“you’re my world?”

tanda tanya itu bukan hanya sebuah pelengkap judul, melainkan sebuah pukulan besar untukku,, kenapa aku justru merasakan sebuah kesedihan yang teramat dalam untuk diriku sendiri, aku yang selalu sendiri,, dan sendiri,, 

meski hidupku terlihat bahagia, begitu menyenangkan atau bahkan menyilaukan untuk sebagian orang, namun untukku, aku selalu merasakan kesepian. belum ada tempat untukku merasakn hangatnya sebuah tangan menggenggam dinginnya tanganku, dan aku merindukannya,, merindukan tempat yang seharunya bernama dunia, dimana hanya ada aku yang akan menjadi dunianya dan dia yang akan menjadi duniaku.

terlalu banyak yang datang, membuatku begitu cepat pula merasakan kepergiannya. aku hanya ingin mengerti setidaknya merasakan menjadi dunia orang yang hanya menjadikanku dunianya, tak hanya sekedari singgah untuk sementara dan segera pergi, tapi aku ingin yang seutuhnya.

kamu, iya kamu,, yang begitu mudahnya mengatakan sebuah rindu, begitu mudahnya mengatakan sayang, dan begitu mudah tanpa ragu mengabaikannya. maaf, sepertinya aku sudah tak sanggup lagi menunggumu. bukan karena aku sakit, tapi aku sudah terlalu ahli mengobati lukaku sendiri dengan begitu cepatnya. aku terlalu takut, jika suatu saat yang ada aku hanya akan lupa bahwa menjadi satu-satunya dunia untukmu itu berarti melukai diriku senditi. karena bagiku, menjadi satu-satunya dunia untuk orang lain itu berarti terus mengingat bagaimana aku harus menyayangi diriku sendiri untukmu

dari banyak hal aku bisa mencoba belajar, dan dari banyak hal aku mencoba membuat diriku benar dimata siapapun, meski kadang itu selalu melelahkan. kadang aku memang harus diam dan sendiri, aku tak terbiasa menjadi seseorang yang mudah mengutarakn apa yang aku rasakan, temanku adalah tulisan. satu-satunya hal yang paling mudah membuatku mengerti bahwa hidup ini tak pernah sendiri. aku masih sama, masih menjadi air untuk diriku sendiri, membuat diriku sendiri nyaman untuk duniaku sendiri. aku masih belum mampu menjadi air untukmu, dan kamu masih belum bisa menembus air itu.

bukan karena aku mmembencimu, bukan karena aku ingin mendorongmu menjauh dariku, bukan karena aku ingin kamu terlupakan dari hidupku, hanya saja,, aku ingin mencoba menjadi diriku yang seperti ini. diam-diam mengamatimu dari jauh, diam-diam memujimu, diam-diam menertawakan tingkahmu, dan diam-diam menahan sakitku sendiri karenamu. naif memang, dan aku menyadari itu. tapi, inilah aku, aku yang masih rapuh dan terus mencoba terlihat kuat didepan siapa saja, aku yang masih mencari seperti apa aku yang sebenarnya. semoga kamu dan aku menyadari bahwa untuk menjadi kita harus saling bersama,🙂🙂

WIth Love,

Me🙂🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s