.: SaTeuk Couple: Ramen Nouna Saranghae ~Part Four~ Ending :.

Ramen 1, Ramen 2, Ramen 3

Last Part

“sudah, jangan terlalu lama menatapnya seperti itu saeya~, lebih baik sekarang kau pulang, beristirahatlah dan segera selesaikan skripsimu, . .”suara kibum menyadarkanku dari lamunanku sendiri.

“ne, . .aku pulang dulu, sampai jumpa lagi kibum~sshi, . .annyeonghaseyo, . .”ucapku sambil menunduk dan berjalan menjauh darinya yang masih duduk dibangku itu, bangku dibawah pohon besar yang asri dan menjadi saksi betapa terlukanya hatiku hari ini melihatnya yang sudah semakin jauh dari jangkauanku.

Ku langkahkan kakiku masuk ke apartemenku, sudah lama sekali rasanya tak menghabiskan waktu disini. Tempat ini selalu saja menyimpan kenangan-kenanganku dengan jungsoo oppa. Kami sering menghabiskan waktu disini dulu. Ku rebahkan tubuhku di ranjang kamarku, meski tak sebesar ranjangku dirumah, namun masih bias memberikan kenyamanan untukku. Baru saja mataku terpejam, tiba-tiba terdengar suara langkah kaki masuk kedalam apartemenku. Kuputuskan untuk segera bangkit dan bersiap-siap membawa benda keras yang bias ku jadikan senjata untuk membela diri. Baca lebih lanjut

.: Sateuk Couple: Ramen Nouna Saranghae ~Part Three~ :.

piccu

Author: Ryezkyea kim

Ku tolehkan kembali kepalaku, berharap bisa merekam suasana kota seoul yang akan aku rindukan. Entah berapa lama aku akan pergi, aku juga tak tahu kapan aku akan bisa kembali kesini. Dengan berat ku langkahkan kakiku masuk ke gerbang keberangkatan, hingga ada seseorang yang menarik tanganku dan mengecup bibirku dalam. Tak dapat kulihat wajahnya dengan jelas, tapi mata ini. Hanya ada satu orang yang memiliki mata teduh ini, mata yang selalu membuatku selalu merindukannya. Dia, apa yang dia lakukan disini. Tak kuhiraukan semua yang berkecamuk dalam otakku dan mencoba menikmati setiap detik lumatan yang dia lakukan. Meski kusadari banyak mata yang menatap kami aneh. Tapi aku tak peduli, meski kutahu bahwa akan ada banyak berita yang muncul setelah ini. Dan saat kucoba untuk mengendalikan diri dan menyadarkan kembali semua persendianku, ku tarik tubuhku darinya. Dan mendorongnya menjauh dariku, ku langkahkan kakiku cepat menuju pesawat tanpa memandang wajahnya lagi. Ku percepat langkahku menjauh darinya. Hingga tiba-tiba kurasakan tangannya melingkar di pundakku erat, menahan tubuhku agar tak menjauh darinya, dapat kurasakan nafasnya bermain-main di leherku. Nafasnya dan bau tubuhnya selalu membuatku tenang disisinya, membuatku selalu tak ingin beranjak darinya walau hanya sebentar.
“kumohon jangan pergi, .”bisiknya tepat ditelingaku

Baca lebih lanjut

.: SaTeuk Couple: Ramen Nouna Saranghae ~Part two~ :.

Author: Ryezkyeanouna

Dengan bodohnya ku katakan itu, kenapa aku malah menerimanya. Aku tak boleh jatuh cinta padanya, aku belum siap menghadapi semuanya. Lagipula aku tak mau dia hancur setelah bersamaku, karena pasti akan banyak fansnya yang tak suka padanya karena kehadiranku. Aku tak mau, karena aku menyayanginya maka aku harus menolaknya. Karena aku pun tahu betapa beratnya dia melalui tahun-tahun sebelum dia seperti ini, pasti sangat berat.

“ah, . .Mianhae oppa, . .aku mau pulang sekarang, .??tolong lupakan kata-kataku tadi, aku tak pernah mencintaimu, .mianhae, .”ucapku lalu pergi

“Yak~ apa maksudmu, .??” ucapnya terkejut sambil menahan tanganku

“mianhae, tapi aku tak mencintaimu oppa, aku hanya membayangkan wajah kibum~ah tadi, jadi aku mengatakannya, .mianhae oppa, .”

“jadi, kau mencintainya, dan menganggapku dia tadi, .??”teriaknya berapi-api dengan wajah kecewa, maafkan aku oppa. Aku tak mau kau kehilangan fansmu hanya karena aku. Aku tak mau kau jatuh oppa, mianhae.

“Ne, .Mianhae, .jeongmal mianhae, .”ucapku lalu berlari menjauhinya, dengan rentetan air mata yang mengalir tanpa henti. Kupercepat langkahku menjauhinya yang masih terpaku. Aku tahu, pasti dia sangat membenciku saat ini karena aku seperti menghianati hatinya dan pendengarannya. Maafkan aku oppa, mianhae, jeongmal mianhae. Aku melakukan ini demi kebaikanmu, aku tak peduli betapa bencinya kau saat ini padaku, betapa rendahnya aku dimatamu. Yang ada dipikiranku saat ini hanyalah kebahagiaanmu. Melihatmu tersenyum dan baik-baik saja adalah sebuah kebahagiaan yang tak akan pernah bisa digantikan dengan apapun. Saranghae oppa, saranghae, jeongmal saranghamida leeteuk oppa.

Ku percepat langkahku saat aku sampai di lantai apartemenku, aku ingin segera menumpahkan semuanya sekarang, kubuka pintu sedikit kasar dan membantingnya. Tak dapat ku tahan lagi air mata yang telah kusimpan saat perjalanan pulang tadi, ku tumpahkan semua air mata yang ku punya. Betapa bodohnya aku telah melukai orang yang aku sayang, maafkan aku oppa. Jeongmal mianhamida oppa. Baca lebih lanjut

.:Ramen Nouna Saranghae~part one~:.

‘BRUUUUUK’
“segera antarkan pesanan ramen ini ke alamat ini, kau hanya punya waktu 10 menit saera~ya”ucap pria berperawakan tinggi besar dan mata sipit didepanku
“Ne Ahjussi, . .”ucapku gugup dan bergegas mengambil setumpuk pesanan yang ada didepanku, aku harus memburu waktu, tidak boleh telat mengantarkan pesanan ini, bisa-bisa aku dipecat. Karena sudah 1 minggu ini aku selalu melakukan kesalahan, dan berulangkali kim ahjussi memberiku kesempatan, wajahnya memang garang dan tak bersahabat, tapi sebenarnya hatinya sangat baik. Ku pacu sepedaku, berharap masih bisa mengejar waktu. Sesekali kulirik jam tanganku.
“Aish, .kurang 5 menit, .”gumamku pelan. Masih ada 2 blok lagi yang harus aku lewati, aku bukan spiderman yang bisa mengantarkan pizza menggunakan jarring laba-labanya kan, aku hanya gadis biasa yang punya sepeda. Ku percepat sepedaku semoga masih ada kesempatan untukku bernafas lega karena tak dipecat hari ini. Baca lebih lanjut

.: Sateuk Couple: My White lily :.

Jungsoo POV

“Oppa …..” teriakan yang sudah menjadi santapan sehari-hariku itu membangunkanku dari mimpi indahku pagi ini.
“Oppa Palli, aku sudah hampir telat” lanjutnya sambil menarik selimut kesayanganku menjauhi tubuhku.
“Ne, Dongsaeng-ah. .” ucapku dengan nada malas khas orang bangun tidur
“Cepat. . . .” teriaknya tepat diujung telingaku yang tak berdosa
‘bagaimana mungkin aku punya dongsaeng seperti dia’ gumamku dalam hati, sifatnya memang over menyebalkan bagi siapa saja yang baru mengenalnya, karena memang bibir
nya tidak bisa ditutup meski dengan lem sekalipun. Tak butuh waktu lama bagiku untuk membersihkan diri, mungkin karena kebiasaanku sejak appa dan omma meninggalkan aku dan dongsaengku tersayang itu 3 tahun yang lalu akibat kecelakaan saat ulang tahunku, waktu itu mereka beserta eunsoo pergi membelikanku kado tapi bukan kado terindah yang kudapat, akan tetapi kado terburuk yang tak akan pernah ku lupakan seumur hidupku, untung saja eunsoo masih bisa diselamatkan waktu itu, jika tidak aku tak tahu apa yang akan terjadi pada hidupku sekarang. Eunsoo koma selama 54 hari karena kecelakaan itu, bisa dibayangkan betapa gilanya aku saat itu, setelah pemakaman appa dan omma aku masih saja harus menahan sedih saat harus menunggu eunsoo di rumah sakit selama berhari-hari. Tapi, itu hanyalah masa lalu yang terpenting bagiku saat ini adalah menjaga eunsoo. Baca lebih lanjut