Sebuah Gejolak

Semalam ada seorang teman mengatakan pada saya, bahwa hidup ini bukan seperti sebuah perahu kertasa yang akan mudah tenggelam saat tersapu ombak atau hanyut dengan mudahnya oleh arus.

Mereka yang tidak memahamiku tak akan tahu bahwa aku sering sekali jatuh, melewati banyak hal yang mungkin juga dialami oleh sebagian kecil orang. Bentuk penolakan tak nyata yang mengiringi perjalanan kedewasaanku. Banyak yang mengira hidupku baik-baik saja, tanpa hentakan bahaya dan kekecewaan. namun semua itu salah, karena nyatanya aku bahkan jatuh lebih banyak dan mencoba berdiri dengan akalku sendiri, memegang erat tangan Tuhan yang lebih kokoh dan aku bangkit bersama-Nya.

Kamu salah tentangku, aku bahkan bukan seorang periang. Aku hanya gadis biasa, bukan gadis cupu atu kuper. Kurasa aku lebih gaul dengan caraku sendiri. Namun, penilaian orang terhadapku memang selalu salah.

Jika kamu mampu, maka akan kuizinkan kau masuk pada wilayah amanku yang belum pernah kubuka untuk sembarang orang, sebuah wilayah dimana kamu akan menemukan banyak kebenaran tentangku. Saat kau mampu hadir disitu, saat itulah kau hanya boleh tinggal disampingku sampai aku tak mampu lagi mempertahankanmu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s