Like a Little Piece of Paper

Itu judulnya nggak ada kaitannya sama postingan kali ini sama skali, jadi bisa diabaikan saja??

Okay, tiba” menemukan dunia.yg sempat saya lupakan ini rasanya nggak pengen kemana”. Ini postingan tentang bagaimana saya begitu bahagia bisa menulis lagi, hal yang sempat beberapa saat lalu saya lupakan.

Baca lebih lanjut

Iklan

Sebuah .. Sebanyak .. Keresahan

saya? bahkan kadang saya mempertanyakan keberadaan saya diantara mereka,, bertindak sebagai apakah saya sebenarnya? teman pun seperti bukan,, bahkan kekecewaan yang sudah begitu banyak saya tahan ini tak pernah sekali pun dimengerti adanya,,

kalau pun boleh aku meminta ya Allah,, izinkan aku mendapatkan lagi lebih dan lebih banyak kesabaran yang selalu mampu Kau naungi dalam hatiku, izinkan aku lebih dan lebih banyak bersabar menantikan ‘Yang Indah pada Waktunya’ itu,, jangan biarkan aku memandang rendah apa yang seharusnya tak boleh aku rendahkan, dan jangan pula Kau izinkan aku menjadi seperti mereka yang bahkan tak lebih dariku.

Jika jodohku pun masih mencoba mencariku, maka jangan biarkan aku berhenti disini hanya dengan menunggu,, biarkan kami saling mencari dan dengan segera bertemu.

Jangan pernah Kau biarkan aku sendiri ya Allah, hamba yakin disekeliling hamba masih banyak orang yang mampu membuat hamba nyaman, dan lebih mampu memahami apa arti penghargaan terhadap sesamanya.

Oh Allah,, jangan jadikan aku kekasih untuk mereka yang tak mampu membawaku menuju surga-Mu,, jangan jadikan aku kekasih untuk mereka yang bahkan tak sanggup mengangkat derajatku dihadapan-Mu. Jangan pernah biarkan aku sendiri ya Allah,, agar aku bisa menunjukkan pada mereka bahwa mereka salah tentang arti “Pacar” dalam hidup mereka, karena mereka tak seharusnya berbahagia dengan apa yang mereka lakukan di atas bumi yang Kau naungi ini..

My Whole World :)

kenapa judulnya gitu yaaa?? hahaha

itu judul berlebihan yang pernah muncul dari otakku, tapi itulah yang sedang ingin kutulis sekarang 🙂 mellow banged yaaa?? hahaha emang aku melankolis kok, wajar saja kalo mellow 🙂 *bangga* dan selama ini aku belum menemukan alasan untuk jaim dan tidak menjadi diriku yang sebenarnya.

ada sebuah kata yang tiba-tiba kutemukan dari salah satu susunan otakku, sebuah kata yang membuatku sadar dan menulis ini.

” Saat Kamu Menulis Maka Saat itulah Kamu Menciptakan Duniamu Sendiri,  Sebuah Dunia yang hanya kau Pahami saat kau Menulis ” 

itulah alasan kenapa sekarang aku menulis dan memikirkan judul konyol yang seharusnya tak kubuat. Namun, inilah faktanya. Jika semua orang sedang berusaha untuk memove onkan diri mereka, maka kuputuskan untuk move off. Mencoba merenung sejenak dan membuat sebuah keseimbangan 🙂

memang tidak masuk akal, tapi bukankah memang seharusnya seperti ini ?? merenung dan berfikir apa yang seharusnya dilakukan kedepan. membuat keputusan-keputusan kecil untuk bisa memove onkan diri lebih baik. mencoba mengubur dan meluapkan kesalahan masa lalu saat ini. Agar jalan menuju Move On berjalan dengan lancar dan tidak akan terhenti ditengah-tengah 🙂

bagi sebagian orang mungkin pemikiran seperti ini gila, tapi inilah aku. This is Me, a one who alaways think that my own world it must be different than others 🙂 you who never think that I always beside you and support you, thank’s to make me to be like this, thanks because you have make me know that there are so many thing must be know in front that was you hide from me 🙂

sudah~ cukup jadi orang galau, sekarang waktunya menjadi yang baru 😀

okeeee~ thanks all 🙂

your commen are energy

Menyadari Sebuah Rasa

Kadang ada kebutaan yang kita rasa itu sebuah hal yang biasa, sebuah hal yang memang ada dan akan tetap ada. Kebutaan bahwa lingkungan dan kita kadang tak sejalan, kebutaan bahwa ada segores luka yang tak disengaja. Namun, saat kita sadar semuanya hilang dan pergi begitu saja tanpa mau mendengarkan apa yang kita keluhkan, yang mereka pikirkan hanya untuk menyelamatkan hati mereka agar tak terluka kembali, dan itu manusiawi. 

ada sebuah masa dimana aku mengerti, bahwa yang mereka berikan kepadaku hanyalah sebuah kesenangan sesaat. mereka yang terlalu lama mendengarkan ceritaku akan berlalu begitu saja, mereka yang saat aku sendiri akan hadir dan dengan segera pergi. Tak ada sebuah ketulusan atas hal yang terjadi, saat mereka bosan mereka akan meluapkannya padaku, membiarkan aku berada dalam ruang sembab yang mereka ciptakan untukku.

Rasa ini menyadarkanku, rasa bahwa aku harus segera bangun dari kebutaan, dan mentranplantasikan kebutaan ini pada kegelapan. Aku tak ingin terjebak lagi dalam kesembaban ini, sudah terlalu cukup ruang kesabaran di istana hatiku memasukkan semua keluh kesahmu. Aku tak egois kawan, aku hanya butuh sebuah ketulusan, bukan karena sebuah alasan yang tak nyata yang membuat kalian ada disampingku.