I’ll Wait You Until The End of Time (Forever With You) [Part6]

Author : Anggi Putri Kusuma Wardhini a.k.a Song Ji young

Cast :Kim Reowook

Song Hye Raa  (Adek saya..)

Song Jiyoung

Part sebelumnya…

Secepat mungkin aku tinggalkan rumah sakit. Sebenarnya aku ingin masuk kedalam kamar Hyeraa dan melihat siapa yang ada di dalam ruangan itu. Siapa namja yang sedang bersamanya. Tapi apa aku siap melihatnya? Semakin aku memikirkan siapa yang namja itu, sekamin kesal hatiku. Entah kenapa. Kulangkahkan kakiku secepat mungkin. au ingin segera sampai dirumah dan mengiistirahatkan badanku. Mengistirahatkan pikiranku, dan menenngkan hatiku..

~~~~~

Part 7…

Sudah hampir dua minggu Hyeraa di rumah sakit, dan selama itu pun aku tak pernah menjenguknya. Aku takut saat aku datang, Hyeraa sedang bersama namja itu. Dan aku tidak siap. Dan entah kenapa, setiap kali mengingat pembicaraan Hyeraa aku merasa kesal. Jangankan untuk datang menjenguknya, untuk sekedar telefon atau sekedar mengirim SMS saja aku malas. Entah kenapa… sudah seminggu juga aku membuang jauh – jauh handphoneku. Baru hari ini aku mengambilnya kembali.

Kriiiiiiiiing kriiiiiiiiiing kriiiiiiiiiiiing

“Yeboseyo” jawabku malas.

“Bisakah kau ke restoran sekarang?” Aish~ jiyoung-ssi

“For what?” ucapku semakin malas.

“Untuk melatih Hyeraa lah, buat apa lagi. Paboyo!”

“Ne?”

“Sudah baca SMS dariku?” perkataannya ini membuat aku melihat handphone ku dan mengecek inbox nya. Kya~ banyak sekali SMS darinya.

“Oh, mianhae, aku lupa. Baiklah 30 menit lagi aku sudah di Torline.” Ucapku sedikit berbohong.

Kubaca SMS terakhir dari Jiyoung-ssi;

Hei. Kau ada dimana? Hyeraa sudah pulang dari rumah sakit. Kurasa kau bisa mulai mengajarnya lagi. Kompetisi tinggal 3 minggu lagi. Datanglah ke Torline. Jebal.

Sebenarnya aku agak malas untuk pergi hari ini. Tapi aku sudah berjanji untuk membantu Jiyoung-ssi, jadi mau gak mau aku harus kesana. Dengan langkah sedikit lunglai aku akhirnya aku sampai juga di Torline. Hmm… Focus Kim Ryeowook! Focus! ucapku berkali kali. Setidaknya untuk saat ini, pikirkan kemenangan Hyeraa. Keep focus. Keep fighting Kim Ryeowook. Dengan langkah mantap ku buka pintu Torline. Ternyata Hyeraa telah menungguku.

“Annyeong oppa” sapanya, dan ini lah yang selalu berhasil membuat aku luluh, senyumannya.

“Annyeong” jawabku singkat. “Mianhae, selama kau di rumah sakit aku tidak menjengukmu. Jeongsonghapnida”

“Gwenchana Oppa. Aku juga tidak begitu parah kan? Dan sekarang aku sudah kembali ke rumah.” Ucapnya sambil memperlihatkan senyum manis miliknya.

Aku hanya bisa tersenyum melihatnya. Entah kenapa aku tak pernah bisa marah padanya. Rasa kesal yang aku rasakan selalu dapat luluh jika melihat senyumannya. Sejak awal pertemuan di Sungai Han, sampai hari ini. Rasa itu selalu ada. Dan hari ini aku mulai lagi bertemu dengannya. Melatihnya secara teori, dan semoga semuanya berjalan dengan baik.

Semua hal yang aku ketahui mengenai pasta dan sejenisnya, aku beritahu pada Hyeraa. Selain anak yang gigih, ternyata Hyeraa juga seorang anak yang cerdas. Dia mampu menangkap semua hal yang aku sampaikan. Benar yang dibilang Jiyoung-ssi. Hyeraa adalah anak yang tak kenal menyerah. Aku tak berani bilang ia akan lolos atau tidak dalam kompetisi itu. Yang pasti adalah aku semakin mencintainya, dan aku ingin terus bersamanya, walaupun aku harus merasakan sakit karena mungin sudah ada namja yang ia sukai. But, I’ll  waiting you until the end of time. Heh, memang kedengarannya bodoh. Tapi itu lah kata yang ingin akusampaikan padanya.

~~~~~

Waktu terus berputar. Tanpa terasa ini adalah minggu terakhir sebelum kompetisi. Dan hari ini adalah hari terakhir aku melatih Hyeraa. Hari ini kami hanya memasak resep yang sudah pernah kami buat sebelumnya. Cedera ditangan Hyeraa memang sedikit mengganggu pergerakan tanganya. Tapi sejauh ini, apa yang dilakukan Hyeraa cukup baik. Malah tergolong sangat baik. Orang lain yang hanya melihat dan merasakan makanannya pasti tidak akan menyangka bahwa sang koki mengalami cedera pergelangan tangan. Pasta dan saus tercampur dengan sempurna. Berbeda dengan saat pertama aku melihat pasta buatannya.

“Hyeraa, kurasa kau lebih baik dari sebelumnya.”

“Jinjayo?”

“Ne. lihat ini.” Ucapku sambil memperlihatkan hidangan yang dia buat. “ Sausnya sudah tercampur dengan baik. Kau telah banyak kemajuan Hyeraa” ucapku dengan bangga.

“Ah~ senangnya.” Ucap Hyeraa sambil menunjukan senyum khasnya yang selalu mampu membuat hatiku bergetar.

“Hyeraa, kurasa latihan cukup sampai disini. Kau harus istirahat demi kesehatan tanganmu.”

“Ah~”sambil memegang tangan nya. “Arasso” ucapnya. “Oppa”

“Ne?”

“Mau kah kau menemaniku?”

“Where?”

“Aku ingin memberikan hadiah pada seseorang, karena dia telah menyemangatiku. Rencananya, aku kan memberikan hadiah ini jika aku berhasil memenangkan kompetisi itu.” Jelasnya.

Aish~ pasti untuk namja itu. Pikirku dalam hati. Bila aku menolaknya, Hyeraa pasti kecewa, tapi bila aku menemaninya, apa aku bisa? Aish~ apa yang kau pikirkan Kim Ryewook!

“Biklah. Kita mau kemana?” tanyaku. Hyeraa tidak menjawab, hanya tersenyum dan menarikku jalan keluar.

Mau tidak mau aku mengikutinya. Kami pergi ke toko asesoris. Hyeraa tampak sangat senang mau membeli sebuah hadiah untuk namja itu. Dan aku pastikan namja itu pasti sangat bahagia mendapatkan perhatian dari yeoja seperti Hyeraa. Andai itu aku

“Oppa, yang ini bagaimana?” suara Hyeraa membuayarkanku. Kulihat Hyera memegang sebuah gantungan Handphone pasangan. Gantungan handphone dengan bentuk hati dan yang satunya berbentuk kunci berwarna perah dan mengkilat. Gantungan yang bagus. Ucapku dalam hari.

“Oppa. gwencana?” Tanya hyeraa.

“Ne?”

“Kau baik baik saja Oppa? dari tadi aku melihatmu melamun terus. Ada hal yang membuatmu risau?”

“Ne? Ah~ Aniyo. Tadi kau Tanya apa?” ucapku

“Ini bagaimana Oppa? bagus tidak?”

“Ini?” tanyaku sambil mengambil gantungan Handphone yang dimaksud. “Bagus. Namja itu pasti akan senang menerima ini dari mu.” ucapku sambil berusaha tersenyum senang. Andai namja itu aku.

“Jinjayo? Ah semoga saja dia merasakan apa yang kau ucapkan tadi. Aku akan memberikan ini untuknya. Dan aku akan simpan gantungan berbentuk hati ini untukku.” Ucapnya sangat gembira.

Selesai membeli gantungan Handphone kami langsung pulang. Aku antarkan Hyeraa. Setelah itu aku tidak langsung pulang. Ku langkahkan kakiku ke arah taman , aku tak mau pulang. Aku tak mau ini berkahir. Entah kenapa aku tak ingin ini semua berakhir. Aku ingin terus bersamanya. Tapi, aku juga ingin melihat Hyeraa bahagia, melihatnya tersenyum bangga karena meraih cita citanya. “Aish~ Kim Ryeowook! Apa yang kau pikirkan! Dasar Pabo” ucapku sambil memukuli kepala sendiri.

“Hei Ryeowook.” Ucap seseorang namja di belakangku. Aku kenal suara namja ini. ku balikan badanku.

“Hyung? Mwoyeyo jigeum?” *kakak? Sedang apa disitu?* Aku terkejut melihat Yoogeun Hyung ada dibelakangku. Yoogeun hyung pun jalan mendekatiku dan duduk di sebelahku.

“Seharusnya pertanyaan itu aku ajukan padamu. What are you doing here?”

“Didn’t do anything. I just want to sit out.”

“Jinjayo?”

“Ne.” jawabku datar

“Tapi tadi aku melihatmu dengan seorang Yeoja. Dia yeojachingu mu ya?” Tanyanya sedikit menggodaku. Aku hanya bisa tersenyum kecut  mendengarnya, tak kau harus jawab apa.

“Hyung, yeoja itu sudah punya kekasih.” Jawabku lesu.

“Jinjayo? Dari mana kau tau? Kau pernanh menanyakanya?”

“Ani. Hanya saja… aku pernanh mendengar percakapannya dengan seorang namja. Dan nampaknya dia begitu dekat dengan namja itu. Hari ini pun, dia mengajakku pergi untuk membeli sebuah kado untuk diberikan pada namja itu.”

“Dongsaeng, listen. Percayalah padaku Hyeraa hanya …”

“Hei. Hyung tau dari mana kalau yeoja itu bernama Hyeraa?” potongku dengan heran.

“Kya~ kau ini tidak sopan! Hyungmu sedang berbicara. Kenapa kau potong?” sebuah pukulan kecil mendarat di kepalaku. “Dengar. Tak penting aku tau dari mana, yang jelas Hyeraa mencintaimu dan kini dia belum punya kekasih. Kejar lah dia dan kalau mendapatkannya, jagalah dia.” Jawab Yoogeun hyung santai.

“Mwo? Hyung tau dari mana?” Tanyaku heran.

“Sudah ku bilang tak penting aku tau dari mana.” jawabnya sambil melangkah pergi meninggalkanku yang masih bingung. Merasa tidak diikuti hyung pun berhenti dan berbalik.

“Kya~ Ryeowook-ah. Mau sampai kapan aku duduk disitu? Ayo pulang!” teriaknya. Dengan penuh heranan, aku pun berjalan mengikutinya. Hyung.

Sepanjang jalan kami tidak banyak bicara. Sebenarnya banyak hal yang ingin aku tanyakan pada hyung. Terutama masalah Hyeraa. Sepertinya hyung tau banyak mengenai Hyeraa. Tapi jika aku melihat wajahnya, Nampak dia sedang mengalami sedikit masalah. Jadi aku urungkan niatku itu.

Hari ini perasaanku tak karuan. Jujur, aku senang memiliki waktu bersama dengan Hyeraa, tapi jika mengingat kejadian beberapa hari belakangan ini, aku merasa lebih baik aku tidak bertemu dengannya. Hufh… hari yang saengat melelahkan. Mulai besok aku tak akan lagi datang ke dapur Torline untuk mengajarnya. Apa aku akan merindukannya? Pikiran ini terus berputar, hingga aku terlelap tidur.

~~~~~

“Aku pulang” ucapku saat memasuki rumah. Jam 5 tepat aku baru masuk lagi kerumah. Hari ini memang hari libur, tapi sial sekali aku harus pergi ke kampus untuk urusan Club. Hari yang melelahkan. Karena seharian di kampus dan tidak sempat makan, aku berjalan menuju dapur, kalau beruntung, aku akan menemukan makanan disini.

“Baru pulang?” sapa Yoogeun Hyung yang sedang duduk di meja makan.

“Ne.” jawabku. “Hari ini sangat melelahkan.” ujarku sambil mengambil segelas jus dari kulkas dan ku temani Hyungku itu.

“Hyung, rumah sepi sekali. Dimana Appa, dan yang lainnya?”

“Mereka menemani helmoni ke Busan.”

“Mwo? What happen?”

“Molla.”sambil mengangkat bahu. Dan hanya ku jawab dengan anggukan. Di fikir fikir, sudah lama juga aku tidak duduk satu meja dengan Hyungku yang satu ini.

“Hyung,”

“Mwo?”

“Hmm… dari mana kau mengenal Hyeraa?” tanyaku sedikit ragu. Dan sialnya hanya di jawab sebuah senyuman oleh Hyungku ini. “Hyung.” Tangnyaku lagi.

Yoogeun Hyung menghela nafas dan menatapku. “Ryeowook-ah, kau masih ingat Yeoja yang kau laporkan padaku? Yang kau bilang dia menukar hasil makannya daengan makananku saat kompetisi 6 tahun yang lalu?”

“Jiyoung-ssi?”

“Ne. Aku tau dari nya. Dia selama ini yang bercerita padaku apa yang kau lakukan dengan Hyeraa.”

“Mwo?”

“Aku menanyakan pada Jiyoung apa yang kau lakukan. Aku curiga karena kau meminta buku resepku. Kau sendiri kan yang berjanji padaku untuk tidak membuat Pasta setelah aku gagal dalam kompetisi itu. Tapi ini kau malah meminjam bukuku. Selain itu aku melihatmu pergi ke Torline waktu itu. Untuk mengemebalikan buku Hyeraa kan? Saat itu Jiyoung langsung menelfonku, dan memberitahuku semuanya. Dia juga meminta ijin untuk memintamu mengajar Hyeraa. Asalnya dia menyuruhku. Tapi aku tolak.” Jelas Yoongeun hyung santai

“Jadi kau masih berhubungan dengan Jiyoung-ssi?”

“Ne.”

“Wae?”

“Ne?”

“Wae kau masih berhubungan dengan nya hyung? Kau bilang kau akan melupakannya.” Tanyaku serius

“Kya~ dongsaeng, kadang kau takan pernah mengerti kenapa kau bertindak ini dan kenapa kau harus melakukan itu. Kadang apa yang kau pikirkan belum tentu sesuai dengan apa yang kau lakukan.” Jawabnya santai sambil berjalan keluar dapur. Maninggalkan aku dengan segudang keheranan.

“Ryeowook-ah. Masih ingat kata kataku saat ditaman? Kejarlah dia, dan jagalah dia. Dan kapan kompetisi itu?” tanyanya.

“Besok, di gedung serbaguna di pusat kota. Jam 11.30. Wae? ”jawabku

“Hmm… mungkin aku kan datang.”Ucapnya sambil terus berjalan meninggalkanku.

“Hyung…” ucapanku terhenti karena ada SMS masuk kedalam Hp ku. Hyeraa…

Oppa, bisakah kita bertemu sebentar? Aku ingin berbicara denganmu. Temui aku di taman dekat toko Asesoris itu ya.

Hyeraa? Ada apa? 

 RCL Pliss🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s