of Time (Forever With You) [Part5]

mian baru ngepublish part ini sekarang, kemarin sibuk >.<

Author : Anggi Putri Kusuma Wardhini a.k.a song ji young

Cast :Kim Reowook

          Song Hye Raa  (Adek saya..)

          Song Jiyoung

Part sebelumnya…

“Kau hanya mau berbicara ini? Tak apa lah Zhoumi, bukanya itu sudah biasa. Setiap aku sedang berlomba kau yang mengambil alih semua telefon yang masuk ke dalam pon…”

“Hyeraa.” Potongnya.

“Mwo?”

Part 6..

“Hyeraa masuk rumah sakit. Dia…”

Mendengar penjelasan Zhoumi hatiku merasa terpukul. Pantas saja akhir – akhir ini aku selalu teringat padanya. Malam itu juga aku mohon ijin kepada sonsaengnim untuk pulang lebih awal. Karena sudah tidak ada perlombaan lagi sonsaengnim pun mengizinkaku. Sesampainya di Seoul aku langsung menuju rumah sakit. Pikiranku kacau. Bagaimana ini bisa terjadi? Bagaimana kompetisi nya? Aish~ Hyeraa kau babo! Makiku dalam hati sambil terus berlari menuju kamar Hyeraa. Sesampainya disana aku lihat Hyeraa terbaring. Dia sendiri dan tertidur. Tidak ada yang menjaga? Tanyaku heran. Hyeraa berbaring dengan tangan dan kaki yang dibebat.

          Jiyoung-ssi tadi telfon, dia bilang Hyeraa mengalami kecelakaan. Saat menuruni tangga di rumah, dia terpeleset dan terjatuh. Tangannya tertimpa badannya sendiri, kakinya terkilir juga. Awalnya Hyera menolak untuk dibawa kerumah sakin, tetapi setelah dibujuk, akhirnya Hyeraa mau  dibawa  ke rumah sakit untuk diperiksa dan ternyata dipergelangan tangannya ditemukan bekas terkilir yang telah lama didiamkan, selain itu ada tulang di pergelangan kakinya ada yang patah, sehingga membuatnya tidak bisa berjalan dengan baik. Jika urusanmu di Gweangmyeong telah selesai, kau di minta untuk segera pulang dan menemaninya. Jiyoung-ssi  takut Hyeraa akan menyerah. Perkataan Zhoumi kembali berputar dikepalaku saat aku melihat Hyeraa yang terbaring. Entah mengapa air mata ini mengalir. Dan tanpa sadar aku pun tertidur di sampingnya.

~~~~~

“Oppa?” sebuah tangan mengelus pipiku dengan lembut dam membuatku terbangun.

“Hyeraa? Kau sudah bangun?” jawabku melihat siapa yang membangunkaku.

“Oppa kapan kau datang?”

“Tadi malam. Kau ini kenapa? Sudah ku bilang berhati hati lah. Sekarang, bukan hanya tanganmu yang bermasalah. Tapi lihat kakimu. Ini juga jadi bermasalah sekarang. Kau ini.”

“Oppa. Gwenchana.” Ucapnya mencoba menenangkanku.

“Gwenchana? Kau menyuruhku tenang? Bagaimana bisa.”

“Ah~ Hyeraa-ah, kau telah bangun” terdengar suara seorang di belakangku. Uisa *dokter*

“Annyeong Uisa.” Sapa Hyeraa. Aku pun berdiri dan member salam.

“Saya priksa ya.” Ucap sang dokter, sambil memegang tangan Hyeraa. Saat di pegang Hyeraa agak meringis. Mungkin karena sakit. “Kau kakak nya?” Tanyanya padaku.

“Ani.” Jawab sebuah suara dari belakangku. “ Aku Eonni nya.”

“Ah~ kalau begitu kau ikutlah denganku.” Jiyoung-ssi pun mengikuti Uisa keluar. Melihat raut wajah Uisa, aku yakin ada yang tidak beres. Ah~ apa yang kau pikirkan Kim Ryewook? Semua kana baik baik saja.

“Hyeraa, apa kau lapar? Aku mau membeli makanan di kantin. Kau mau menitip sesuatu?”

“Ani. Gumawo.” Ucapnya sambil tersenyum. Aku pun pergi dari kamar Hyeraa. Mianhae, aku bohong padamu. Aku ingin tau keadaan mu. Kulangkahkan kakiku kea rah ruang dokter. Ruangan Lee Han Sang.

“Sebenarnya cedera yang dialami oleh Hyeraa tidak terlalu parah. Hanya harus benar benar istirahat. Tapi, cedera di pergelangannya itu. Aku khawatir jika dia tidak mendengarkan peringatanku dia tidak akan bisa menggunakan pergelangannya lagi.”

“Maksudnya?”

“Ya, jika dia memaksakan diri untuk terus melakukan kegiatan yang menggunakan pergelangan tangannya, cederanya akan semakin parah. Jadi kemungkinan dia tidak bisa menggunakan tangannya lagi.” Uisa menghelan nafas dan melanjutkan penjelasnnya. “Tapi kau tidak perlu khawatir. Kami akan memberikan terapi untuk penyembuhan pergelangan tangan dan kakinya itu.”

“Kira – kira berapa waktu yang dibutuhkan untuk pemulihan ini?” Tanya Jiyoung-ssi sedikit khawatir. Sama dengan hatiku.

“Sekitar 3 sampai 4 bulan.”

          Apa? Tiga atau empat bulan? Mana mungkin. Kompetisi ini akan di adakan kurang dari 2 bulan lagi. Bagaimana Hyeraa bisa menang? Jangankan menang, bagaimana dia bisa mengikuti kompetisi  itu. Bagaimana kalau…

“Ryewook. Apa yang kau lakukan disini?” suara Jiyoung membuyarkan pikiranku.

“Jiyoung-ssi…”

“Ikut denganku.” Tanpa banyak bicara aku mengikuti langkah kakinya. Dia mengajakku kekantin.

“Aku tau ini pasti berat baginya. Dia juga telah mengetahui semuanya, cedera di tangannya, dan kakinya. Sebenarnya aku tau dulu dia pernah cedera di pergelangan tangan, hanya saja dia bilang semua baik baik saja. Dasar Hyera pabo. Hanya karena tidak mau membuatku cemas, selama ini dia merahasiakannya driku. Dia tak pernah bilang padaku kalau selama ini dia merasakan sakit di pergelangan tangannya. Aku tau kau pasti akan menyalahkanku karena tidak mencegahnya untuk berlatih, tapi malah memintamu untuk melatihnya setiap hari. Aku hanya ingin dia merasa bahagia dengan apa yang dia raih dengan usahanya. Dia itu anak yang gigih. Kalau aku yang ada pada posisinya, mungkin aku akan menyerah pada keadaan, dan mengubur dalam dalam semua impianku. Tapi tidak dengan Hyera. Melihat semangatnya aku kembali yakin bahwa dia akan menjadi Chef senior. Aku sudah pernah bilang padamu. Aku ingin dia menjadi Chaf Senior.” Jiyoung-ssi berhenti dan menghela nafas. “Tapi, kalau sudah begini, sepertinya akan susah. Dia akan gagal dalam kompetisi dan tidak akan pergi ke Itali. Aku akan coba untuk membujuknya membatalkan keinginannya pergi ke Itali itu karena alasan kesehatannya. Semoga dia bisa mengerti.”

“Mwo? Kau akan membatalkannya?” Tanyaku meyakinkan Jiyoung-ssi.

“Ne.”

“Tapi apa pernah kau memikirkan apa yang akan dirasakan oleh Hyeraa? Kau tau sendiri ini adalah mimpinya.”

“Mau bagaimana lagi? Sudah lah Ryewook. Aku akan mengatakannya pada Hyeraa. Kuharap dia akan mengerti.” Ucapnya sambil meninggalkanku sendiri di meja.

“Tunggu!” cegahku. Jiyoung-ssi berbalik dan memandangku heran. “Uisa bilang Hyeraa butuh waktu 3 sampai 4 bulan untuk terapi pemulihan. Dan kompetisi akan dilakukan kurang dari 2 bulan lagi. Hyeraa masih bisa mengikuti lomba ini. Kita bisa berhenti latihan memasak dan tetap focus terhadap pemulihannya. Kita bisa memberikannya pelatihan teori. Itu juga akan penting bagi Hyeraa. Barulah seminggu sebelum kompetisi dimulai kita kembali ke dapur. Mungki dengan begitu dia akan mendapatkan impiannya, juga tangannya.” Jelasku

“ Kamu becanda? Itu tidak mungkin. Mana mungkin dia akan menang jika tidak berlatih.”

“Aku bilang dia akan berlatih seminggu sebelum kompetisi.”

“Itu tidak mungkin. Bagaimana Hyeraa bis menang dengan kondisi se…”

“Hyeraa mungkin saja menang  jika kau campur tangan.” potongku

“Maksudmu?” Pernyataanku membuat Jiyoung-ssi berhenti dan kembali duduk didekatku.

“Kau benar. Hyeraa tidak akan menang dalam kompetisi ini. Apalagi dengan kondisi seperti ini. Mungkin cedera dikakinya tidak terlalu berpengaruh. Tapi cedera ditangannya akan sangat perpengaruh. Kemungkinan besar dia tidak akan bisa mencapurkan pasta dan sausnya dengan baik.” Jelasku. Ku dekatkan wajahku ke wajah Jiyoung-ssi “Kecuali kau turun tangan. Melakukan hal yang sama seperti 6 tahun lalu.” Sambungku. Wajah jiyoung-ssi terlihat sangat kaget mendengar perkataanku ini. Wajahnya yang begitu angkuh berubah menjadi pucat.

“Apa maksudmu?” tanyanya

“Aku tau, kau yang menukar hasil masakan hyungku dengan hasil masakanmu. Aku melihatnya dengan mataku. Kau melakukannya. Saat semua peserta disuruh menunggu di ruang tunggu, kau menyelinap masuk kedalam ruang penjurian dan menukar hasil masakanmu dengan hasil masakan Yoogeun hyung.”

“Mwo?”

“Dengar, untuk kali ini, kau tidak perlu melakukan hal yang sama dengan apa yang kau lakukan dulu. Ku dengar salah satu juri yang menilai adalah Taehae-ssi. Dia telah menjadi juri 3 tahun belakangan ini. Kau cukup membujuk calon suamimu itu untuk melolosakan Hyeraa. Kau cukup memintanya meloloskan Hyeraa dan semua akan selesai sesuai dengan rencanamu. Hyeraa akan menang dan dia akan ke Itali. Dan kau… hufh, bisa segera menikah dengan Taehae-ssi. Mudah kan?” selesai bicara aku tinggalkan Jiyoung-ssi dengan muka yang masih sangat shock.

“Dengar.” Ucapnya yang membuat langkahku terhenti. “Aku akui dulu aku memang menang dengan kecurangan. Tapi ini sekarang situasinya lain. Ini adalah keinginan Hyeraa.”

“Keinginan Hyeraa?” Ulangku dengan nada meledek. “Bukankah semuanya itu adalah keinginanmu? Karena kau ingin segera menihak dengan Taehae-ssi, dan ingin meninggalkan Tortline? Makannya kau memaksa Hyeraa untuk menjadi seorang Chef Senior?”

“Tidak. Sebenarnya ini adalah keinginan Hyeraa. Ini adalah ambisinya. Sebenarnya dulu saat Hyeraa masih SMA, dia pernah pacaran dengan seorang Chef Senior yang bekerja di Torline, Jongwon. Hyeraa sangat mencintai Jongwon tapi saat Jongwon mengetahui bahwa Hyeraa tidak bisa memasak, terutama memasak pasta, Joongwon mencapakannya. Memang terdengar sangat kekanak – kanakan. Tapi itu lah yang terjadi pada Hyeraa. Dan mulai saat itulah Hyeraa ingin sekali bisa masak. Terutama memasak pasta dengan sempurna. Itu juga salah satu alasan kenapa Hyeraa sangat iri padaku. Dia sangat ingin sepertiku. Dan saat aku memenangkan kompetisi itu, sebelum akupergi ke Italia,dia berjanji padaku untuk ikut kompetisi itu. Walaupun mungkin akan sulit baginya, dia akan mengikutinya sampai dia bisa menang. Tak peduli berapa kali dan berapa sering dia mendaftar kompetisi itu. Dia akan terus dan terus mendaftar.” Jelasnya. “Sebenarnya, saranmu itu pernah aku tawarkan pada Hyeraa. Aku pun merasa kasihan melihatnya seperti ini. Bukan hanya aku, tapi Taehae juga pernah menawarkannya secara langsung, tapi dia menolaknya. Dia ingin lolos kompetisi itu dengan hasil nya sendiri.” Lanjutnya sambil menatapku tajam.

Jujur aku juga setuju dengan jalan pikiran Hyeraa. Aku juga tak akan mau mendapatkan kesuksesan dengan menempuh jalan curang. Saat ini otakku benar benar tidak dapat berfikir. Semua buntu. Kutinggalkan Jiyoung-ssi sendiri dikantin, aku segera kembali ke ruangan Hyeraa. Sesampainya disana, ada suara seorang namja. Ku urungkan niat ku untuk masuk, ku tunggu saja di luar. Tak sengaja aku mendengar percakapan mereka.

“Hyeraa-ah, kau ini babo. Bagaimana kau bisa terjatuh? Sekarang tak cuman tanganmu yang terluka. Tapi lihat kakimu juga.” Ucap seorang namja

“ Oppa, kau terlalu mengkhawatirkanku.” Ucap Hyeraa

“Hei tentu saja aku mengkhawatirkanmu. Bila begini mana mungkin kau bisa memenangkan kompetisi masak itu. Dasar babo.”

“Tapi Oppa, Gumawo”

“Gumawo? For what?”

“Terimakasih karena Oppa telah merahasiakan ini semua dari Eonni. Jeongmal Gamsahamnida.”

“Aish~ kau ini. Mau kau sembunyikan selama apapun, Eonnimu itu pasti akan tau keadaan kau sebenarnya. Sekarang pasti dia akan melarangmu untuk mengikuti kompetisi itu. Aku yakin akan hal itu hyeraa-ah.”

“Ya, memang. Tapi apapun yang akan terjadi nanti aku akan tetap mengikuti kompetisi itu. Aku sadar aku memang tidak akan menang dalam kompetisi ini kan?”

“Kya~ kau ini ngomong apa sih. Memang kau mau tidak menang?” Tanya namja itu, dan hanya di jawab tawa oleh Hyeraa. “hei, kau pernah bilang kan kalao Ryewook memintamu menjadi pacar kalau kau kalah dalam kompetisi itu? Ah~ jangan jangan kau memang mengharapkannya ya? ” sambung si namja.

“Aish~ Apa yang kau bicarakan itu!”

“Kya~ Hyeraa, kau mengharapkan kalah kan? Kau memang mengharapkannya?”

“Oppa. Memang kau sudah siap kehilanganku?”

“Jika kau menang dalam kompetisi ini aku juga akan kehilanganmu kan?”

“Aish~ kau ini… Hmm… tapi kurasa aku…” suara hyeraa menghilang. Kurasa mereka sudah berhenti berbicara. Aish~ kenapa hatiku semakin tidak karuan? Kenapa aku harus mendengar pembicaraan mereka?

“Hei Ryeowook, apa yang kau lakukan disitu?” lagi lagi Jiyoung-ssi menggangguku. Kuliahat Sosok angkuh itu berjalan mendekatiku.

“Aniyo. Sepertinya Hyeraa ada tamu. Hmm…. aku mau pulang. Sampaikan pada Hyeraa kalau aku langsung pulang.” Ucapku sambil berlalu pergi.

“Jamkkamayo.” Cegah Jiyoung-ssi. Jiyoung-ssi berjalan mendekatiku. “Sepertinya usulmu akan aku pertimbangkan.” ucapnya.

“Ne? jadi kau akan bilang kepada Taehae-ssi?”

“Aniyo. Usulmu untuk mengajar Hyeraa mengenai teori Pasta. Itu yang akan aku pertimbangkan.”

“Oh. Ok”

“Ya sudah, nanti akan aku telfon.” Ucapnya Jiyoung-ssi mendekatkan mulutnya ke telingaku “dan, tolong Rahasiakan semuanya. Semua hal anatara aku dan Yoogeun. Jebal”

“Ne, araso.” Sambil mengangguk “ Gyesseyo.” Ucapku, lalu melangkah pergi.

“Gyeseyo.” Ucapnya.

Secepat mungkin aku tinggalkan rumah sakit. Sebenarnya aku ingin masuk kedalam kamar Hyeraa dan melihat siapa yang ada di dalam ruangan itu. Siapa namja yang sedang bersamanya. Tapi apa aku siap melihatnya? Semakin aku memikirkan siapa yang namja itu, sekamin kesal hatiku. Entah kenapa. Kulangkahkan kakiku secepat mungkin. Aku ingin segera sampai dirumah dan mengistirahatkan badanku. Mengistirahatkan pikiranku, dan menenangkan hatiku..

-TBC-

Maap ya kalo part ini ada salah salah ketik .. hehe..

makasih udah baca🙂

RCL Pliiis ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s